
"Benar!"
Walikota terdiam,Dia memandang Lucas yang masih santai meminum anggurnya dibawah tatapan mengintimidasi Limea.
"Lucas! Jangan bercanda.Ini adalah 25$ Juta,Bukan 25.000!" Limea menepuk tangan Lucas dengan keras.Dia malu dibicarakan begitu banyak orang seperti ini.
"Baik kalau kalian tidak percaya,Walikota! Siapkan seseorang dan ambil kartuku!" Lucas melempar kartunya di meja,Walikota Zidan buru buru menyuruh orang mengambilnya.
"Hahahaha! Ada ya kartu emas hitam seperti itu?! Aku belum pernah melihatnya!" Jody tertawa terbahak bahak melihat kartu aneh berwarna hitam bergaris emas dengan lambang Naga disana.
"Cepat lalukan pemeriksaan kartu sekarang!" Walikota Zidan sungguh kesal dengan Jody,Dia mendengus dingin menatapnya.
"Lucas! Apa kau yakin kartu itu ada isinya?" Limea sangat cemas,Dia tahu kalau Lucas hanya pemuda biasa saja.Tidak mungkin bisa membeli kalung ini.
Tapi sekarang,Dihadapan hanya orang Limea akan tetap mendukung Lucas walau itu berakhir memalukan sekalipun.
"tenang saja istriku" Lucas membelai rambut Limea dan tersenyum.Itu adalah kartu tertinggi angkatan militer nya,Kartu Naga! Kartu ini melambangkan kekuasaan tertinggi di kemiliteran.
Semua orang bahkan belum tahu kartu nya yang lain,Kalau mereka melihatnya,Mungkin akan segera muntah darah!
Saat semua orang menunggu dengan penasaran,Suara yang menyenangkan muncul setelah kartu itu digesek.
Lucas sudah memberi tahu kodenya pada tuan walikota sebelumnya.
Ding~Pembayaran Berhasil!
Semua orang termasuk Jody menganga tidak percaya,Mereka menggosok matanya beberapa kali dan berharap itu hanya mimpi.
Tapi siapa sangka?
__ADS_1
Ini semua benar!
Lucas memang punya uang sebanyak itu! Sial!
Jody langsung mengumpat.Niatnya ingin mempermalukan Lucas malah membuat diri sendiri malu!
"Hahaha sungguh katak didalam sumur!" Tuan Walikota tertawa kecil.Dia senang melihat Jody dipermalukan.
Sekarang giliran semua orang memandang Jody seperti memandang badut,dalam sekejap Jody langsung marah dan malu!
"Baiklah! Pelelangan barang terakhir adalah Patung Giok Buddha yang terkenal! Harga awal tidak kurang dari 1$ Juta!"
Setelah itu walikota langsung membuka kotak merah yang memperlihatkan patung Buddha yang indah.
Lucas tidak tertarik sama sekali,Dia hanya menonton semua orang saling berebut untuk patung ini.
"Sesi pelelangan berakhir!" Walikota langsung menutup tirai.Semua orang langsung bubar dalam sekejap.Mereka kembali ke lantai bawah dan berniat menyumbang saja.
Selain itu,Kalung Merah sudah diantarkan.Lucas langsung menerimanya.
"Limea,Boleh aku memasangkannya untukmu?" Lucas memegang kalung dengan senyum di wajahnya.
Limea langsung tersipu dan mengangguk "En!"
Lucas memasangkan kalung di leher Limea dengan hari hati,Tidak lama tersenyum melihat kalung yang begitu indah sudah melekat di leher istrinya.
"Lucas,Darimana kau dapat uang sebanyak ini?" Limea langsung bertanya,Ini adalah hal yang membuatnya tidak bisa tenang dari tadi.
"Ini adalah uang hasil kerja kerasku selama ini,Kali ini aku akan membuatmu bahagia." Lucas tersenyum.
__ADS_1
Limea merasa terharu,Tanpa sadar dia spontan mencium bibir Lucas sekilas.Lucas langsung mematung ditempat.
Dia tidak sempat bereaksi sama sekali,Lucas menyentuh bibirnya dengan rona merah di wajah.
"Apa kau bisa mengulang nya Istriku? Aku tadi belum siap!" Lucas menyeringai.
"Tidak ada kedua kalinya,Ayo kebawah dan sumbangkan beberapa lalu pulang!" Limea tersipu,Dia menutup wajahnya yang sudah panas.
Lucas langsung kecewa,Dia tidak berdaya.Ini adalah langkah awal yang baik,Mungkin setelah ini limea akan mau menerimanya.
Lucas langsung memegang pinggang istrinya,Dia memeluknya dalam dekapannya dan tersenyum seperti tidak ada apapun.
"Kau...." Limea tidak bisa mengatakan apapun,Dia ingin menolak tapi hatinya berkata lain.Entah kenapa dia tidak bisa menolaknya sama sekali.
"Mungkin ini benar,Aku tidak bisa mencintai seseorang yang bukan milikku." Disisi lain Cameli menghela nafas.
Dia segera berbalik saat tanpa sengaja menabrak seorang pria kekar.
"Maaf..." Cameli langsung menundukkan kepalanya dan mengambil tas yang terjatuh.
Pria tampan yang memiliki gores luka hanya memandangnya sekilas,dan membantu Cameli merapikan barangnya.
"terima kasih..." Cameli langsung tersenyum.
"Siapa namamu? Aku Cameli." Cameli berdiri tenang,Matanya menunjukkan ketertarikan dengan sikap dingin pria dihadapannya.
"Lion...Lion Aston!" Tanpa mengatakan apapun,Pria itu langsung pergi dari sana meninggalkan Cameli dengan senyuman tipis di bibirnya.
'Cantik!'
__ADS_1
"