
Tidak ada yang tahu seringai Lucas melihat Rucky Son pergi,Dia diam diam melihat uang yang berhamburan di tanah.Tak ada niat mengambil,Dia justru kembali ke mobilnya dan langsung pergi.
“Sepertinya kau sudah mengatasi masalah itu?” Limea tertawa kecil,Ada nada sindiran didalamnya.Baru sampai jalan saja sudah ada masalah.
“Tentu saja.” Lucas tidak tersinggung atau marah,Dia tersenyum main main menyentuh dagu Limea.Mengedipkan matanya,Limea langsung tersipu.
“Hari ini Mea di....” Limea terpaksa menelan kata kembali saat sadar kalau ayahnya masih ada didekat.Jika dia mengatakan sebenarnya,Ayah Heru bisa serangan jantung mendadak.
“Tidak perlu dipikirkan lagi,Aku sudah membereskan semuanya.” Lucas tersenyum,Dia menyentuh puncak rambut istrinya.
“Terima kasih,Jika bukan karena mu...mungkin sudah dari awal keluarga ini akan hancur..” Limea hampir menangis,Suaranya bergetar.Sekuat apapun dia,Tetap masih wanita yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.
Dipermukaan bisa tenang,Tapi didalamnya penuh dengan gelombang.Dengan hidup yang berjalan seperti air yang pasang dan surut.Tidak ada kebahagiaan jika tak ada rasa sakit,Semua butuh pengorbanan.Begitupun kita yang terlahir didunia dengan pengorbanan seorang ibu.Dan kita yang juga harus berkorban untuk hidup.
“Tak perlu terima kasih,Ini kewajiban ku sebagai seorang ayah dan suami untukmu,Sekaligus menantu keluarga ini.” Lucas menutup mulut Limea dengan lembut,Dia menggeleng dan mengatakan hal baik yang membuat limea langsung tersenyum.
“Maafkan aku jika selama ini sudah membuat kalian menderita,Aku berjanji akan memberikan kalian hidup yang lebih baik.” Lucas menjadi dingin.Mengingat perlakuan semua orang terhadap keluarganya,Dia tak punya simpati.
Sepanjang perjalanan,Lucas dan Limea saling berbagi cerita.Akhirnya mereka tiba ditempat yang Lucas katakan.
__ADS_1
“Ayah...Kita sudah sampai? Aku mengantuk.” Mea mengusap matanya,Dia sudah sadar saat didalam mobil.Tidak ada ketakutan dimatanya saat mengingat adegan penculikan,Karena dia tahu ayahnya akan hadir sebagai pahlawan dan menyelamatkannya.
“Ini sudah sampai,Tadaaa.” Lucas membuka pintu mobil,Menunjuk salah satu rumah dengan tersenyum.
“Ini....” Anne dan yang lain tercengang,Rumah ini lebih besar dari rumah mereka yang sebelumnya.Walau tak sama seperti kediaman keluarga sun,Tapi itu sudah yang terbaik dengan halaman dan suasana yang benar benar bagus dengan pemandangan alam terbaik.
“Ini akan menjadi rumah kita.” Lucas mengangkat koper mereka,Lalu menuntut semuanya masuk kedalam rumah.Saat masuk,Mereka sekali lagi kagum dengan desain yang elegan dan tidak terlalu bercorak tapi estetik.
“Benarkah ini rumah baru ku?” Mea langsung meloncat dipelukan Anne.Dia memandang rumah barunya dengan kagum.
“Benarkah ini rumahmu Lucas?” Heru tidak yakin,Dia mengenal Lucas,Tidak mungkin dia bisa melakukan ini.
Terdiam.
Anne dan Heru bungkam.Limea hanya terlihat bahagia.
“Ini akan jadi kamarku! Ayah..Aku ingin tidur berdua denganmu!” Mea bahagia sekali,Dia menarik Lucas mengabaikan Limea yang tampak cemberut.
“Apa kau tak ingin tidur dengan ibu sayang?”
__ADS_1
“Tidak! Aku ingin tidur dengan ayah Bu,Aku ingin tidur dengannya sekali saja!” Mea menggeleng,Dia menarik tangan Lucas,Matanya berkaca kaca.
“Oke,Baiklah!” Limea menyerah,Dia berhenti berdebat.Mea langsung menarik Lucas kekamar yang akan dia tempati.
“Istriku,Ayah,Ibu,pilihlah kamar yang kalian inginkan,Aku akan menemani Mea dulu.”
Semuanya hanya mengangguk,Mengangkat koper mereka,Dan mulai mencari kamar yang menurutnya cocok.
“Ayah,Aku ingin mencium mu.” Mea menarik Lucas,Dia mencium pipinya dan bahagia.
Tidak lama menangis,Ini pertama kalinya setelah 7 tahun tidak pernah merasakan apa itu memiliki ayah.
“Nak,Maafkan ayah yah sudah meninggalkan ibumu dan kamu,Ayah janji setelah ini kita akan terus bersama.” Lucas mencubit lembut pipi anaknya.Dia meletakkannya dikasur.
“Janji?”
“Janji!” Lucas terkekeh,Dia dengan jari kelingking berjabat dengan tangan Mea yang kecil.
Akhirnya malam berakhir.Selamat malam semua.
__ADS_1