Ayahku Dewa Perang

Ayahku Dewa Perang
Pergi Atau Tidak?


__ADS_3

Tapi Anne tidak percaya dan dia menarik tangan Lucas untuk segera pergi dari rumahnya.Limea tidak tega dan segera membungkuk dihadapan ibunya agar Lucas tidak diusir pergi.


Dia sangat mencintai Lucas bahkan melebihi siapapun.


“limea..” Anne langsung melepas tangan Lucas dan memeluk Limea disana.Lucas terdiam dan tidak bicara apapun lagi.


“lucas..kenapa kau pergi saat itu?” ayah mertua Lucas datang mendorong kursi rodanya.Dia bertanya dengan pelan memandang wajah Lucas.


“aku saat itu merasa tidak berguna sebagai suami dan memilih untuk pergi sampai aku sukses dan bisa membahagiakan kalian..” Lucas menunduk dan memegang tangan ayah mertuanya.


“maafkan aku ayah...” Lucas menangis disana dan terus berlutut memegang kaki ayah mertuanya.


“aku marah sangat marah tapi..kasih sayang ku pada anakku lebih besar dan cintaku pada cucuku sangat dalam..mereka ingin sosok ayah dan suami maka aku akan memaafkan mu..tapi berjanjilah!” ayah mertua,Heru sun.Tampak luluh dan memegang kepala Lucas.


“aku berjanji!” Lucas tidak bertanya janji apa itu,selama bisa bersama Limea dia bersedia.


“berjanjilah untuk membahagiakan putriku dan tidak meninggalkannya walau dalam keadaan buta sekalipun!” Ayah mertua berkata dengan tegas.


“aku berjanji ayah! Aku berjanji!” Lucas membenturkan kepalanya ditanah berkali kali dan limea yang mendengarnya segera berjalan ke Lucas lalu memeluknya.


Hari sudah malam dan keluarga Limea duduk diruang tamu kecil menikmati beberapa makanan sederhana yang terhidang disana.


Lucas tidak mengeluh dan justru merasa bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.Mea anaknya juga selalu didekatnya dan memeluknya.


Anne tidak bicara dan diam,dia masih marah pada Lucas dan hatinya masih sangat kecewa.


Lucas sadar dan dia menunduk dihadapan ibu mertuanya dengan raut penyesalan.

__ADS_1


“kamar kami sempit dan tidak ada ruang..” Anne berbicara keras dihadapan Lucas.


“aku akan tidur diruang tamu..” Lucas tersenyum dan memandang Limea yang duduk disana menyiapkan beberapa lauk untuknya.Wajah Limea masih sangat cantik dan senyuman nya indah seperti rembulan.


“huh!” anne mendengus dan setelah acara makan selesai dia segera membereskannya bersama Limea dan Lucas juga ikut membantu.


Malam hari.


Semua orang sudah kembali ke kamar nya masing masing dan Lucas duduk diruang tamu.


“lu..Lucas..apa kau dingin? Ini...selimut.” Limea datang memberikan selimut pada Lucas.Jalannya terlihat meraba dan Lucas dengan sigap langsung merangkulnya.


Wajah Limea memerah dan dia tersenyum memberikan selimut lalu segera pergi ke kamarnya.


“terima kasih!” Lucas berkata tulus menerima selimut dan memeluknya.Aroma Limea terasa di selimut ini dan itu membuat Lucas merasa nyaman.


“aku berjanji tidak akan pernah membuatmu menderita lagi!” Lucas mengepalkan tangannya.Lucas mengingat perkataan ibu mertuanya tentang pria yang hampir memperkosa Limea.


“iblis darah!” Lucas mengambil telepon dan segera menghubungi iblis darah.


“ada perintah jendral?” iblis darah menjawab dari sana,dia terdengar semangat.


“panggilkan dokter mata terbaik di dunia untuk istriku dan selidiki tentang masa lalu keluarga istriku!” suara Lucas terdengar dingin.


“baik jendral!” iblis darah mengangguk dan Lucas segera mematikan ponselnya.


Plang..

__ADS_1


Suara kaca pecah terdengar dan itu berasal dari luar.Lucas dan seisi rumah langsung terbangun.


“ada apa?” Anne lebih dulu datang.Wajahnya terlihat cemas dan dia buru buru mengintip keluar jendela,wajahnya langsung pucat.


“ibu....apa dia lagi?” Limea keluar dari kamar dan wajahnya terlihat takut.Lucas segera merangkul untuk menenangkannya.Barulah Limea merasa nyaman.


“iya!” Anne mengangguk dan tidak berani membuka pintu.


“siapa dia?” Lucas bertanya dengan penasaran menatap semua orang disana.


“dia itu orang jahat..dia selalu memaksa mama untuk bersamanya!” Mea yang menjawab.sepertinya dia juga tahu masalah ini.


Lucas terlihat marah.


“tenang saja,aku akan membereskannya!” Lucas menepuk lundak Limea.


“benarkah?” Limea menyambut tangannya dan suaranya terdengar penuh dengan harapan.


“apa kau gila?! Mereka akan memukulmu sampai mati!” Anne tidak yakin,dia segera menarik Lucas tapi suaminya menghentikannya dan menggeleng,Anne dengan enggan melepaskannya,wajahnya masih penuh kebencian.


“aku tidak akan terluka!” Lucas berkata tegas.Dia segera keluar dari rumahnya dan berjalan menuju orang yang melempar batu.


“limea! Keluar kau! Jika hari ini aku tidak bisa membawamu..jangan salahkan aku bersikap kasar!” seorang pria muda dengan pakaian mewah ditemani beberapa orang berdiri dan berteriak disana.Semua tetangga tidak berani keluar dan diam didalam rumah.


“benarkah?”


Suara dingin terdengar dan pria muda itu segera berhenti melihat Lucas yang keluar dari rumah Limea.

__ADS_1


“siapa kau hah? Kau dengar yah..aku ini tuan muda Darwin dari perusahaan Meco Coorperation! Jika kau berani menghalangiku! Maka itu tidak akan baik untukmu!” Darwin sangat sombong.Dia berkata dengan jijik.


“aku tidak tahu perusahaan bajingan mana itu! Yang aku tahu kau pergi dari sini atau kau tidak akan kembali dengan utuh?” suara Lucas dingin dan udara tiba tiba terasa sesak.


__ADS_2