
PART 6:"Hidup ini sebenarnya sederhana,tapi kita berkeras untuk membuatnya rumit"-Confusius.
"Kurang ajar tu Ayan"
"Kenapa tu muka loe. Habis berantem loe?"Riyn
"Hmpppp"
"Sama siapa loe?"Dimas
"Sama Ayan tu.Anjing Banget tu Ayan"
"Kok bisaa?" Dimas
"Ga tau. Naksir kali sama tu cewek"
"Hahahaha jadi loe habis berantem soal tu cewek? Kata Dimas
"Trus mereka kemana? Tanya Riyn
"Mana gue tau"
"Sini duduk".kata Dimas
"Bete ah gue mau balik" Crist mengambi jaketnya dan segera berlalu pergi.
"Sar coba deh kamu telpon Yana. Lama Banget dia ke kamar mandi"
"Iya Ma" Sarah mengambil ponselnya dan segera menelepon Ayana.
"Hallo Yan"
"Maaf Sar. Ntar bilang ya sama om dan tante gue tembus Sar jadi gue buru-buru pulang"
"Astaga Yan. Oke-oke"
"Yana kenapa Sar?" Sarah berbisik ke mamanya mengenai kondisi Ayana. Bu Nia hanya tersenyum.
"Yana kenapa Bu?" Tanya pak Indra.
"Ga kok. Dia sudah balik duluan. Ya sudah kita balik aja yuk pak"
"Ayo ma"
Mereka pun meninggalkan kafe itu.
Di mobil Ayan dan Ayana sedang berdiam diri. Tak ada dari mereka yang membuka percakapan. Tiba-tiba Ayana memeluk Ayan.
"Thanks"
"Hmpppp" Ayan hanya mengusap kepala Ayana. Banyak sekali pertanyaan yang ingin Ayan tanyakan tapi keadaan membuat Ayan harus menunda semua pertanyaan itu. Sudah hampir Jam 11. Ayana Sudah tertidur pulas di dada bidang Ayan. Cuppppppppp Ayan mengecup lembut kepala Ayana.
"Gadis polos ini sudah tertidur. Dia selalu saja begini" Ayan menyandarkan kepala Ayana di bangku tempat duduk. Ayan pun membunyikan mobil nya dan berlalu pergi.
Keesokan Paginya Ayana bangun dengan mata yang belum sempurna terbuka. Masih samar-samar dia melihat sekelilingnya. Tiba-tiba dia sadar dengan keberadaan nya.
"Astaga gue dimana?".Ayana kembali mengingat kejadian semalam.
"Apa ini di rumah Ayan?"Ayana segera bangkit dan keluar. Ternyata benar ini rumah Ayan.
"Eh nak Yana sudah bangun ya.Pasti nyari tuan mudah kan?"
"Iya Bu. Ayamnya di mana ya?"
"Sudah ke kantor non. Kata tuan mudah kalo non sudah bangun langsung sarapan..jadi bibi sudah siapin sarapannya non"
"Astaga bi jangan repot-repot"
"Tidak non. Bibi ga repot sama sekali.Mari non sarapannya sudah siap"
"Iya Bi" mereka pun melangkah ke arah meja makan.
Di perusahaan yang besar itu sedang di sibukkan untuk kedatangan Ayan selaku CEO perusahaan itu. Semua merapikan kantor dan menata kembali kantor dengan sangat indah. Tiba-tiba Mobil mewah berhenti di depan kantor semua karyawan berbaris menyambut nya.
"Loe lihat tu Sar itu Tuan mudah Geraldyan
Ganteng Banget Sar"
"Gue dengar rumornya si katanya gitu. Gue ma belum liat aslinya si"
"Ntar loe lihat ya. Aduhh loe klepek-klepek"
"Hahahahaha bisa aja Loe"
"Itu Sar dia sudah turun"
Karakter Ayan yang tegas membuatnya sangat berkarisma. Semua mata tertegun melihatnya.Seperti hatinya sedang berbunga-bunga. Ayan pun menyapa semua Staff kantornya dan berlalu pergi masuk ke ruangannya.
