
Setelah mandi aku keluar kamar hendak makan dan di meja makan tampak pemandangan yang bikin Lili ga habis pikir dengan kelakuan Mama dan Mawar yang sedang berebut melayani Adit.
" Apa - apa an mereka? Norak banget." Batin Lili saat melihat Mama duduk di sebelah kanan dan Mawar duduk di sebelah kiri Adit, mereka berdua berebut mengisi piring Adit dengan nasi dan lauk sampai penuh.
Sedangkan Adit makan dengan santainya tidak terganggu sama kelakuan Mama dan Mawar.
Aku berjalan mendekati meja makan dan duduk di depan Adit " Ma, Mawar hentikan mengisi piringnya Adit, kasihan ga akan habis makanan sebanyak itu."
" Apaan sih, kalau kakak mau ikutan sini, ga usah pura- pura ga peduli, padahal....." Mawar berkata dan menggantung ucapannya.
" Yah Lili memang begitu Mawar, kakak mu itu suka pura - pura tak peduli sama aku padahal dia ngefans juga sama aku." Ucap Adit jumawa.
"Hoek... Mau muntah mendengar nya juga, kepedean." Gumam Lili sambil memutar bola matanya.
"Lili aku dengar." Adit berkata sambil mata nya melotot kearah Lili.
" Udah - udah jangan ribut, Lili cepat makan bukannya kamu tadi malam ga makan, kamu pasti lapar lagian kamu kan habis sakit jadi harus banyak makan." Lerai Mama.
Setelah makan pagi, karena hari ini adalah hari libur dan Adit Pun sedang free dan baru ada ada kegiatan sore hari jadi Mama Mira, Mawar dan Adit berkumpul diruang keluarga sedang kan Lili ga ikut karena ngantuk mau tidur lagi, mereka bertiga menonton Televisi sedangkan Adit melihat - lihat album foto keluarga Lili, Adit baru tahu ternyata Ayah Lili sudah meninggal sejak Lili dan Mawar masih kecil.
" Ma Mawar waktu kecil lucu banget ya Ma."
" Mana?"
" Yang ini Ma?" Tunjuk Adit ke foto anak perempuan yang sedang main ayunan sambil tersenyum.
" Ini Lili... Adit."
" Masa sih Ma ko ga mirip?" Kata Adit ga percaya.
" Ini Lili Adit kalau Mawar waktu kecil yang ini." Ucap Mama menjelaskan sambil menunjukan yang mana Mawar dan Lili waktu kecil.
__ADS_1
" Ma kok bisa yah berubah gitu ? kirain Lili kaya gitu sudah dari kecil."
" Dia berubah sejak SMP Adit, kamu kan pertama kali ketemu pas dia sudah besar dan penampilan nya sudah kaya gitu."
" Dulu dia anak yang cantik dan ceria tapi waktu SMP dia menjadi korban bullying makanya dia berubah kaya gitu." Ujar Mama Mira sedih.
" Kok bisa Ma?"
" Ya ini semua salah Mama dan Mama sangat menyesal sampai sekarang, Mama yang hanya seorang singel mother terlalu sibuk mencari nafkah buat memenuhi kebutuhan anak - anak sampai Mama tidak memperhatikan dan tidak peka ternyata Lili menjadi korban bullying oleh teman - temannya di sekolah, dia sering meminta pindah sekolah tapi Mama tidak mengindahkannya bahkan Mama tak bertanya alasan dia minta pindah apa? sejak itu dia mulai tertutup dan jadilah dia seperti sekarang ." Ucap Mama sambil terisak.
" puncak nya adalah saat Lili pulang sekolah rambut nya acak - acakan, bajunya robek dan juga terdapat memar di tubuhnya dan sampai sekarang pun Mama ga tau Lili di buli karena apa, Mama datang ke sekolahnya minta pertanggung jawaban karena tak terima Lili di perlakukan seperti itu tapi dari pihak sekolah tidak meresponnya."
" Akhirnya Lili keluar sekolah dan dia depresi, setelah berobat ke psikiater selama satu tahun barulah dia mulai bisa berbaur dengan orang lain lagi dan akhirnya Lili Mama pindahin sekolahnya dan sejak saat itu dia berdandan seperti itu."
