
Jet akhirnya mendarat di bandara internasional dan Lucas turun dari sana.
Lucas menarik nafas dingin dan merasa baru kali ini menghirup udara yang bebas.7 tahun waktu dia habiskan bergelut dengan mesiu dan bom.
“Selamat datang jendral!” beberapa orang berbaris mengucapkan selamat.Seragam yang tampak serasi.
Lucas tidak menjawab apapun dan iblis darah datang membawa kopernya.
Semua orang melihat adegan ini dan penasaran tapi tidak berani untuk terlalu dekat.
“tuan muda!” pria tua berlari dari kerumunan.Lucas melihatnya dan tetap diam ditempat.
“apa si tua Bangka yang mengirimmu?” suara Lucas sangat dingin dan tegas.Pria tua bernama Edwin merasa takut dan mundur selangkah.
“bukan tuan muda! Ini keinginan pelayan tua yang mau melihat tuan muda!” Edwin membungkuk tapi Lucas tidak peduli dan langkahnya yang pasti mulai berjalan menjauhi semua orang.
“jangan pernah biarkan aku melihatmu ataupun tua Bangka itu!” Lucas berhenti sejenak memandang kebelakang sekilas.Edwin menunduk tidak berani menatap wajah tuan mudanya.
10 tahun lalu di kediaman keluarga Arta.Lucas diusir dari keluarga dan tidak ada yang membelanya satupun.Ibu hanya berpangku tangan dan ayah hanya diam.
Hati kecil Lucas merasa sangat sakit dan terluka.Dia pergi dari rumah tanpa membawa harta apapun.Kakaknya Dimas Arta dia selalu mengingat senyuman nya saat dirinya keluar dari rumah itu.
Perbandingan kasih sayang dan perhatian jelas terasa.Sejak itu Lucas pergi dan berjanji tidak akan pernah memiliki hubungan apapun dengan keluarga Arta ataupun Xander.
Lucas juga membenci seseorang yang memanggil namanya dengan Lucas Arta.Edwin menghela nafas.
“tuan muda,saat ini keadaan keluarga sedang kacau tanpa ahli waris dari kedua belah pihak keluarga.Kakakmu Dimas Arta mengalami kecelakaan dan meninggal,harapan satu satunya hanyalah tuan muda..jika tuan muda tidak mau lantas bagaimana dengan nasib keluarga Arta dan Xander?” Edwin berusaha membujuk.Lucas menunjukkan ekspresi dingin tapi didalam hatinya dia sangat terkejut mengetahui jika kakaknya sudah tiada.
__ADS_1
“aku bukan bagian dari mereka,aku tidak membutuhkan harta ataupun kepedulian mereka untukku!” Lucas mendengus dingin dan segera pergi dari sana didampingi Iblis darah.
Edwin ingin membujuk kembali,tapi Lucas sudah pergi dengan mobilnya.
“bagaimana?”
“Maaf tuan besar...tuan muda menolak dan dia bahkan tidak ingin melihat wajah kalian lagi..”
Didalam mobil.
Lucas hanya diam disana sedangkan iblis darah menyetir,sesekali dia menatap wajah Lucas yang saat ini terlihat ditekuk dan aura dingin yang samar keluar.
Iblis darah tidak berani bernafas terlalu keras dan diam seperti patung disana.
Ckittt....
“apa yang terjadi?” Lucas mengintip dari kaca dan melihat jika disana seorang gadis kecil dengan pakaian lusuh terduduk ditanah dengan takut.
Lucas segera keluar dari mobilnya dan berjalan mendekati anak ini.Dia anak perempuan,tidak tahu rupanya.
“nak apa yang kau lakukan dijalanan begini?” Lucas memegang pundak anak perempuan dengan pelan dan suaranya yang lembut hampir membuat iblis darah terjungkal dan batuk.
“paman..maafkan aku...jangan pukul aku!” anak perempuan ini tampak takut dan Lucas terdiam.sepertinya anak ini memiliki semacam trauma dengan orang asing.
“tidak..paman tidak mungkin memukul mu anak manis,apa mau paman gendong? Paman bukan orang jahat.” Lucas memegang tangan anak perempuan dan menaruhnya di tepi jalan lalu membungkuk dan tersenyum lembut padanya.
Wajah anak ini terlihat manis,hanya saja tertutup debu.
__ADS_1
“benarkah?” anak perempuan mulai menangis dan suaranya membuat Lucas entah kenapa merasa sakit,dia dengan cepat memeluk anak ini untuk menenangkannya.
“tentu saja!” Lucas mengangguk dan tersenyum menghapus air mata gadis kecil itu dengan tangannya sendiri.
“dimana ibu atau ayahmu nak?”
“ibu dia dirumah dan ayah...aku tidak punya ayah.” Anak perempuan berkata dengan pelan dan Lucas entah kenapa perasaannya campur aduk melihat anak ini.
“baiklah paman akan mengantarmu pulang yah,tidak baik anak manis ini untuk berjalan sendiri.” Lucas meraih anak perempuan kecil ini,dia juga tidak menolak malah terlihat nyamanuu mengalungkan tangannya pada Lucas.
“siapa namamu nak?”
“namaku....Mea.” Mea terlihat enggan melepaskan Lucas,entah kenapa dia merasa nyaman dengan tatapan dan sentuhan dari paman ini.
“wah nama yang indah.” Lucas tersenyum tulus.Dia merangkul Mea sampai ke mobilnya dan iblis darah juga siap tapi masih bengong ditempat.
Iblis darah tidak pernah melihat Lucas tersenyum pada siapapun bahkan dirinya.
Dia selalu terlihat dingin.
Lucas yang diimpikan banyak wanita,selain paras yang sangat tampan tapi juga mapan ini tersenyum!
Mungkin dia tidak akan percaya jika bukan dia yang melihatnya hari ini.
“Lion,jalan!” Lucas memanggil nama asli iblis darah,Yah itulah nama asli Iblis Darah,Dia adalah tuan muda dari keluarga Aston.Keluarga tingkat 1 dari selatan.Dijuluki sebagai iblis darah,Karena sangat suka melihat darah musuhnya,Bringas,Kejam,Tanpa ampun.2
“kau tahu?.ada gadis kecil ini..apa pendapatnya jika aku memanggilmu iblis darah?” suara Lucas kecil tapi iblis darah bisa mendengarnya dengan jelas.Dia tersenyum dan mulai melajukan mobilnya mengikuti arah rumah dari gadis kecil.
__ADS_1