
Acara malam ini sangat meriah sekali, Lili baru sadar ternyata Adit kalau di perhatikan sangat tampan sekali dan aura nya keluar pantas saja banyak cewek yang tergila - gila sama dia.
Tapi sayang kelakuannya tak setampan wajahnya, acaranya berjalan lancar dan penontonnya pun sangat antusias sekali.
Ternyata Lisa pun sama manggung juga dan dari pertama datang dia udah nempel - nempel ke Adit terus.
Saat acaranya sudah selesai, Adit akan kembali ke Hotel, Lisa menarik tangan Adit " Adit aku mau ngobrol sebentar sama kamu."
" Ngobrol apa Lisa?"
" please... sebentar saja Adit."
" Lili kamu kembali ke hotel duluan sama yang lain, aku mau ada perlu sebentar sama Lisa."
" Ok... tapi jangan lama - lama besok kita harus sudah pulang lagi ke Jakarta jadi harus istirahat." Ucap Lili.
Saat Adit dan Lisa sudah pergi jauh, Lili berbalik arah mencari keberadaan Adit dan Lisa, Lili akan memulai menjadi mata - mata nya Tiara.
Mereka berdua pergi kearah yang agak sepi tapi cukup terang karena memang ada pencahayaan dari lampu taman di sana.
" Adit aku suka sama kamu, aku tau kamu ada hubungan sama Tiara tapi aku ga bisa hidup tanpa kamu, aku mohon terima aku, aku ga masalah kalau cuma di jadikan selingkuhan kamu" Ucap Lisa tanpa malu sedikitpun sambil memeluk Adit.
" Gila kamu Lisa." Ucap Adit marah sambil melepas pelukan Lisa.
Saat berbalik akan pergi Adit melihat seseorang yang sedang mengendap - endap di kegelapan malam dan dia penasaran siapa orang itu, Adit pun mendekati orang itu.
Lili ga sadar kalau Adit sudah berdiri di belakangnya.
eem...
Lili mendongak keatas, Lili pun cengengesan karena malu sudah kepergok Adit saat mau kabur telinganya dijewer oleh Adit.
" Aduh sakit, Lepas." Ucap Lili sambil memegang tangan Adit yang sedang menjewer telinga nya.
" Ini hukuman buat orang yang suka kepo dengan urusan orang lain."
" Ampun..." Ucap Lili memelas, akhirnya Adit pun melepaskan telinga Lili dan menghembuskan nafas nya lalu mereka berdua kembali ke hotel.
Sementara ditempat tadi " Awas kamu Adit tunggu balasan atas penolakan mu itu." Gumam Lisa sambil mengepalkan tangannya.
sekarang semuanya sudah kembali ke Jakarta lagi, pulang dari Bali Lili langsung menemani Adit syuting sebuah film layar lebar.
__ADS_1
Aku terpaku melihat Adit akting dengan lawan mainnya sangat serasi, kali ini pasangan nya adalah Nita Saputri, kalau menurut ku sih lebih cocok sama Nita daripada Tiara.
Kalau Tiara sekali lihat bisa menilai dia tuh orang nya agak bebas dan berani kalau Nita lebih kalem, ayu dan elegan, mereka juga chemistry nya dapat banget.
Tiba - tiba bahuku di tepuk oleh seseorang saat aku menengok ternyata Tiara, dia langsung duduk di sebelah ku.
" Dasar cewek genit." Gerutu Tiara
tampak dimata nya kalau Tiara sangat cemburu sama Nita.
Saat syuting nya sudah selesai, Adit berjalan kearah kami dan duduk di sebelah kanan Tiara karena aku ada disebelah kiri Tiara.
" Sayang kamu jangan jatuh cinta sama cewek genit itu." Ucap Tiara manja, sambil memeluk tangan Adit.
Sedangkan Adit diam saja tak membalas ucapan Tiara.
Aku memberikan air mineral ke Adit dan dia langsung meminumnya, lalu Tiara menyeka keringat Adit karena memang siang itu sangat panas ,aku jadi risih sendiri.
Aku berjalan pergi meninggalkan pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.
Aku melihat Nita dari jauh seperti sedang berantem dengan seorang cowok dan dia tampak sedang menangis.
" Dasar cowok, cewek secantik dan sebaik Nita aja di bikin menangis." Gumam ku.
" Terlalu ikut campur urusan orang lain." Ucap Adit.
" Cih... kamu sama aja kaya cowok itu tukang selingkuh." Gerutuku sambil meninggalkan Adit.