"Benarkan apa yang aku bilang?"
"Ya ampun. Pasti pacarnya juga cantik tu?"
"Katanya si jomblo"
"Aduhhh cowok seganteng itu masa si jomblo"
"Hufff banyak sekali dokumen" Ayan langsung duduk di kursi dan melihat-lihat dokumen-dokumen itu.
__ADS_1
Di luar kantor seorang pria mengamuk dan mengobrak-abrik kantor sedang mencari Ayan.
"Geraldyannnnnn berteriak dan mengobrak Abrik kantor Ayan.
"Dimana Tuan mudah kalian hah.kalau kalian tidak beritahu. Aku akan membuat rusak kantor ini" satpam tak bisa menghentikan Pria itu.
"Tuan ada yang mengamuk di luar kantor beliau mencari tuan" Resepsionis pun menelpon Ayan
"Beritahu saja ruangan ku" Tuan di sana ruangan Tuan Gerald
"Ada apa ni Wi?" Tanya Sarah.
"Ga tau Sar. Yang aku tau si itu temannya tuan Gerald"
"Kok bisa si Seperti itu"
"Geralllllldddddd keluar Loe..Anjing loeeeeeee" Akhirnya Ayan pun keluar dengan coolnya.
"Heh brengsek. Loe bawa kemana tu cewek"
Staff kantor yang mendengar nya pun kaget.
"Astaga Wi. Kamu dengar ga apa yang di katakan pria itu"
"Dengar kok. Beruntung sekali tu cewek" kata Dewi.
"Humpppp"
"Napa loe diam aja. Jawab ga loe. Mana tu cewek???"
"Sebaiknya loe pergi. Pasti loe lagi mabuk"
"Gue ga mau. Dimana tu cewek. Jangan-jangan loe udah apa-apain tu cewek. Oupsss gue lupa loe kan ga normal Sampeh Alexsa aja ga betahkan sama loe"
Ayan yang mendengar nya pun langsung mengepal tangannya. Semua staff kantor yang mendengar nya pun kaget.
"Dasarrr laki-laki ga normal. Hahahahhaa" kata Crist sambil tertawa. Ayan yang sudah tidak bisa menahan kesabarannya pun langsung menghantam Crist habis-habisan
Bruuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkk..
Crist yang tak berdaya pun hanya bisa menerima pukulan Ayan tanpa membalasnya.
"Angkat dia dan antarkan dia ke rumah sakit"
"Ngapain kalian bengong di situ. Bereskan semua ini. Jangan sampai Tuan besar tau kejadian hari ini" Ayan langsung masuk ke ruangannya dan membanting kuat pintunya.
"Tuan mudah ganas banget ya" kata Sarah.
"Iya begitulah. Baik si baik kalo sudah ganas gitu habis tu orang"
"Kamu sudah dengar ya Wi rumor yang tadi itu"
"Barangkali bukan ga normal Wi, lebih tepatnya ga hamburin benihnya ke sembarang orang. Hahahaha"
"Kamu bisa aja. Kerja ah ntar kita di marahin".
Sementara Ayan di dalam ruangan masih memikirkan perkataan Crist dan kembali memikirkan Ayana. Ayam mengambil telpon kantor dan menghubungi seseorang.
"Dewi carikan saya sekretaris" kata Ayan
"Wanita atau Pria tuan?"
"Wanita saja" Ayan langsung mematikan sambungan teleponnya
"Apa yang di katakan Tuan Wi?"
"Tuan meminta mencari sekretaris untuknya"
"Gimana kalau saudara aku aja Wi"
"Terserah kamu saja yang penting bisa di di andalkan"
"Apa besok dia sudah bisa melamar?"
"Iya bawa saja"
Di rumah yang besar nan sunyi itu masih menjadi tempat istirahat Ayana.
"Aduhhh bosan banget di sini.Mana ga nawa motor lagi. Masa mau nyari angkot dengan baju kaya gini si. Ntar di kira orang gila lagi"
Tiba-tiba dari luar kedengaran suarah Ayan.
Ayan berlari keluar dengan semangat.
