Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
Gaun Merah


__ADS_3

PART 5:" Jika Kehidupan dapat diPrediksi,maka kehidupan akan berhenti dan tanpa rasa"-Eleanor Roosevelt.


Ayana berlalu meninggalkan rumah Sarah dan melaju pergi ke tempat selanjutnya. Sesampainya di di sana dia segera masuk dan menuju kamar Ayan.


Ceklekkkkkkkkkkkkk....


Ayana melihat semua dengan tertegun.


"Happy birthday" Ayan menghampirinya.


"Bukan halu lagi kan" Ayana mencubit kulit tangannya "aowww"


"Heh ngapajn bengong. Ini bukan mimpi. Cepat tiup tu lilin. Tangan gue pegal"


"Huffffff.." Ayana pun meniup lilinnya.


Cupppppppppppppppppp. Ayan kembali mencium Ayana.


"Loe kenapa si main nyosor Mulu"


"Emang loe ga suka"


"Iya gue ga suka ya"


"Bukannya terimakasih malah marah-marah. Siniiii" Ayan menarik Ayana untuk duduk..


"Ini hadiah buat loe" Ayan menyerahkan sebuah kotak kecil.


"Apaan tu jangan-jangan kecoak lagi"


"Dasar gadis kampung. Belum buka sudah main tebak aja. Balik belakang"


"Buat apa?"


"Sudah balik belakang"


"Awas ya loe jangan macam-macam"


"Iya iya" Ayana pun segera membelakangi Ayan. Ayan membuka kotak itu ternyata isinya kalung berinisial A kemudian Ayan memakai kan kalung itu ke leher Ayana.


Ayana yang melihat kalung terpasang pun hanya tersenyum. Tiba-tiba Ayan memeluk Ayana dari belakang. Dan berbisik


"Aku tau kita baru saja bertemu. Tapi aku mau kamu jangan menggunakan kata loe,gue lagi" Ayana hanya tersenyum dan melihat kalung itu. Ayan melepas pelukannya dan Ayana segera berbalik. Mereka berdua pun saling bertatapan cukup lama dan Ayan pun berbisik di telingan Ayana.


"Tapiiiii"


"Tapii apa?" Ayana bertanya dengan bingung


"Tapi bo'onggggg.hahahhahha"


"Hiiiiiissssssssss Loe ya. awas gue mau pulang" Ayana langsung mendorong Ayan dan berjalan keluar dengan wajah memerah.Ayan hanya Tersenyum berhasil mengerjai Ayana.


"Dasar gadis polos dia ga tau apa gue hampir aja lepas kendali" Ayan mengambil ponselnya yang berdering.


"Kenapa loe?"


"Ayan aku minta maaf ya. Semua yang kamu lihat itu ga benar"


"Dasar wanita ******" Ayan langsung memutus sambung telfonnya.


Flashback On.....


"Sayang aku mencintaimu" kata Alexsa wanita cantik berwajah bule yang berhasil mengikat hati seorang Aryan.


"Iya aku juga mencintaimu" Ayan pun memeluk Alexsa.


Kringggggggg... Kringggggggg.. Kringggggggg. Alexsa mengambil ponselnya yang berbunyi. Dia melihat layar hpnya "Fernando".


"Hmppp sayang aku angkat telpon dulu ya"


Cupppp Alexsa mengecup bibir Ayan.


Selesai berbicara Alexa menghampiri Ayan.


"Sayang aku mau pulang dulu ya. Ada pekerjaan mendadak"


"Iya sayang" Cupppppp mereka pun berciuman dan Alexsa berlalu pergi. Ayan pun kembali ke kantor. Tiba-tiba ponsel Ayan berbunyi.


"Haiiiii Bro"


"Ya ada apa? Gue malas ke bar hari ini"


"Malas gimana.ni cewe loe ada di sini. Loe ga datang?"


"Alexsa di Sini. Oh my good sama cowok lain bro"


"Loe salah liat kali"


"Ga Yan. Ini benaran Alexsa. Bentar gue Fotoin ya" Ayan langsung menutup telpon dari Bima. Bima adalah teman Ayan dari kecil. Pesan dari Bima pun masuk. Terlihat Alexsa sedang berpangku manja dengan seorang lelaki. Ayan langsung menghubungi Alexsa.


"Hallo sayang"


"Kamu dimana?"


"Aku di rumah yang. Emangnya ada apa?" Tidak menjawab pertanyaan Alexsa, Ayan langsung menutup telpon dengan berwajah menahan amarah. Segeralah Ayan mengambil kunci mobil dan berlalu pergi meninggalkan kantor. Sesampainya di bar langsung berlari mencari Alexsa.


"Ayann" panggil Bima


"Dimana wanita ****** itu Bim?"


