
PART 9:"Percaya kamu bisa dan kamu sudah setengah jalan"-theodore Roosevelt.
"Makasih ya Ndre kamu udah nganterin aku"
Andreas hanya membalas dengan senyuman.
"Kalau gitu aku balik dulu ya Kez"
"Iya Dre,, hati-hati"
Ayana melangkah masuk ke dalam rumahnya. Di hempaska badannya ke kasur.
Dan Ayana terus mengingat kejadian tadi.
"Pantas gue hilang dia ga cariin. Ternyata ada pacarnya.
Sudah gue bilang kan jangan jatuh hati ke orang kaya. Orang kaya hanya ingin dirimu saja.Ayana Ayana bego amat si jadi orang.
Lupakan dia Yana . Lupakan" Ayana pun tertidur.
Ditempat lain Ayan sedang mengantar pulang wanita itu.
"Makasih ya Yan. Kamu ga mampir dulu"
"Ntar lain kali..sama buat om dam Tante"
"Iya iya. Semoga sepupuku yang baik hati ini bisa bertemu dengan wanita idamannya"
"Hhhhhh.masuk sana anak kecil jangan berdoa Seperti itu"
"Hahaha anak kecilnya udah gede. Yan udah aku masuk dulu"
"Aku akan pergi"
"Byeeeeeeee" Ayan langsung berlalu pergi.
Hari semakin larut Ayana masih sibuk dengan pekerjaan. Di lihatnya jam di dinding sudah pukul 3 Pagi. Dan Ayana masih saja kerja.
"Semangat Ayana tinggal sedikit lagi" setelah sejam kerja dan ini sudah menunjukkan pukul 4 pagi.
"Hoaaaaaaammmmm. Akhirnya selesai" langsung Ayana tertidur. Seperti biasa sang Matahari sudah keluar waktunya semua orang beraktivitas namun Ayana masih saja tertidur.
Di kantor semua orang sudah bersiap-siap kedatangan Gerald
"Sar love lihat Kezia ga?"
"Ga tuh. Kayaknya dia belum datang deh"
"Tamat riwayatnya. Dia ga tau apa hari ini tuan Gerald datang"
"Tau kok"
"Itu tuan Gerald sudah datang"
"Aduhhhh tuhan indahnya pemandangan pagi ini"
"Begitulah"
Ayan yang melihat semua staffnya berharap dia melihat wajah baru. Namun tak kunjung di lihatnya wajah baru itu.
"Dewi ikut saya!"
"Baik tuan"
Dewi mengikuti Ayan seperti anak ayam mengikuti induknya. Sesampai mereka di ruangan. Ayan duduk di tempat duduk kebesaran nya.
"Mana sekretaris itu?"
"Belum datang tuan"
"Apaaaa. Dia belum datang. Kamu tau kan saya tidak menyukai karyawan yang tidak disiplin waktu. Segera kamu hubungi dia untuk membawa semua pekerjaannya. Hari ini saya akan memecatnya"
"Baik tuan. Saya permisi dulu"
"Hmp"
Dewi keluar dengan wajah cemberut.
"Loe kenapa Wi?" Tanya Sarah.
"Kezia akan di pecat Sar" membuat Sarah tersontak kaget. Tak sengaja Andreas mendengarnya pun kaget. Dia ga tegah melihat wanita yang di dambakan itu harus kehilangan pekerjaan.
"Dewi barusan kamu bilang apa?" Tanya Andreas
"Iya Ndre. Kan kamu tau juga gimana Tuan Gerald kan. Dia ga suka dengan orang yang ga disiplin"
"Sar coba loe hubungi kezia. Mungkin ban motornya pecah" kata Andreas khawatir
"Iya iya" Sarah pun menelponnya.
"Nomernya ga aktif"
Di tempat lain Ayana baru saja bangun dari tidurnya. Ayana mengucak matanya dan melihat jam dinding yang sudah pukul Hampir jam 9 pagi.
"Apaaaaaaa jam 8. astagaaaaaa Ayana kok bisaa" Ayana langsung bergegas Mandi selesai mandi langsung berpakaian berdandan pun sudah tak lama. Bahkan hpnya di ambil dalam keadaan lobet.
Dia mencari kunci motornya dan segera berangkat ke kantor tanpa sarapan.
Sesampainya di kantor di lihatnya kantor dalam keadaan tidak biasa. Heninggg tanpa ada suarah.
"Keziiiiiaaaaa" panggil Dewi. Dan Ayana pun menghampiri Dewi.
"Gimana ni Wi?"
"Sudah loe jangan masuk lagi. Loe di pecat Kez, tuan Gerald ga suka dengan orang yang ga disiplin waktu"
__ADS_1
"Tapiiii Wi"
"Sudah. Loe tunggu di sini ya. Gue telpon tuan Gerald dulu" Dewi pun menelpon tuan Gerald.
"Ada Apa?"