Ya dan ternyata benar itu Ayan lelaki yang membuat hati Ayana sedikit bergetar
"Ayannnnnn" panggil Ayana dan Ayan mendengar nya pun hanya tersenyum.
Ayan melangkah ke atas menemui Ayana.
"Kamu masih di sini?"
"Humpppp" sambil melihat ke gaunnya.
"Hhhhhh.ngapain si kamu semalam ke kafe itu pake baju yang kaya gini lagi..ga pantas bukannya tambah cantik malah tambah jelek"
"Semalam kamu bilang cantik"
__ADS_1
"Aku salah ngomong. Ya udah pergi mandi. Ini aku beliin baju buat kamu"
"Makasihhhhhh" Cupppppppppppppppppp
Ayana menncium pipi Ayan dan berlalu pergi ke kamar mandi. Ayan hanya tersenyum.
Setelah beberapa menit Ayana keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk. Memperlihatkan leher dan kaki jenjangnya. Ayan yang melihatnya pun tak berkedip.
Ayan hanya menunduk malu
"Dasar cowok ga normal" kalimat itu terus terngiang-ngiang di telingan Aryan
"Kamu masih di sini?"
"Hmppp"
"Untuk apa??"
"Untuk melihat kamu pakai baju" kata Ayan melangkah ke arah Ayana.
"Dasarrrrrr mesum keluar sanaaa"
"Ga mauuuu"
"Kalau gitu aku ga mau keluar"
"Aku ga mau pake baju" jarak Ayan dan Ayana sudah berpapasan..Ayan langsung mengecup bibir Ayana. Ayan menncium nya begitu lama namun Ayana ga merespon sama sekali. Ayana hanya diam membisu. Ayan sadar jika Ayana ga merespon ciumannya.
"Maaffff. Pake bajunya aku akan keluar". Ayan kemudian keluar. Selesai memakai bajunya Ayana langsung bergegas pergi tanpa melihat Ayan. Dia masih kesal dan malu dengan perlakuan Ayan.
Ayana langsung pergi ke rumah Sarah.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam Nak"
"Ada Sarah Bu?"
"Iya ada di kamar. Dia baru saja pulang dari kantor"
"Kalau gitu Yana ke kamar dulu"
"Iya nak" Ayana langsung memasuki kamar Sarah. Di lihatnya Sarah sedang melamun dan tersenyum.
"Eheeemmmmmppppp" lagi mikirin Apaan tu senyam-senyum kek orang gila.
"Yanaaaa sejak kapan loe di situ?"
"Dari tadi kale gue di sini. Loe si kebanyakan melamun"
"Loe lagi ngelamun siapa si?"
"Gue tu lagi ngelamun Bos gue. Aduh Yan orangnya ganteng Banget pake kebangetan"
"Hahahaha benar kah jadi loe naksir?"
"Siapa si Yan yang ga naksir sama tu cowok coba?"
"Ya laluuuuu?"
"Katanya si boss gue itu ga normal"
"Cacat???"
"Bukan Yan. Selama pacaran dia itu ga pernah sentuh pacarnya trus pacarnya selingkuh deh"
"Bagus si menurut gue jadi kan tu cowok ga Murahan amat si ya"
"Menurut gue si juga gitu. Tapi tau lah Jaman sekarang kaya apa?"
"Ehmpppp"
"Loe mau ga??
"Apa tuuu?"
"Kerja di tempat gue berkerja"
"Mauuu mauuu"
"Di bagian apa gue"
"Jadi sekretaris nya tu tuan Gerald"
"Okelah. Jadi kapan gue bisa masuk?"
"Besok sudah bisa kok"
"Ga interview lagi??"
"Kayaknya Ga deh"
"Rezeki anak Sholeh ni berarti"
"Aduhhh hidup ini gampang tapi kita aja kan yang persulit" kata Ayana langsung menghempaskan badan ke kasur.
"Kita???? Loe aja kali. Di tawarin kerja di kantor papa ga mau. Jadinya gini kan"
__ADS_1
"Elehhhhh loe bilang gue. lah loe sendiri kantor loe ada tapi loe kerja kan di kantor orang"
"Hehehehehhehee"