"Itu di kamar itu"

__ADS_1


"Dasar jalanggggggg" Ayan langsung mendobrak kamar itu dan di dapati 2 pasangan sedang asik berpelukan. Membabi gila la Ayan di hari itu.


"Dasarrrrr jalanggggggg. Ini yang kamu bilang pekerjaan"


"Ayan dengar dulu. Ini tidak seperti yang kamu lihat"


"Hahahha. Wanita tidak tau malu. Sudah terciduk saja masih mau mengelak"


"Sapa suru kamu sebangai cowok ga bisa puaskan cewek kamu jadinya cewek kamu berpaling lah"


"Diam ya laki-laki brengsek" Buuuuukkkkkk satu pukulan mendarat di mulut Laki-laki itu. Mereka bertengkar hebat.


"Sudah Ayaannnn, ferr Cukupppppppp"


Karna Alexsa tak bisa menghentikan perkelahian mereka akhirnya Alexsa meminta tolong ke satpam. Semua orang di Bar berlari melihat perkelahian mereka.


"Ayaaaannnnnn" Bima berlari dan menarik Ayan keluar. Di lihatnya wajah Ayan yang sudah memar akibat baku pukul tadi.


"Loe kenapa si bisa kesini?"


"Perempuan macam begitu. Biarin aja"


"Loe enakan bilang begini coba terjadi di cewek loe. Awas gue mau pulang"


"Tapii luka loe"


"Sudah ga apa-apa. Gue pamit ya bro"


"Hati hati loe"


"Hmppppp"


Flashback Off...


Ayan mengepal tangannya setelah mengingat kejadian itu.


"Ni cewe dapat nomor gue darimana si"


Ponsel Ayan kembali berdering...


"Hallo tuan, kapan Tuan akan masuk kantor?"


"Besok saya kembali ke kantor. Pastikan kantor dalam keadaan nyaman..kalau tidak kalian tau apa resikonya kan?"


"Baik pak".


Sementara di rumah Ayana, wanita cantik itu sedang mengobrak-abrik lemarinya. Hingga semua berantakan. Akhirnya dia duduk memelas di ujung Kasur.


"Huffffff ga cocok kali ya kalo malam dengan keluarga Sarah. Mana ga ada baju lagi buat jalan" Ayana mengambil ponselnya dan menghubungi Sarah.


"Loe dimana si. Buruan datang ke rumah"


"Gue ga pergi deh sar"


"Hmppp"


"Gini ni yang gue ga suka. Datang aja baju buat loe sudah gue siapin"


"Tapiiiiiiii"


"Sudah ga boleh banyak alasan.kasihan ibu sama ayah sudah susah-susah nyiapin semua ini"


"Iya gue ke sana ya"


Ayana mengambil kunci motornya dan pergi ke rumah Sarah. Butuh waktu stenga jam Sarah menghias wajah Ayana.


"Amazinggg Yan..wajah loe kek princess"


"Hissssssss alay loe. Princess Gadungan"


"Ayo kita keluar ayah dan ibu pasti udah nunggu di bawah" Ayana dan Sarah melangkah keluar kamar. Mereka berdua menuruni tangga. Pak Indra dan Bu Nia tertegun melihat mereka berdua.


"Yah anak kita cantik-cantik ya?"


"Iya Buu" Ayana yang mendengarnya pun langsung meneteskan air mata.


"Kok nangis sayang. Ntar bedaknya luntur" kata Bu Nia.


"Tan, Om , Sarah makasihhh ya"


"Iya anak manis. Ayok kita pergi"


Mereka pun berlalu pergi. Di kediaman Ayan. Ayan sedang menyelesaikan pekerjaan nya yang tertunda beberapa hari ini.


"Huffff banyak banget ni dokumen yang harus gue lihat" tiba-tiba ponselnya berdering.


"Hai Broo. Loe dimana?"


"Gue di rumah aja ni Crist. Emangnya ada apa?"


"Kita lagi ngumpul ni. Gue share loc ya"


"Ga ah malas gue. Banyak perkerjaan"


"Loe payah bangat sii Yan. Anak-anak semua pada ngumpul ni.Loe Gimana sii"


"Ayolah yannnnn" teriak teman-teman Ayan.


"Ya udah Share loc aja" Ayan mengambil kunci mobil di atas nakas dan berlalu pergi.


Di kafe Ayana sedang menikmati makan malamnya bersama keluarga Sarah.

__ADS_1


"Bagiamana Nak Yana kamu sudah dapat pekerjaan?"


"Belum om"


"Yah, kemarin kita mau review tapi Yana nya ga datang yah"


"Kenapa ga datang Yan?"