"Ini tuan. Ada Keziayana"
"Ambil semua berkas dari dia dan kamu bawakan ke ruangan saya. Saya tidak ingin melihat dia"
"Baik tuan"
"Tuan Gerald bilang apa Wi?"
"Tuan ga mau liat loe lagi Kez. Sini semua berkasnya biar gue yang bawa" Dewi mengatakannya dengan sedih.
"Tapi Wii"
"Sabar ya Kezia" Ayana hanya menunduk sedih.
"Wii, boleh gue yang mengantarnya. Gue ingin berusaha sedikit. Sapa tau bisa"
"Hmpp. Terserah loe aja deh"
"Makasih Wii"
"Iya Fighting ya"
"Bismillah" Ayana melangkah ke ruangan Ayan.
Di luar sana Sarah dan Andreas menghampiri Dewi.
"Gimana Wi, Kezia sudah datang?"
"Hmpp. Sudah. Tuh dia lagi di dalam" kata Dewi
"Kasihan ya Yana" kata Sarah.
Tokkkkkkk...tokkkkkkkk....tokkkk..
"Masukkkkkk" Ayana masuk dengan gugup namun Ayan tak melihatnya,Ayan sedang melihat dokumen lain dan membelakangi Ayana.
"Taru di meja. Dan ambil amlplop itu berikan padanya"
"Saaa saya Keziayana Tuan"
"Baiklah tuan.ini berkasnya dan saya permisi dulu" Ayan yang melihat ayana dengan wajah marahnya namun Ayana semakin menghilang dari pandangan.
Ayana keluar kantor dengan wajah cemberut. Dewi dan Sarah menghampiri Ayana.
"Gimana loe?" Tanya Sarah
"Hmppp"Ayana hanya menunduk
Andreas yang melihatnya langsung menghampiri Ayana dan langsung memeluknya. Andrea tidak sanggup harus menjauh dari pujaan hatinya. Ayana hanya diam membisu. Sedangkan Dewi dan Sarah hanya bisa jadi nyamuk. Ayan yang tidak sengaja keluar dari kantor pun melihat adegan berpelukan itu. Wajah Ayan marah dan mengepal tangannya. Rasanya dia ingin memukul pria yang sudah berani menyentuh wanitanya.
"Eheeemmmm. Kalian tidak kerja apa. Apa mau kalian saya pecat juga". Andreas pun langsung melepas pelukannya. Ayana begitu kaget dengan kehadiran Ayan.
"Baik tuan"Mereka semua berhambur pergi sedangkan Ayan langsung Masuk ke dalam ruangannya.
"Ayana kembali ke ruangannya" Dewi dan Sarah yang melihatnya pun kaget.Mereka malah menyusul Ayana ke ruangannya.
"Loe kok masih di sini ?" Tanya Sarah
"Jangan-jangan loe ga di pecat lagi" kata Dewi
"Hmpppp " Ayana hanya menjawabnya dengan senyuman.
"Sumpah?" Sarah
"Iyaaa gue ga di pecat kali"
"Syukur deh. Kalau gitu gue balik kerja dulu ya Kez" kata dewi
"Gue juga Ya Yan".
Ayana duduk di kursinya dan mengingat kejadian tadi.
Flashback On...
"Saa saya Keziayana tuan"
Ayan kaget dengan suarah itu.Ayan memutar Badannya dan ternyata Keziayana adalah wanita yang selalu di pikirkan Ayana. Ayana yang melihatnya pun kaget. Mereka berdua hanya bertatapan tanpa ada pembicaraan.
Ayan segera melangkah dan ingin memeluk Ayana namun Ayana menolaknya.
"Ini tuan berkasnya. Apa saya boleh meminta keringanan atas kesalahannya tuan?" Ayana berbicara seolah-olah dia tidak mengenal Ayan.
"Kenapa kamu Seperti ini.kamu darimana saja hah?"
"Apa boleh tuan saya meminta keringanan nya?" Ayana tidak menggubris pertanyaan Ayan.Membuat wajah Ayan memerah karna menahan Amarahnya.
"Saya berikan kamu keringanan. Asalkan kamu mau makan siang bersama ku"
"Baiklah tuan.ini berkasnya dan saya permisi dulu" Ayan yang melihat ayana dengan wajah marahnya namun Ayana semakin menghilang dari pandangan.
Flashback off....
"Huffffffffff kenapa si harus begini. Ayo Yana kamu pasti bisa ini sudah di pertengahan jalan jangan mundur"
Sedangkan di balik ruangan yang satu Ayan masih mengingat kejadian berpelukan itu. Dia segera menghubungi Dewi.
"Panggil Andreas ke ruangan saya"
Tak lama kemudian bunyi ketukan pintu di ruangan Ayan.
__ADS_1
"Masukk" Andreas pun masuk dengan santai karna tak ada yang harus dia khawatirkan.
"Tuan memanggil saya?"
"Hmppp"
"Apaa pekerjaan saya ada kesalahan tuan?"
