Asisten Sang Idol

Asisten Sang Idol
Draft Bab.13. Menantu kesayanangan


__ADS_3

Akhirnya dengan terpaksa Lili masuk kedalam mobil Adit dan duduk di belakang sama Adit.


" Sejak kapan kamu kerja di sini?" Tanya Adit memulai pembicaraan tapi Lili bukannya menjawab malah diam saja sambil membuang pandangannya ke arah luar jendela.


Jujur Lili tidak nyaman dengan keadaan seperti ini, jantungnya berdetak dengan kencang dan tangan nya dingin.


" Lili..." Bentak Adit karena merasa diabaikan oleh Lili.


Lili pun langsung menghadap kearah Adit sambil berkata menantang Adit " Ada apa lagi Adit? aku cape ngomong sama kamu hayu kita akhiri pernikahan ini."


" Emang kamu kira kamu saja yang cape sama aku juga cape." Jawab Adit.


" Baik kita pisah, tolong turunin aku disini." Ucap Lili sengit.


" Kamu kira segampang itu minta pisah, kalau mudah sudah dari kemarin sudah aku lakuin." Jawab Adit.


" Apa susahnya kita kan sama - sama ga ada cinta."


" Ayah... Lili, Ayah mengancam Bunda akan ninggalin Bunda kalau sampai kita bercerai." Ucap Adit sendu.


" Jadi kamu nikah sama aku bukan karena kamu bertanggung jawab tapi karena kamu takut Ayahmu menceraikan Bunda." Tanya Lili sedih dan rasanya sangat menyakitkan.


" Mang Mamat tolong berhenti, turunkan aku disini." Ucap Lili marah dan meneteskan air mata, Lili sangat sedih dengan yang di ucapkan Adit menurutnya itu sangat kejam.


Saat mobil berhenti Lili pun akan turun, sebenarnya Lili takut karena sekarang sudah malam dan jalanan pun sudah sepi tapi dari pada dia semobil dengan Adit yang selalu membuatnya selalu sakit hati, Lili pun hendak turun tapi tangannya ditarik oleh Adit.


" Jangan turun bahaya sudah malam." Bujuk Adit lembut.


" Lebih bahaya lagi kalau semobil sama kamu." Ujar Lili sarkas.


" Mang jalan lagi." Perintah Adit, lalu mobil nya Adit pergi lagi.


" Mang ini kenapa kesini, arahnya salah Mang." Tanya Lili sambil berteriak.


Karena Mang Mamat tak menjawab, akhirnya Lili bertanya sama Adit " Adit kenapa kesini, jalan nya salah?"


" Kita pulang ke apartemen, kita perlu bicara Lili?"


" Ga mau, aku ga mau ngobrol sama kamu." Tolak Lili, tapi Mang Mamat dan Adit tak menghiraukan Lili.

__ADS_1


Lili pun berteriak " Tolong - tolong aku di culik." Adit pun yang mendengar nya sakit telinga nya karena Lili berteriak sangat keras, tepat di telinga Adit dan Adit sangat kesal dengan Lili.


" Mang Mamat kita kerumah Lili." Perintah Adit.


Saat mobil Adit sudah sampai rumah Lili, Lili langsung masuk kerumah nya di susul Adit di belakangnya.


" Lili kamu pulang malam sekali? Kamu pulang sama siapa?" Cecar Mira.


" Tuh gara - gara dia." Ucap Lili sambil menunjuk Adit dan setelah itu Adit menyusul di dibelakangnya.


" Eh... Ada menantu." Ujar Mira sangat riang menyambut Adit dan tentu saja Lili kesal mendengarnya dan memutar bola matanya.


" Mama... Jangan lebay deh."


" Lili kamu itu gimana sih? suami pulang bukannya di gandeng tangannya dan ditawarin makan, istirahat atau apa kek, ini kok malah jalan duluan, malah suami nya di tinggalin di belakang." Ucap Mira.


" Mama ngapain sih baik banget sama dia, orang yang udah menghancurkan masa depan aku."


" Lili jangan seperti itu sama suami, yang lalu biarlah berlalu sekarang dia kan suamimu lagian Adit Kan sudah bertanggung jawab dengan menikahi mu ."


" Sebenernya anak Mama tuh dia apa aku sih Ma?" Ujar Lili kesal, sambil menghentakkan kaki nya lalu pergi.


