
Limea langsung mendorong Lucas,Dia memperbaiki pakaiannya dan buru buru membuka pintu.
“Iya ibu?” Limea tersenyum,Dia menatap Anne yang terlihat khawatir saat ini.
“Itu..Mea tadi diculik seseorang!!” Anne menangis.Dia terduduk di lantai,Dia memegang tangan limea dengan kuat.
“Apa?!! Bagiamana bisa?!” Limea dan Lucas langsung kaget,Mereka buru buru bertanya pada Anne.
“Aku tidak tahu bagaimana bisa mereka menculik mea,Bahkan Cindy juga diculik.Mereka membawa Mea ke dalam mobil!” Anne mulai menjelaskan kejadiannya.
Lucas mendengarnya dengan seksama,Tidak lama wajahnya mulai memerah.
“Tunggu disini! Aku akan membawa mereka kembali!” Lucas tidak menunggu reaksi Anne dan Limea,Dia buru buru pergi dari rumahnya.
“Iblis darah! Siapkan pasukan secepat mungkin,Hari ini aku akan membunuh seseorang.” Lucas memanggil Iblis darah.Suara dan Auranya terlihat seram dan dingin.
“Baik!” Iblis darah dengan cepat merespon.
Melihat tidak ada siapapun didekatnya,Lucas menekan kunci ditangannya,Tidak lama sebuah mobil di garasi toko tidak terawat berbunyi.
Itu tertutup dengan penutup mobil biasa.
“Mawar merah....” Lucas bergumam di bibirnya.Semenjak Anne mengatakan lambang di mobil itu,Dia tahu kalau pelaku dari penculikan anaknya adalah mawar merah.
“Apa yang dilakukan iblis darah untuk menjaga putriku..? Aku akan menghabisinya kalau tidak bisa memberikan penjelasan yang tepat.”
.....
Keluarga Sun.
“Hahaha nenek! keluarga itu memang pantas menerimanya,Mereka hanya pengemis.Tidak pantas menerima kue barang secuil pun!” Anjani sangat sinis,Dia mendengus dingin memegang pipinya.
Dia mengingat dimana Lucas menamparnya.
“Benar! Keluarga itu tidak pantas menerima apapun!” Barry juga berkata dingin.
__ADS_1
“Mereka tidak bisa berbuat apapun sekarang..” Sony tidak peduli dengan keluarga kakak tirinya Heru.Malah dia ingin keluarga itu menderita lebih dari ini,Salahkan dia yang sudah merebut perhatian ayah padanya sejak kecil.
“Nenek,Kenapa kita tidak mengusir mereka dari rumah yang mereka tempati itu? Bukankah itu juga bagian harta keluarga sun? Aku tahu mereka keras kepala,Tapi apa salahnya kalau kita menyewa pengawal sebanyak mungkin dan memaksa mereka pergi..?” Erna Sun memberikan saran.Ini adalah ide yang buruk.
“Hm...terserah kalian saja.” Nenek sun melambaikan tangannya,Dia tidak terlihat peduli sama sekali.
“bagus!” Barry Sun mengangguk,Dalam kepalanya sudah ada beberapa ide yang bagus.
Disisi Limea saat ini.
“Ibu! Apa yang harus ku lakukan sekarang? kalau sesuatu terjadi pada Mea..aku tidak akan bisa hidup lagi.” Limea memeluk ibunya sambil menangis.
“Jangan berkata begitu putriku,Cucu ku itu akan baik saja,Lucas pasti bisa membawanya kembali.” Anne memeluk anaknya dengan erat,Dia berusaha menenangkan putrinya walau hatinya sendiri saat ini juga sedih.
“Jangan sampai ayah tahu tentang ini Bu,Serangan jantungnya akan kumat.” Limea mengingatkan Anne untuk tidak memberitahu Heru.Saat ini Heru ada dikamar,Dia sedang tidur karena pengaruh obat.
“Ibu tidak akan memberi tahunya..” Anne tidak mungkin memberi tahu,Dia paling tahu bagaimana keadaan suaminya.
Brakk!!
“Ibu..apa yang mereka lakukan disini?” Limea cemas,Kenapa masalah datang silih berganti.
“sebaiknya kita lihat.” Anne menggeleng,Dia dan Limea buru buru keluar hanya untuk melihat Barry membawa puluhan orang kekar dengan tongkat bisbol ditangannya.
“Ada apa ini?!” Anne bertanya.
“Tentu saja mengusir kalian!” Anjani mendengus,Dia meludah ditanah.
“mengusir? apa maksud kalian?!” Limea mengerutkan keningnya.
“Apa kalian bodoh atau hanya pura pura bodoh? tentu saja mengusir kalian dari rumah ini sekarang juga!” Barry tertawa terbahak bahak.
“Bagaimana kalian bisa mengusir kami?! ini adalah rumah kami!” Anne tertawa getir,Keluarga Sun tidak pernah lelah menganggu keluarganya.
“Kalau kalian tidak mau pergi juga,Biarkan aku mengeluarkan kalian secara paksa!” Anjani tidak sabar,Dia mendorong Limea yang menghalangi jalan.
__ADS_1
“Tidak! ini rumah kami!” Anne berteriak,Dia berusaha mendorong Anjani pergi menjauh dari rumahnya.
Plak!!!
Barry menampar Anne,Kemudian menendangnya dengan keras sampai jatuh ke tanah.
“Pergi! Semuanya! Cepat ambil semua barang mereka dan buang! Kalau sampai mereka lawan,Pukul saja mereka!” Anjani berteriak,25 orang preman kekar langsung maju,5 orang berjalan ke arah Anne dan Limea.
“Tidak! Kalian tidak bisa melakukan ini,Ini rumahku!” Limea menangis,Dia berusaha menerobos.Tapi segera dipukul dan ditampar.
akhh!
Mereka berdua sudah tidak bertenaga,Hanya memandang baju mereka dilempar dan dibuang.
Heru Sun tidak lama keluar,Dikawal 2 orang yang menyeretnya secara paksa.
“Kalian semua keterlaluan! Ini rumah hasil kerja keras ku,Bukan aset keluarga sun!” Heru meraung.
“Ck.”
“Hahaha sekarang nikmati hidup kalian dijalanan.” Anjani dan Barry tertawa.Memandang tiga orang yang sudah menyedihkan di tanah.
“Oh ya,Jangan lupa kalau sekarang kalian tidak ada hubungan apapun lagi dengan keluarga sun.” Anjani pergi dari sana.
Barry menatap mereka sebentar,Setelah itu berbalik pergi setelah meludah ke pada limea dan keluarganya.
“Apa yang harus ku lakukan sekarang?” Heru memandang rumahnya yang sudah digembok,Ada jejak kekecewaan dimatanya.
“Kita tinggal disini dulu sampai Lucas kembali...” Limea juga bingung,Dia hanya duduk disana dan berharap anaknya dan Lucas akan kembali.
“uhuk uuhuk..hah hah..” Heru Sun bernafas dengan panik,Serangan jantungnya kumat.
“Ayah,Aku mohon bertahan..Hiks kumohon.”
“Ayah hanya sakit biasa,Baiklah kita tunggu disini sampai Lucas kembali membawa mea.” Heru tersenyum.Dia tidak tau kalau Mea hilang,Dia mengira Lucas menjemput Mea pulang dari sekolah.
__ADS_1
Limea juga bungkam.Anne sudah terdiam dari tadi,Dia sudah lelah bicara.