"Tidak tidak. Kamu pacaran dengan wanita tadi??" Andreas yang mendengarnya pun hanya tersenyum malu.
"Keluar kamu dari ruangan saya. Saya tidak mau melihat adegan seperti itu lagi" Ayan tidak suka melihat senyum Andreas. Hatinya begitu panas.
"Ternyata dia menghilang karna pria itu.Jangan-jangan waktu di kafe dia bersama Pria itu. Lihat saja nanti". Ayan masih saja belum terima jika Ayana dekat dengan pria lain.
Waktu semakin dekat dengan jam istirahat.Ayana semakin gusar untuk makan siang nanti.
"Sekarang kamu ke ruangan saya"
"Baik tuan"
"Ayo Ayana kamu pasti bisa" Ayana menarik napas panjang dan kembali mengeluarkan nya agar dia bisa sedikit santai. Ayana berjalan menuju ruangan Ayan. Ayana pun mengetuk pintu ruangan Ayan.
"Masukkk" terdengar suarah dari dalam.
Ayana melangkah masuk dan Ayan melihat Ayana dengan intens.
"Ada apa ya Tuan memanggil saya?"
"Kita akan makan siang bersama bukan"
Ayana hanya menunduk.
"Ikut saya" kata Ayan dan di ikuti pergi oleh Ayana.
Keadaan canggung menyelimuti mereka. Tak ada yang memulai percakapan. Sesampainya di restoran mereka turun dan memilih tempat duduk. Ayan memanggil pelayan.
"Mas dan mbanya mau pesan apa ya?"
"Kamu mau pesan apa??" Tanya Ayan ke Ayana.
"Terserah tuan aja"
"Mba yang kemarin makan di sini ya?" Kata pelayan itu.
"Iya mba. Ada apa ya?"
"Oh sebentar ya mba mungkin kalung mba jatuh di tempat duduk mba kemarin" Ayana langsung memegang lehernya ternyata benar Kalungnya memang tidak ada.
"Oh iya mba. Boleh saya liat kalungnya sapa tau benar itu punya saya"
"Tunggu ya mba nanti saya akan ambil. Jadi masnya mau pesan menu apa?" Setelah di memesan menunya. Pelayan itu meninggalkan mereka.
"Kemarin dengan siapa kamu kemari?"
"Sama teman tuan"
"Andreas?"
"Iya tuan" Mendengar nama Andreas hati Ayan kembali memanas. Tak lama kemudian Pelayan itu datang membawa makanan mereka dan juga kalung Ayana. Pelayan menaruh makanan itu di meja.
"Selamat menikmati mba dan masnya. Oh ia mba ini kalung mba bukan?" Pelayan itu memberi kalung berinisial A yang di berikan oleh Ayan tepat ulang tahun Ayana. Ayan yang melihatnya pun tersenyum. Karna hadiah dari dia masih di pake Ayana.
"Oh iya mba. Ini kaluang saya. Makasih ya mba"
"Sama-sama mba"
"Jadi kamu masih simpan hadiah dari aku?"
"Hmppp.mau gimana lagi. Kalungnya mahal tuan jadi kalau di buang sayang. Pamali membuang barang". Ayan berharap mendapat jawaban romantis dari Ayana Namun hasilnya nihil.Ayana masih saja cuek.
"Sini aku pakein kalung nya"
"Maaf tuan. Saya bisa sendiri.Di makan tuan makanannya jam istirahat akan segera berakhir" Ayan yang mendengar merasa dirinya akan terbakar.
"Kamu menghindar karna kamu mendengarkan aku ngigo nama Alexsa?"
"Tidak tuan"
"Jangan bohong. Itu cuman masalahku aku. Jadi jangan salah paham"
"Saya tidak salah paham Tuan. Itu bukan hak saya"Ayan yang mendengarnya pun hatinya bertambah panas.
"Gila ni cowok. Kemarin baru saja ketemu tu cewek. Sekarang bilang nya ga ada hubungan.dasar playboy"
"Kamu ini kenapa si. Tiba-tiba ngilang. Kamu pindah Kontrakan ya?"
"Iya tuan"
"Kenapa?"
"Karna sudah jatuh tempo tuan jadi saya keluar"
"Kurang ajar tu orang m kontrakan kamu. Aku sudah bayar bahkan lebih"
"Oh jadi tuan yang bayar kontrakannya ya maaf tuan tadi saya bercanda. Nanti bakalan saya balikin uang tuan"
"Kamu ini kenapa siiiiii???"
"Saya tidak kenapa-napa tuan" Ayan semakin tidak tenang mendengarnya.
"Oh iya tuan. Ini jam istirahat kita sudah selesai. Bukannya Tuan sangat disiplin waktu?"
"Ayo kita balik". Ayan dan Ayana pun kembali ke kantor. Ayan berfikir rencananya akan berhasil namun hasilnya nihil. Ayana masih saja dingin.
"Ayo Ayana kamu bisa kan"
__ADS_1