" Sudah Ma."


" O... Ya udah sana istirahat di kamar Lili, yang sabar ya Adit, Lili emang orang nya emosian dan kamu harus sabar menghadapi dia yah."


" Ia Ma, Adit ijin duluan ya Ma mau ke kamar Lili."


" Ia... sana cepat istirahat " Ucap Mira sambil melihat Adit yang pergi ke kamar Lili dan Mira miris kalau ingat pernikahan Lili dan Adit bukan karena cinta melainkan karena terpaksa oleh keadaan.


" Ngapain kamu kesini?" Tanya Lili saat Adit ikut masuk kedalam kamarnya.


" Aku kan suami kamu ya tentu saja masuk kesini terus aku harus kemana?"


" Aku ga sudi tidur sama pemerkosa."


" Lili aku waktu itu ga sadar dalam pengaruh obat lagian kalau di ingat - ingat yah kayanya kamu juga menikmati nya dan mendesah terus keenakan." Ujar Adit bohong, ya Adit berbohong karena waktu itu Adit melakukannya ga sadar dan tidak bisa mengingat kejadian saat itu dengan jelas dia hanya ingin menggoda Lili yang menurutnya sangat menyebalkan.


' Adit..." Teriak Lili kesal, dia sangat malu sekali dan muka nya langsung merah.

__ADS_1


Lili langsung tidur membelakangi Adit, rasanya tiap lihat Adit berasa ingin mencekik nya.


" Lili tidurnya geser kesana, aku juga ngantuk."


Ya Lili memang sengaja tidur di tengah - tengah biar Adit ga tidur di ranjangnya karena memang ranjangnya Lili hanya muat untuk satu orang.


Akhirnya Adit keluar dari kamar Lili dan tidur di kamar biasa dia tidur kalau menginap di rumah Lili.


Lili bangun tidur ingin ke kamar kecil dan masih ngantuk sekali tapi karena kebelet akhirnya dia berjalan ke kamar mandi sambil menahan kantuk, saat membuka kamar mandi yang ada di kamarnya.


" Ah....." Lili berteriak karena tampak Adit di dalam kamar mandi sedang mandi tanpa sehelai benang pun.


Adit yang kaget pun karena teriakan Lili bukannya mengambil handuk malah membekap mulut Lili dan Lili pun yang sangat kaget refleks mengambil gayung dan memukuli badan Adit.


" Aduh... Nyeri Lili ini namanya KDRT" Ujar Adit sambil melepaskan bekapan tangannya di mulut Lili.


" Mereka tidak sadar Adit masih toples tanpa sehelai baju pun saat mereka tersadar Lili langsung keluar dari kamar mandi dengan muka merah sangat malu sekali dan Adit menggaruk rambut nya yang tidak gatal.


" Dasar Adit keterlaluan mandi kok pintunya ga di kunci." Gerutu Lili.


Setelah sarapan mereka berempat ngobrol di ruang keluarga sambil menonton televisi dan konyol nya di acara televisi itu sedang acara gosip.


Tiara sedang melakukan wawancara dan di acara gosip itu Tiara dengan bangga menggandeng tangan Adit sambil menjelaskan " Ya do'ain yah semoga hubungan kami langgeng dan lancar sampai ke pernikahan."


perasaan Adit jadi merasa tidak enak apalagi melihat pandangan Mama Mira, Mawar dan Lili mengarah ke Adit dan sangat menghakimi.


" Ma itu wawancara nya sebelum ada kejadian malam itu." Adit menjelaskan tanpa di tanya.


"Bohong Ma dia memang masih pacaran sama Tiara, kemarin dia ada acara di mall tempat Lili kerja dia datang sama Tiara." Ujar Lili.


" Lili itu cuma kerja." Bela Adit.


" Cih... Kerja, alasan." Ucap Lili sinis.


" Lili kamu cemburu sama Tiara?" Tanya Adit dan membuat mata Lili melotot.


" Lama - lama aku dekat sama Adit bisa darah tinggi." Gumam Lili gondok.


Kenapa sih akhir - akhir ini Lili merasa hidup nya sangat kacau semuanya gara - gara Adit, hidupnya jadi tak tenang lagi.

__ADS_1


__ADS_2