" Mama...." Mawar memeluk Mama Mira.
Adit pun terdiam sambil merenung, pantas kadang kalau di perhatikan Lili tuh sebenarnya cantik cuma karena gaya rambut, pakaian, kaca mata tebal,behel nya yang membuat penampilannya aneh, pantesan dia tuh galak banget dan kadang nyebelin mungkin itu cara dia melindungi dirinya.
" Hai... Adit, kamu makin lama makin mesra saja sama Asisten culun mu itu." Ejek Budi sambil tertawa saat melihat Adit datang bersama Lili.
" Pantasnya juga dimasukin museum karena yang penampilannya kaya gitu tuh udah sangat langka." Surya ikut menimpali.
Sedangkan Adit hanya senyum saja mendengar kelakar dari teman - temannya.
" Adit aku mau ke pantry dulu dari pada harus mendengarkan ucapan mereka yang ga berfaedah." Ucap Lili lirih dan Jujur Lili sangat sakit mendengar ucapan teman - teman Adit yang yang ga punya perasaan itu dan Adit melihat kepergian Lili entah kenapa merasa kasihan.
" Sudah - sudah jangan ganggu Lili sama Adit,, lagian Lili itu ga seburuk yang kalian katakan." Bela Ridho.
" Ridho mata kamu sudah rabun kali kayanya kamu harus pake kaca mata deh, lagian jangan sok - sokan belain si culun Lili atau kamu ada hati sama si culun. " Ejek Bima.
" Sudah - sudah kalian ini kaya anak kecil aja, apaan sih ga jelas banget " Lerai Adit.
__ADS_1
" Kalian salah Lili itu cantik yang dia perlihatkan sekarang itu hanya kamuflase." Batin Adit.
Kami keluar dari agensi sudah malam dan Adit bersama para member lanjut ke klub malam dan menyewa private room dan ternyata mereka sudah janjian dengan pasangannya masing - masing ternyata Tiara sudah datang duluan, karena ga nyaman aku keluar dari ruangan itu dan kalau dipikir memang benar apa yang para member itu bilang cuma aku Asisten yang kemana pun Artis nya pergi selalu ada, kalau member yang lain juga sama punya Asisten tapi kalau urusan pribadi mereka tidak pernah ikut cuma aku, yah cuma aku itu karena Bunda Ita yang menyuruhku ikut kemanapun Adit pergi.
Karena bosan dan aku pun yakin Adit tidak memerlukan lagi kehadiranku sudah ada Tiara yang menemani, aku pun pulang ke rumah Bunda Ita Naik ojek online yang sudah aku pesan karena Mang Mamat harus menunggu Adit.
Saat memasuki rumah sudah ada Bunda Ita yang menyambut ku " Loh Lili kenapa kamu pulang sendirian, kemana Adit?"
" O... Itu Bun, Adit ada acara sama para member, ditemani Tiara jadi aku pulang saja."
" Loh kok gitu sih Lili kamu ini kan Asistennya harus nya kemanapun Adit pergi kamu ikut."
" Maaf Bun soalnya aku ga enak mereka pergi sama pasangannya cuma aku yang bengong sendirian dan aku jadi ga enak gara- gara aku Adit diledekin sama teman - temannya karena aku selalu mengikuti kemanapun Adit pergi."
" Ya sudahlah tapi lain kali jangan seperti ini abaikan ucapan mereka kalau ada apa- apa sama Adit gimana?"
" Maaf Bun."
" Ya udah sana kamu istirahat dikamar."
" Ia Bun." Lili pergi meninggalkan Bunda Ita dan masuk ke kamar yang biasa dia tempati.
Dret....Dret...
Saat Lili tidur ada telepon masuk dan Lili melihat jam, sudah jam satu pagi.
" Ada apa Adit... Jam segini telepon?" gumam Lili dan akhirnya Lili mengangkat telepon dari Adit.
" Halo... Halo.... Adit." Lili mengernyitkan dahinya heran karena ga ada suaranya.
Cukup lama sepi ga ada suara tiba - tiba" Lili tolong aku." Suara Adit terdengar serak.
__ADS_1