"Kemarin pas mau ke kantor.Ga sengaja Yana nabrak orang di jalan jadi Yana baru ngurusin orang itu Tan"


"Astaghfirullah jadi gimana nak keadaan orang itu?" Tanya mamanya Sarah.


"Sudah baikan Tan"


"Lain kali kalo ada kejadian seperti itu. Langsung hubungi kami Yan" kata Sarah.


"Iya nak jangan sungkan-sungkan minta bantuan Om. Untung Mereka ga laporin ke polisi"


"Iya Om. Makasih"


"Atau gini aja Yah. Gimana kalau Yana kerja aja di perusahaan Ayah?"


"Ga usah Sar. Makasih. Ntar orang bilang apa. Masa anaknya kerja di tempat lain. Aku kerjanya di perusahaan kamu si"


"Alah jangan dengarin omongan orang ya kan pak?"


"Iya nak Yana. Semua itu kan kebutuhan" kata Bu Nia.


"Makasih ya Tan kalian sudah peduli sama Yana tapi Yana coba cari kerjaan di tempat lain dulu. Kalo ga ketemu baru Yana lamar di perusahaan om"


"Dari kamu aja nak. Ayo lanjut makannya"


Akhirnya Ayan pun telah tiba di kafe. Ayan mencari teman-teman nya.


"Ayannnnnnnn" Crist melambaikan tangan ke Ayan. Ayan langsung menghampiri mereka.


"Hei Bro udah lama kita ga ketemu" mereka bersalaman khas Mereka. Mereka pun minum dan mengobrol.


"Eh Yan gimana loe udah dapat belom pengganti Alexsa?"


"Belum siii"


"Coba kalian lihat-lihat ini.Cantikan


Ini model gue jadi kalian bisa pilih yang mana kalian suka. Ntar gue yang urus Sampeh ngedet nya"


"Semua si jelek. Ini ni yang cantik"


"Mana?"


"Tuh di depan kalian" kata Dimas. Semua mata melihat wanita cantik bergaun merah sedang berjalan ke arah mereka. Wajah yang sangat familiar di mata Ayan, Tapi Ayan belum bisa membuktikan nya. Wanita itu semakin dekat ke arah mereka. Dan ternyata benar wanita itu adalah wanita yang sangat di kenal Ayan. Ayan melihat tanpa berkedip. Ayana semakin dekat dengan mereka. Setelah dekat tangan Ayana di pegang Oleh Crist.


"Lepas tangan gue"


"Cantik-cantik ko jahat"


"Gue bilang lepas ga tangan gue" Ayan yang melihatnya pun hanya terdiam.


"Ayan gimana Cantik ga?" Ayan yang masih tertunduk pun terpaksa melihat Ayana. Ayana pun kaget dengan keberadaan Ayan di sini.


"Cantik kok"


"Gue bilang lepas ga tangan gue!"


"Kasih dulu nomor hp loe"


"Oke oke Tapi lepasin tangan due baru gue kasih"


"Dasar Wanita murahan" batin Ayan dalam hati. Tak di sangka bukannya dapat nomor hp tapi malah dapat siraman air dari Ayana. Crist basah kuyup dan menarik perhatian orang.


"Dasar loe wanita jalanggggggg" Ayan hanya melihatnya


Plakkkkkkkkkkk Ayana kembali menampar Crist. Semua orang tertegun melihatnya sedangkan Ayan hanya tersenyum.


"Dasarrrrrr loe" Crist ingin menampar balik Ayana. Namun tangannya di tahan oleh Ayan.


"Jaga sikapmu dia wanita"


"Ngapain loe bela-belain dia"


"Dan loe, loe pergi aja" Kata Ayan dan Ayana pun mengangguk dan segera pergi.


"Bukan bela belain. Malu di liatin orang"


"Tunggu. Gue mau kesana"


"Ngapain???"


"Mau kasih perhitungan tu sama cewek sok jual mahal" Crist pergi meninggalkan mereka. Ayan tak tinggal diam Ayan menyusul ikut Crist. Sesampainya di sana Ayana baru saja keluar dari kamar mandi.


"Mau kemana loe"


"Gue bilang awas nga!"


"Dasar cewek jual mahal" Crist langsung merobek baju Ayana.


Plaaaaaakkkkkkkk Ayana menampar kembali Crist. Crist ingin mencium Ayana tiba-tiba Ayan datang menghantam Babi gila Crist.


"Anjing loe ya. Bangsat"


"Ayaaaannnn Sudah Yann" teriak Ayana

__ADS_1


Crist terjatuh dan ujung bibirnya mengeluarkan darah.


"Ayo, loe ikut gue" Ayan memakai jaket Ayana dan berlalu pergi meninggalkan Crist yang masih merintih kesakitan.


__ADS_2