Ayahku Dewa Perang

Ayahku Dewa Perang
Aku bisa menahan apapun,Kecuali melihat tangisan mu


__ADS_3

Tidak tahu apa yang terjadi di keluarga Son,Lucas memesan taksi bersama keluarganya untuk pergi ke acara amal,Limea sudah membaik,Ayah mertua masih dalam perawatan,Jadi Anne tidak akan ikut.


“Mas,Kau yakin kita bisa datang ke acara itu? ini...” Limea yang disana merasa ragu,Tidak apa tidak pergi,Tapi kalau sampai dipermalukan dan diusir tidak hormat,Membayangkan saja membuat limea takut.


Lucas tersenyum mendengar nada khawatir limea,Dia dengan lembut memegang tangannya “Tidak akan terjadi sesuatu,Percayalah.”


“Aku....Percaya.” Limea pasrah,Saat ini dia memakai gaun merah yang indah dengan rambut tergerai membuat kecantikannya begitu sempurna,Gaun ini Lucas hadiah kan untuk istrinya.


Sedangkan Lucas hanya berpakaian santai tapi masih formal,Ini permintaan limea, karena cuaca dingin, Lucas meminta limea memakai mantel bulu putih di lehernya.


“Mau kemana kalian?!” Baru saja akan masuk kedalam tempat acara,Limea dan Lucas langsung berhenti saat mendengar seseorang berteriak pada mereka.


“Tentu saja mengikuti acara.” Lucas menjawab santai,Tapi suara nya terdengar menyebalkan bagi Anjani dan Barry.


“Hah?! Apa aku tidak salah dengar ya? kau ingin masuk kedalam acara?! Ini tempat yang tidak pantas kalian datangi,Sebelum aku mengusir kalian,Sebaiknya kalian segera pergi dari sini.” Anjani mendengus dingin,Dia mendorong Lucas untuk segera pergi dengan kasar.


Lucas terlihat dingin,Berani sekali wanita murahan ini memegang tangannya,Dia tidak pernah memberikannya izin.


Lucas langsung menghempaskan genggaman Anjani dengan keras sampai dia tersungkur kesakitan di tanah.


“Beraninya orang sampah dan miskin seperti kalian berbuat begini dengan ku hah?!” Anjani langsung bangkit dibantu Barry,dia sangat marah.

__ADS_1


“Omong kosong,Minggir,Kami ingin masuk.” Lucas terlihat sinis,Dia mendorong Barry dan Anjani yang tidak mau minggir dari jalannya sama sekali.


“heeh...Kalau aku tidak mengizinkan bagaimana?” Barry terkekeh,Dia memandang Limea dan Lucas bergantian,Tatapan nya sedikit miring ke limea,Wajah limea memang cantik,Tapi karena jarang dipoles,Jadi agak kusam,Tapi sekarang,Setelah berdandan wajahnya menjadi sangat cantik.


“Kalian! Berhenti menganggu kami,Lucas dan aku hanya ingin masuk,Apa urusannya dengan kalian hah?!” Limea sangat kesal,Dia tidak menyangka jika kedua orang ini selalu menghambatnya.


“Tentu saja,Memangnya apa yang kalian punya untuk ikut dalam acara?! Uang kalian bahkan tidak ada,Apa yang akan kalian beli nanti saat masuk kedalam sesi lelang?! Daun! Jangan bercanda hahaha!” Barry tertawa bersama Anjani,Mereka sangat merendahkan Lucas dan Limea.


Tatapan semua orang yang ada disana segera dingin,Mereka melihat Lucas dan Limea seperti melihat seorang badut.


Melihat semua ini,Wajah limea bersemu merah karena malu,Dia menutup wajahnya dengan tangan.


Limea mulai menangis,Dia tidak kuat jika seperti ini terus.


“Iya!” Limea mengangguk dengan cepat,Dia melihat Lucas yang ikut menatapnya dengan senyuman.


‘Tampan...’ Wajah Limea memerah,Dia tidak pernah melihat Lucas selain saat mereka pacaran,Tapi setelah bertahun dan buta,Dia tidak bisa melihat senyumannya,Sekarang saat menatap ini,Limea merasa Lucas adalah pria yang dewasa dan gentle.


“Tolong! Kalian jangan membuat ribut ditempat ini ya,Kalau ingin masuk,Maka serahkan pengenal kalian dari perusahaan mana,Maka baru diizinkan masuk.” Penjaga yang mendengar keributan dari tadi akhirnya datang,Dia berkata kesal.


“Oh,Ini adalah kartu perusahaan kami.” Barry langsung menyerahkan kartu perusahaan Sun Company miliknya dengan sombong.

__ADS_1


“Bagaimana dengan kalian?” Penjaga memandang Lucas dan Limea,Barry langsung senang,Limea mana ada perusahaan.


“Apakah perlu kartu untuk kami?” Lucas tersenyum,Tentu saja dia tidak akan sembarangan memberikan kartu pada penjaga ini.


“Kau! Memiliki kartu perusahaan itu penting agar kalian memiliki identitas saat masuk!” Penjaga langsung marah,Dia menatap Lucas dengan tajam.


“Ckck! Jika tahu begini,Lebih baik tidak usah aku datang,Benar benar membuang waktuku,Jika tak berniat undang,Lebih baik tidak usah!” Lucas berdecih tidak senang,Apa mereka tidak bisa memberikan instruksi tentang data kepada penjaga ini?


“Pergi kalian dari sini! Aku tidak menerima seorang penipu seperti kalian ini!” Penjaga mendorong mereka berdua untuk segera pergi,Dia sudah kesal dengan Lucas yang terlalu bertele tele.


Lucas menggengam tangan limea,Tatapannya menjadi dingin,Dia mengambil hp ditangannya.


“Jika kau tidak berniat mengundang,Maka jangan pernah undang,Mulai saat ini jangan menganggu lagi,Akan kutanyakan pada iblis darah,Orang macam apa yang mereka pilihkan untuk menjaga keluargaku,Tidak bergunan” Lucas terdengar berbicara santai,Tapi mengandung kemarahan,Dia kesal melihat istrinya sudah menangis disana.


Lucas bisa menahan apa saja,Tapi tidak sanggup melihat air mata pada limea.


Disisi lain.


Walikota Zidan gemetar saat mendengar suara marah Lucas ditelpon,Dia buru buru mengecek CCTV dan ternyata Lucas memang sudah ada di lobby bawah,Tapi sayangnya diusir oleh satpam.


Walikota Zidan langsung lemas,Dia bisa mati jika Lucas marah padanya,Belum lagi Iblis darah yang tidak akan melepaskan hal ini sama sekali.

__ADS_1


“mati aku!” Walikota buru buru turun kebawah,Dia bahkan tidak menyahut semua orang yang menegurnya.


__ADS_2