" Apa kaitannya masalah dia sama aku, kenapa aku di bawa - bawa, dasar cewek jadi - jadian." Ucap Adit geram.
" Ada apa sayang? kamu kok kesal gitu, Lili ngelakuin apa lagi ? Cecar Tiara sambil berjalan mendekat ke arah Adit, tadi memang Tiara ke kamar mandi saat keluar dari kamar mandi Adit tidak ada di tempat nya lagi saat di cari, ternyata Adit sedang bersama Lili dan Lili pergi meninggalkan Adit tampak agak kesal.
Selesai syuting kami bertiga pulang ke apartemen nya Adit, sekarang kami sedang makan malam pas dijalan tadi mampir ke sebuah restoran dulu untuk beli makan dan di bawa pulang.
di sela - sela makan Tiara berkata " sayang aku nginep yah, aku males pulang soalnya sudah malam banget, nanti tidurnya di kamar kamu yah sayang."
" Ga bisa ." Ujar Lili.
" Ih... apa - apaan sih kamu nyamber aja, aku ga ngomong sama kamu, aku lagi ngomong sama pacar aku, aku ingetin yah kamu itu cuma Asistennya jadi ga punya hak buat ngelarang larang aku sama Adit."
" Eh kamu sadar ga sih Tiara kamu tuh masih pacaran jadi ga boleh tidur bareng takutnya khilaf, kecuali kamu mau tidur sama aku."
__ADS_1
" Sayang... tuh lihat Asisten mu ini keterlaluan kamu terlalu baik jadi aja dia ngelunjak, kamu harus tegas sama dia."
" Kalian berdua pergi aja sana aku males dengerin kalian berantem terus aku cape mau istirahat."
Adit pergi ke kamarnya tanpa menghiraukan Tiara dan Lili.
" Ini semua gara - gara kamu, dasar Asisten rese." Hardik Tiara sambil pergi keluar apartemen, kini tinggal Lili sendiri yang pergi masuk kamar tamu yang biasa di gunakan buat Lili saat tidur di apartemen ini.
Pagi - pagi sekali Lili dan Adit sudah sibuk di tempat shooting dan sekarang Adit sedang memerankan menjadi seorang CEO, ada adegan dimana Adit mengusap rambut sebelah kanannya yang sudah disisir rapih menggunakan tangan kanan nya dan itu mirip adegan film korea yang dibintangi oleh Ahn Hyo Seop, A business proposal.
Adit sangat tampan sekali, Lili yang melihat adegan itupun sampai jantungnya berdebar dengan cepat " Akh... kaya nya aku harus berobat akhir - akhir ini jantung ku sering berdebar." Batin Lili.
Saat Adit sedang break, Lili ijin ke Adit mau berobat karena ga enak badan.
" Kamu memangnya sakit apa?" Tanya Adit sambil menempelkan tangan nya ke dahi Lili tapi ditepis oleh Lili.
" Ya kalau aku bilang sakit ya sakit." Ucap Lili judes.
" Aku antar setelah beres shooting."
" Ga usah aku bisa sendiri, cuma aku bingung nanti kamu gimana?"
" Ya sudah kalau itu mau mu habis berobat pulanglah, aku sama Bobi, minta mang Mamat anterin ke rumah sakitnya."
Lili pergi ke rumah sakit di anterin mang Mamat, ternyata dirumah sakit itu tempat Dokter Bela temannya Lili praktek.
" Hai Lili." Sapa Dokter Bela sangat senang menyambut kedatangan sahabat nya dengan sangat senang dan langsung memeluk nya.
" Ada apa Lili, kamu sakit?" Cecar Dokter Bela.
" Aku juga ga tau Bela sebenarnya aku sakit apa tapi yang jelas akhir - akhir ini jantungku sering berdebar sangat cepat, apakah aku sakit jantung?"
" Baiklah aku periksa dulu yah." Ucap Dokter Bela.
Lili melakukan beberapa pemeriksaan salah satunya adalah rekam jantung, setelah selesai di periksa Dokter Bela berkata" sepertinya kamu ga apa - apa Lili semua hasilnya bagus."
" Terus kenapa dengan jantungku yang sering berdebar ini?" Tanya Lili penasaran.
" Apakah jantung mu berdebar nya saat melihat seseorang atau kamu sering teringat orang itu ?" Tanya Bela lagi.
" Yah." Jawab Lili.
__ADS_1
Dokter Bela pun tersenyum " itu tandanya kamu sedang sakit syndrom jatuh cinta." Ucap Dokter Bela.
" What?" Ucap Lili terkejut.