
" Adit kamu dimana ? Kamu kenapa?" Ucap Lili panik.
" Lili tolong jemput aku di tempat yang tadi." lalu suara Adit hilang dan Lili langsung lari keluar dengan buru - buru.
Saat mau pergi Lili bingung mau pergi naik apa karena biasanya dia kemana - mana diantar Mang Mamat dan Lili baru ingat bukannya Mang mamat menunggu Adit di parkiran klub malam itu dan handphone Mang Mamat tidak aktif.
Akhirnya Lili pergi naik motor nya yang biasa di simpan dirumah Bunda Ita karena Lili memang tidak bisa bawa mobil.
Sekarang Lili sudah masuk ke Room private yang tadi tempat Adit dan para member berkumpul dan saat masuk ke ruangan itu.
tampak Adit yang dengan setengah sadar bercumbu dengan Lisa yang sudah duduk di atas pangkuannya, sedangkan para member yang lain dan Tiara tampak tertidur seperti tidak sadar.
" Lisa... Apa yang kamu lakukan?" Teriak Lili dan langsung menarik Lisa sampai terjerembab ke lantai dan menarik Adit agar bangun dari sana lalu menariknya pergi keluar.
" Lili aku ga kuat sepertinya Lisa mencampur minuman ku dengan aphrodisiac badanku panas harus segera dikeluarkan." Kata Adit saat keluar dari room private.
" Apa?" Lili ga percaya Lisa berani melakukan itu, Lili tau itu adalah obat perangsang.
Ya sudah sama Tiara saja dia kan ada di dalam lagian bukannya kalian biasa melakukannya.
" Dia juga ga sadar Lili kaya nya minuman mereka juga dikasih obat tidur, ga mungkin aku melakukannya saat dia tidak sadar, aku memang sering melakukannya tapi hanya sebatas peluk dan cium saja ga lebih."
"Aduh gimana sih jadi repot gini, ya sudah bayar pelacur aja, gimana?"
" Gimana kalau dia kena Aids, udahlah Lili kamu bawa aku pulang ke apartemen, kamu jangan bawel, aku bisa mati kalau tidak tersalurkan."
" Adit kita pulang nya naik motor yah? Aku ga tahu Mang Mamat kemana, handphone nya juga ga aktif dan mobilnya juga di cari di tempat parkir tadi ga ada.
" Adit duduk nya mundur." Teriak Lili karena ga nyaman duduk Adit terlalu maju dan mengeratkan pegangannya ke Lili.
" Lili aku panas... Ga kuat..." Ucap Adit ambigu.
" Tahan Adit, sebentar lagi." Ucap Lili dan Lili tambah panik saat Adit memeluknya dan ada sesuatu yang keras menekan bokongnya sampai Lili menjalankan motornya tidak stabil karena gagal fokus dan jengah dengan kelakuan Adit.
" Hai...Adit mundur." Teriak Lili sekali lagi mengingatkan Adit agar mengendurkan pelukannya tapi Adit tak mendengarkan ucapan Lili.
Motor Lili akhirnya memasuki parkiran rumah sakit karena khawatir dengan Adit dan saat akan turun.
__ADS_1
" Lili ini dimana?" Tanya Adit bingung.
" Hayu Adit kita kerumah sakit saja."
" Gila kamu Lili kamu akan mempermalukan aku? Gimana kalau ada wartawan yang melihatku seperti ini." Ujar Adit marah.
" Terus aku harus gimana, pulang ke rumah Bunda Ita saja yah ?" Tanya Lili bingung.
" Lili tolong bantu aku, kita pulang ke apartemenku saja lalu guyur badanku sampai dingin kali aja efeknya hilang." Ujar Adit.
Akhirnya dengan susah payah Lili berhasil membawa Adit ke apartemennya.
" Adit kamu mau apa?" Teriak Lili saat melihat Adit membuka baju nya sendiri pas sudah masuk apartemen nya.
" Cepat bantu aku ke kamar mandi Lili dan guyur badanku pakai air shower."
Badan Adit sudah basah kuyup tapi api gairahnya tampak belum padam dan Adit langsung menarik Lili kedalam pelukannya dan menciuminya sedangkan tangan nya meraba badan Lili tapi Lili berhasil mendorongnya mundur lalu Lili kabur.
