Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
awal dari segalanya


__ADS_3

Part 1. Malamku adalah Fajar yang indah karena Kehadiran mu.


"Woeeee berhentiii" Pria tampan berwajah bule itu terus mengejar pencopet itu dengan sangat cepat.


"Woeee berhenti dasar pencopet" namun pencopet itu lebih cepat daripada dia.


Bruuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkk


"Aduhhhhhhhhhhhhh" Pria itu di tabrak oleh sebuah motor. Wanita yang menabrak pria itu pun langsung meminta maaf dan membantu pria itu berdiri.


"Maaffffff maaaffffff, sini aku bantu berdiri" kata perempuan itu.


"Loe kalo ngak bisa bawa motor ga usah deh bawa motor. Untung gue ga mati. Coba kalo gue mati. Loe bisa tanggungjawab apa" pria itu membentak wanita itu.


"Maaaffffff, sini aku bantu berdiri"


"Maaffff, maaff loe kira ni tulang ada yang jual apa di tokoh" kata Pria itu.


"Lagian tadi mas yang nyebrangnya ga liat-liat" kata wanita itu.


"Mas emangnya gue ni kakak loe apa"


"Ganteng ganteng kok jahat"


"Apa loe bilang.. awas gue bisa berdiri sendiri" Pria itu menghempaskan tangan wanita itu dan mencoba berdiri sendiri namun pria itu malah jatuh dan merinti kesakitan.


"Aduhhhhhhhhhh. Loe jangan bengong aja. Sini bantu gue"


"Tadi katanya bisa. Giliran jatuh marah-marah.ehmmmm"


"Ehhh loe barusan bilang apa. Untung ya gue ga laporin loe ke polisi"


"Iyaaa sorry. Sini aku bantu"dan ia segera memapah pria itu dan duduk bersandar di bawah pohon.


"Jadi gimana dong. Aku antar aja ya kamu ke rumah sakit" kata wanita itu cemas.


"Jadi loe mau gue mati apa" kata pria itu masih terus marah.


"Kok mati si. Kan ke rumah sakit" kata wanita di buat bingung.


"Iya mati . Loe boncengin gue trus kita bakal jatuh lagi dan mati kan. Itu mau loe. Loe kalo mau mati.Mati aja sendiri jangan ajak gue" wanita itu pun berdiri dan meninggalkan pria itu.


"Woeee mau kemana loe"


"Ya pergi la. Tadi kamu bilang nggak mau ikut aku jadi buat apa aku di sini. Lagian hari ini aku mau interview ntar aku ngak di terima lagi"


"Ohh jadi loe mau gue laporin ke polisi apa. Loe pentingin interview daripada gue"


"Ngak gitu juga. Tadi gue sudah ya bicara baik-baik ya sama loe. Kita ke rumah sakit. Loe ga mau. Jadi mendingan gue pergilah. Lagian interview lebih penting daripada loe"


"Gue laporin loe ya ke polisi" ancam pria itu.


"Kok jadinya gini si. Oke-oke jadi loe maunya apa si"


"Temenin gue di sini sampai ada yang jemput gue"


"Kalau gitu dari tadi bilang kek. Ga usah kita ribut di sini. Ampun tuhan" wanita itu pun kembali duduk bersandar di bawah pohon bersama pria itu. Pria itu mengambil sebuah bendah dalam saku celana nya dan menelpon seseorang.


"Bawakan mobil untuk ku" kata pria itu dan menutup telponnya.


"Gaya loe kek tuan mudah. Hahaha" kata wanita itu.


"Diam loe"


Kringggggggggggggg...kringgggggggggggg


"Angkat tu hp loe telingan gue sakit dengar hp butut loe bunyi"kata pria itu


"Sombong amat" kata wanita itu


"Halloooo"


"Belum ni. Gue belum nyampe kantor. Loe duluan aja interview nya. Gue ada kendala dikit di jalan"


"Iya. Byeeee"


"Loe mau interview?"


"Hmppp"


"Gitu loe pergi aja. Kan sayang juga kalo di batalin"


"Ga kok. Ga papa. Anggap aja bukan rezeki gue. Oh iya tunggu ya gue beliin loe minum.pasti loe haus kan"

__ADS_1


"Hmppppp"


"Baik juga tu cewek"kata batin pria itu.



"Hallo. Ga usah jemput gue ya"


Beberapa saat kemudian datanglah wanita itu.


"Ini minuman loe"


"Makasih. Siapa nama loe?"


"Ayana"


"Hahahahahhaha"


"Kenapa loe ketawa?"


"Nama loe kampungan ya. Sesuailah ya" kata pria itu sambil tertawa.


"Isssssssssss"


"Nama gue Ayan"


"Ga nanya"


"Its okay"


"Loe mau interview di kantor mana?"


"Ga perlu loe tau" pria itu hanya tersenyum miring.


