Ayahku Dewa Perang

Ayahku Dewa Perang
Anne dalam masalah


__ADS_3

“jangan terlalu dipikirkan,ibu itu orang yang baik,hanya saja masih kesal.” Limea memegang pundak Lucas dengan lembut.


“aku mengerti.” Lucas tersenyum,dia memegang kepala Limea dengan lembut dan memeluknya Limea langsung tersipu.


“baiklah,mari kita tidur!” Ayah mertua langsung berdehem dan masuk kedalam rumah.Mea sudah tidur lebih dulu ditemani Anne,jadi tidak perlu khawatir.


Lucas mengangguk dan masuk kedalam bersama Limea bersama.


Pagi hari.


Semua orang duduk diruang tamu tanpa meja.Anne menyiapkan makanan dengan Limea,Lucas hanya duduk dan bermain bersama mea.


“Lucas! Kau suami Limea,jadi kau harus pergi bekerja,Jangan jadi pemalas!” Anne berkata ketus,sengaja mengeraskan piringnya didepan Lucas.


Lucas tersenyum canggung.


“aku sudah menabung beberapa uang untuk kebutuhan kita ibu mertua,ini.” Lucas langsung mengeluarkan kartu bank ditangannya.BlackCard.Itu adalah kartu bank terkecil yang bisa dimiliki.


“nah ini baru bagus,berbakti jadi suami dan menantu yang baik! Dengan uang ini aku akan membeli kebutuhan rumah,tapi awas kau kalau kartu ini tidak bisa dipakai..aku akan mencekikmu sampai mati!” Anne langsung mengambil garpu ditangannya dan menusuk tahu yang ada dipiring Lucas.


Lucas merinding,Dia tidak tahu apa kartu itu bisa dipakai atau tidak,Ario Lason yang memberikan ini padanya.


“tenang saja ibu mertua,kartunya aman dan terpercaya!” Lucas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“sebaiknya begitu!” Anne langsung menyimpan baju kartu itu di saku bajunya.Semua yang ada dimeja memandang Anne dan Lucas sambil tersenyum geli.


Lucas juga lega.Dia langsung memakan makanannya.


“Lucas,Jadi ayah kau harus berbakti,Antar cucuku ke sekolahnya! Aku akan belanja dengan kartu ini!” Anne memegang kartu ditangannya dan berkacak pinggang dihadapan Lucas menyuruhnya mengantar mea kesekolah.


“baik ibu mertua!” Lucas mengangguk dengan senang.Dia tidak pernah mengantar mea kesekolah,jadi ini kesempatan yang bagus.

__ADS_1


“awas kalau cucuku sampai kau bawa kabur! Jangan harap bisa lolos dari aku!” Anne langsung pergi kedapur membersihkan piring.Limea yang tidak tahan langsung ketawa sedangkan Lucas hanya cemberut saja.


“baik lah.Aku akan pergi mengantar Mea kesekolah,Istriku jaga diri baik baik dan ayah mertua,aku berangkat.” Lucas berpamitan untuk mengantar mea kesekolah.


“baiklah.” Limea mengangguk dan menyalami tangan Lucas sambil tersipu.Lucas juga senang dan mencium dahi Limea.


“aduh! Aduh! Putriku! Jangan mau dicium lelaki gatel ini! Dia itu hanya modus biar bisa merebut hatimu lagi!” Anne tiba tiba datang langsung membersihkan kening Limea dan menatap Lucas dengan sengit.Lucas hanya tersenyum tidak berdaya dan pergi mengantar mea.


“ayo ayah!” mea sangat senang dan menarik tangan Lucas untuk pergi.Dia tidak pernah diantar oleh ayahnya,jadi dia sangat bahagia.


“ayo putri tersayang ayah!” Lucas menggendong putri kecilnya yang manis dan segera pergi.


Di Mall Rakyat.


Anne saat ini berbelanja semua barang yang dia butuhkan kedalam troli,dia akan menghabiskan uang menantunya itu biar bangkrut.


Anne tersenyum puas memandang kartu yang sama sekali tidak dia ketahui nilainya itu dengan seringai,dia ingin melihat reaksi menantunya saat tahu kalau uangnya sudah dia habiskan.


Semua itu baju diskonan.Anne tidak melihat total harganya dan hanya memasukkan semua barang kedalam troli lalu lanjut membeli daging dan sayur untuk makanan selama seminggu kedepan.


Semua orang memandang Anne dengan heran.Tapi Anne tidak peduli dan terus berbelanja.


Akhirnya 2 troli penuh dan Anne segera pergi kekasir membayar semua barang belanjaannya.


Kasir memandangnya dengan mencibir,dia melihat jika semua barang ini adalah barang yang murah dan diskon.Pakaian Anne sangat murahan.


Anne segera mengeluarkan kartu yang menantu tidak berbaktinya berikan pada kasir.Kasir terkejut dan wajahnya langsung pucat.


“tunggu disini! Jangan kemana mana!” kasir memperingatkan Anne dan langsung pergi dengan Hp di ditangannya.


Anne sangat heran dengan reaksi kasir,tapi dia tidak peduli.

__ADS_1


Anne ingat jika tidak punya kendaraan untuk pulang,dia segera menyuruh menantu durhakanya untuk menjemput segera.


“ini pak orangnya!” kasir segera kembali dengan orang berjas dan beberapa pengawal,wajah Anne langsung pucat melihat kasir yang tiba tiba menunjuknya.


“ada apa ini,kenapa saya?” Anne berkata dengan suara gemetar.


“kau sudah mencuri kartu blackcard ini! Dan kau berlagak tidak tahu? Dasar maling kartu!” kasir berteriak.


“apa? Kartu apa?” Anne bingung dan wajahnya saat ini mengerut.


“kartu ini! Apalagi hah?!” pria berjas melempar kartu blackcard diatas meja dan memandang Anne dengan tajam.


“saya tidak mencuri pak hik! Ini tadi diberikan menantu durhaka pada saya! Dia bilang ingin berbakti dan memberi saya kartu ini untuk belanja!” anne langsung terduduk dan menangis disana.Dia takut melihat orang orang disana menatapnya dengan tajam seperti itu.


“jangan berbohong! Dasar penipu! Apa kau kira ini kartu biasa? Wanita pencuri! Sekarang katakan! Dari orang kaya mana kau mencuri kartu ini hah?!” manajer menendang Anne,baginya orang miskin ini tidak tahu diri sekali sampai berani memegang kartu blackcard.


“tapi saya tidak berbohong pak!” Anne memegang keningnya yang berdarah karena tendangan pria ini.


Plakkk!


“jangan berbohong kau!” pengawal yang dibelakang menampar Anne dengan keras hingga tersungkur.


“Bawa dia kekantor polisi un-!” manager ingin membawa Anne segera ke kantor polisi,tapi sebuah tangan langsung mencengkram nya dengan erat.


“atas dasar apa kau berani memenjarakan mertua ku?” Lucas berkata dingin menatap pria manager dengan tajam.


“kau siapa hah?!” manager marah.


“aku adalah menantu dari wanita yang kau siksa!” Lucas saat ini datar tanpa ekspresi.


“berani sekali kau berbicara tidak sopan padaku?!” manager berusaha melepaskan tangan Lucas tapi tidak bisa,wajah nya langsung panik.

__ADS_1


Arrggh....sakit.


__ADS_2