Ayahku Dewa Perang

Ayahku Dewa Perang
Kemarahan Limea


__ADS_3

Brakk!!


Pintu rumah Limea didorong dengan kasar,Barry masuk dengan wajah angkuh.


“Ada apa ini?! kenapa kau tidak sopan sekali masuk dengan kasar begitu?!” Limea buru buru keluar dari kamarnya,Dia melihat Barry yang saat ini berdiri dengan angkuh didepan pintu.


“Ada apa?! Tentu saja aku ingin mengatakan satu hal! Karena kau sudah bisa melihat,Bukan berarti perusahaan akan kembali diberikan padamu! Dan yah,Jangan berharap untuk meminjam uang lagi pada ulang tahun anak mu itu!” Barry menunjuk Limea dengan sinis.


“Tidak! Bagaimana mungkin perusahaan tidak akan diberikan padaku?! Aku sudah menghubungi nenek tadi,Katanya dia akan memberikan keputusan yang adil!” Limea tidak percaya.


“huh! Keadilan?! Yang pantas itu adalah perusahaan akan tetap menjadi milik perusahaan sun! kau sudah tidak berhak lagi atas perusahaan Bounzy Company!” Barry mendengus,Dia tersenyum mengejek.


Limea mengepalkan tangannya,Anne yang dibelakangnya juga sama.Tapi ini adalah urusan anaknya.


“Bagaimana mungkin perusahaan itu bisa jatuh pada tangan keluarga sun?! Itu adalah milik ku! aku yang sudah merintisnya dari awal! bagaimana kalian bisa egois mengambil perusahaan yang seharusnya akan jadi milik putriku?!” Heru dengan tongkat nya berjalan pelan dihadapan Barry.


Barry langsung terkejut,Dia mengusap matanya tidak yakin.


“Bagaiman kau bisa sembuh?! Bukankah kau cacat?!”

__ADS_1


“Jangan bicarakan omong kosong! Jika kalian tidak memberikan perusahaan itu! maka kami akan menuntutnya ke pengadilan!” Heru tidak peduli sama sekali,Dia melemparkan berkas copy kepemilikan perusahaan ke meja.


“Ini adalah bukti kepemilikan! Kami memiliki bukti yang valid! Kalian setidaknya harus tahu diri!” Semenjak dia mengetahui kalau ternyata dia bukan anak kandung nenek sun,Heru sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan keluarga itu!


“Hahaha! Kalian terlalu naif..Kalian kira hanya kalian yang punya surat itu?! Kami juga punya.” Barry langsung tertawa,Dia membuka koper yang dibawanya,Melemparkan berkas biru diatas meja.


“bagaimana mungkin?! ini pasti palsu!” Anne langsung teriak,Dia melihat bukti kepemilikan di tangan Barry.


“Apanya tidak mungkin?! kali ini kalian sudah kalah dan kami yang menang! hahaha!”


“oh ya,2 hari lagi putriku akan ulang tahun,Sebagai seorang yang baik,Maka aku mempersilahkan pengemis untuk hadir! Mungkin dengan hadir disana kalian akan bisa makan enak..” Barry menyindir,Dia langsung keluar dari rumah dengan santai.


“Apa yang terjadi?! kenapa surat ini terlihat begitu asli! bahkan ada tanda tanganku didalamnya?!” Limea frustasi,Dia melirik berkas Barry ditangannya.Disana sudah jelas dia menyetujui persyaratan pengalihan perusahaan.


limea memang menyetujui surat pengalihan!


tapi...kapan?


“Tenang saja istriku,semuanya akan membaik.Perusahaan itu akan tetap menjadi milikmu.” Lucas memeluk istrinya yang terduduk sedih.

__ADS_1


“yah putriku! itu adalah perusahaan keluarga kita,bukan keluarga sun,Jadi mereka tidak berhak mengambilnya!” Anne juga menenangkan putrinya.


Heru hanya diam,Dia menangis dihatinya.Itu adalah perusahaan hasil kerja kerasnya selama masa muda,Sekarang malah dirampas keluarga sun.


“Kau tidak tahu apapun! cukup! biarkan aku sendiri!Kau tidak bisa melakukan apapun,jadi diamlah!” Limea meraung,Dia mendorong Lucas dengan kasar dan berlari langsung kedalam kamarnya.


Lucas tertegun.


Dia tidak sangka Limea akan begitu sedih dan menderita karena perusahaan ini.


‘Itu akan tetap menjadi milikmu!’


Brakk!!


Pintu kamar tertutup dengan keras,Lucas kaget mendengarnya.


“Dia tidak biasanya begitu marah...” Lucas memejamkan matanya,Dia tak berdaya menenangkan amarah Limea.


“Pergilah keluar,Jemput mea dari sekolah!” Anne menggeleng,Dia bangkit membantu suaminya dan pergi ke kamar meninggalkan Lucas.

__ADS_1


“yah ibu..”


Tunggu sampai tenang,Baru bicarakan lagi.


__ADS_2