"Btw. Loe bisa Ga telpon supir loe cepetan dikit nyampe apa. Ini tu lama banget" kata Ayana.


"Hallo. Kalian lama banget si nyampenya"


"Ok"


"Apa yang mereka bilang??"


"Katanya ban Mobilnya pecah"


"Jadi loe ga ikhlas temanin gue di sini"


"Ga kok. Bukan maksud gue begitu"


Beberapa saat kemudian mobil Ferarri mutih berhenti Tepat di depan mereka.


"Tuaannn Sini aku bantu" supir itupun memapah Ayan. Ayana yang hendak pergi pun di tahan pergelangan tangannya oleh Ayan.


"Mau kemana loe?""


"Mau pergilah"


"Enak aja loe main pergi-pergi. Loe ikut gue ke rumah gue. Loe urus semua keperluan gue"


"Haruskah?"


"Ya.. loe mau mendekap di penjarah?" Kata Ayan mulai mengancam.


"Iya iya. Tapi motor gue gimana?"


"Nanti ada yang ngambil. Bakalan gue ganti tu motor kalau hilang "


"Hmppppp"


Mereka pun mulai meninggalkan tempat itu dan melaju jauh. Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di rumah Ayan.


"Waowww besar sekali rumah nya"kata Ayana dalam hati.


"Ntar liurnya jatuh" kata Ayan mengejek Ayana.


"Issssssss" Ayana melihat Ayan dengan kesal. Meraka bertiga pun melangkah masuk ke dalam rumah besar itu. Sedangkan supir itu masih memapah Ayan. Hingga sampai di lantai kedua kamar Ayan.


"Aduhhh melelahkan" kata Ayana


"Sini ya sakit . Situ yang lelah"


"Hufff.. tapi gue mau komplein"


"Apaaaaaaaaa"

__ADS_1


"Tadi gue liat di rumah ini banyak tu pembantu. Trus untuk apa gue kemari?"


"Emang nya loe pikir tu pembantu apa yang buat gue kaya gini"


"Huffff.. tapii kannn"


"Sudah Ga usah tapi-tapi sekarang loe turun ke bawah ambil gue makan. Gue laper"


"Dapurnya dimana??"


"Loe tanya gue. Emangnya gue Pembantu apa di sini"


"Ya ampunnn.. sensi banget ni orang Untung ganteng" batin Ayana berbicara.Ayana pun melangkah keluar kamar Ayan dan sesampainya di bawah dia bertanya letak dapur ke salah satu pembantu di rumah Ayan.


"Kenapa ga telpon non, supaya bibi bawakan makanan ke tuan mudah Ayan"


"Ga apa-apa bi. Oh iya panggil aku Ayana ya Bi"


"Tidak non. Non itu pacarnya tuan jadi harus sopan"


"Hahaha. Bukan bi. Aku bukan pacar tu pria sombong. Amit-amit dah punya pacar kek dia bi"


"Hehehe non. nak Ayan itu anaknya baik kok" sambil menyiapkan makanan buat Ayan


"Iya baik buat bibi aja"


*Ini non makanannya"


"Terimakasih bi"


Bibi hanya membalas dengan senyuman.


Ayana segera berjalan sesampainya di kamar.


"Loe lama banget si ke dapurnya. Hampir aja gue pingsan"


"Ya Allah sabarlah hamba mu ini"


Dalam hati Ayana berdoa


"Hmpp. Ini makanannya tuan"


"Loe mengejek gue ya?"


"Ga kok. Emang kan loe di panggil tuan" dengan nada malas.


"Loe panggil gue ayan"


"Ehmpppp"


"Ngapain loe berdiri di situ. Sini suapin gue"


"Apaaaaaaa? Kan tangan loe ga sakit kok di suapin si?"


"Turuti semua apa yang gue bilang. Mau Loe mendekap di penjara"


"Hufffffffffffffffffff" akhirnya dengan berat Ayana menyuapi Ayan.


"Ummm baju gue bau nya ga enak gini si" kaya Aryan


"Masa sii. Baunya enak kok" kata Aryana.


"Coba loe cium di sini"


"Dimana"


"Sini loe ngak liat apa" Aryan menyuruh Ayana mencium di bagian dadanya.


"Huff sibuk amat si loe"


Cuppppppppppppppp


Sebuah ciuman mendarat di dahi Ayana. Ayana hanya diam melongo.


"Tuh Liurnya jatuh" Ayana kira apa yang di dikatakan Ayan benar dia menglap liurnya dengan gugup.


"Hahahaha loe di cium dikit aja langsung bengong. Hahahahhaa"


"Ihhhh kamuuuuuuuuuuu" Ayana langsung memukul Ayan dengan bantal.


"Hahahahhahaa" Ayan masih saja ketawa.


Bersambung...........

__ADS_1


Harap berikan kritik dan saran yang membangun 🙏🙏


__ADS_2