Saat Lili berhasil masuk ke kamarnya, dia langsung mengunci pintu lalu telepon Bunda Ita.
" Halo... Bun tolong Adit, minuman Adit di campur aphrodisiac sekarang dia butuh pelampiasan aku takut harus gimana?"
" Apartemen Adit Bun, Lili takut dia tadi.... " aku tak meneruskan ucapan ku.
" Tadi apa Lili?" Tanya Bunda Ita.
" Pokok nya Bunda cepat kesini, sekarang aku sembunyi dikamar ku "
" Kamu tunggu di situ, Bunda jalan kesana dan Bunda juga akan telepon Dokter Burhan buat memeriksa Adit, kalau nanti ada yang mencet bel tolong bukain itu pasti Dokter burhan karena rumahnya dekat situ mungkin dia duluan yang akan sampai kesana."
" Ia Bun, Bunda juga cepat kesini yah aku takut."
" Ia Lili."
Akhirnya keadaan Adit sudah tenang dan sudah tertidur setelah di periksa oleh Dokter burhan, Lili juga ga tahu dikasih obat apa.
Kini Dokter Burhan, Bunda Ita dan Lili sedang duduk di ruang tamu.
__ADS_1
" Terimakasih Dok, untung dokter sangat cepat jadi tidak terjadi apa - apa sama Adit, entah apa yang akan terjadi sama Adit kalau Dokter lama."
" Itu sudah tugas saya Bu Ita."
" Baiklah saya undur diri dulu nanti kalau ada apa - apa jangan sungkan hubungi saya lagi." Ucap Dokter Burhan sambil berjalan keluar rumah.
Bunda Ita dan Lili balik lagi ke kamar Adit, Bunda Ita duduk di samping Adit dan mengelus kepalanya.
" Lili Bunda harap jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi jadi tolong walaupun kamu di ejek atau di usir pulang jangan langsung pulang, kamu lihat kan akibatnya seperti ini, untung masih sempat tertolong coba kalau sampai tidak tertolong mungkin Adit akan menyesalinya seumur hidupnya."
" Ia maaf Bun aku ga akan kaya gitu lagi."
" Maaf Bun, kalau Mang Mamat kemana yah kok aku cari - cari ga ada."
" Dia di suruh Lisa beli sesuatu dan mengatas nama kan Adit."
" Berani sekali gadis itu, awas saja aku akan melaporkan ke polisi."
" Bun .emang nya bisa yah? Gimana kalau kasus ini terungkap ke publik dan nama Adit tercemar juga?"
" Yah kamu betul Lili, makasih yah Bunda hutang budi sama kamu entah gimana Adit kalau ga ada kamu."
" Akh... Bunda, itu kan sudah kewajiban saya melindunginya."
" Yah kamu benar Lili, ya sudah kamu istirahat sana biar bunda yang menunggu Adit disini."
" Ia Bun..." Akhirnya Lili kembali ke kamarnya rasanya lega karena tadi Lili benar - benar sangat takut terjadi apa - apa sama Adit karena bagaimanapun itu terjadi karena kelalaian dari Lili coba kalau Lili ga pergi dan masih ada disitu mungkin semuanya itu ga akan terjadi.
Lili terbangun dan melihat jam dinding sudah menunjukan jam lima pagi, setelah mandi dan sholat subuh Lili berjalan ke dapur tampak Bunda Ita sedang sibuk memasak.
" Bun masak apa?" Tanya Lili.
" Lili kamu sudah bangun sini bantuin Bunda masak."
" Bun... Maaf yah aku jadi malu kok malah Bunda yang masak."
" Memangnya kamu bisa masak Lili?"
__ADS_1
" Bisa mah.... Masak ala - ala DEBM dan di jamin ga sesuai ekspektasinya yang ada dapur ini hancur." Adit datang - datang langsung menjawab pertanyaan Bunda Ita karena Lili tampak enggan menjawab pertanyaan Bunda Ita.
Lili cuma tersenyum malu saat mendengar Adit berbicara seperti itu.