Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
Terimakasih


__ADS_3

Part 4:Hidup adalah pertanyaan dan bagaimana kita menjalaninya adalah jawaban kita" Gary Keller.


Selesai dengan makannya Ayana langsung melaju pergi.


"Alalaa tu anak mau kemana si?" Kata mang dimang.


"Iya ya bang. Kasian Ayana pasti nyari kerjaan belum ketemu"


"Iya Bu"


Mang Dimang bersama istrinya sudah menganggap Ayana seperti anak mereka sendiri. Mereka berdua sudah berpuluh tahun setelah menikah belum di karuniai seorang anak.Jadi mereka sering memperhatikan Ayana.


Sesampainya Ayana di rumah besar bak istana itu langsung bergegas masuk ke dalam tanpa menunggu satpam membukakam pintu gerbang untuknya.


"Sudah lincah juga ni cewek. masuknya Seperti yang punya rumah" kata Ayan melihat dari cctv.


"Pagi bii" kata Ayana menyapa ni Ijah. Bi Ijah sudah berkerja selama bertahun-tahun di keluarganya Ayan.


"Pagi Nak Yana"


"Ayan nya ada Bii?"


"Ada Nak, masih di kamar"


"Huff selalu saja di kamar. Emang bedah yang orang kayang sama orang kismin"


"Hehehehe bisa aja non" Bi Ijah hanya tertawa mendengar kata Ayana.


"Ya udah Bi. Saya ke atas dulu"


"Iya non"


Tookkkkkkkk...Tookkkkkkkk..Toookkkkk


"Masukkkkkkkk"teriak Ayan.


Ceklekkkkkk...


Ayan melihat Ayana dari cermin Dengan senyum khasnya mengingat kejadian tadi pagi Ayan segera berbalik melihat Ayana yang sedang duduk di ujung kasur.


"Ngapain loe duduk di situ.Hari ini loe telat ya" Ayana bangkit dan berjalan menghampiri Ayan dan langsung memeluk Ayan.


"Terimakasih dan maaf untuk kemarin" Ayana menyandar kepalanya ke dada bidang Ayan. Di tarik napas panjangnya dan di hembuskan perlahan-lahan. Seakan sedang melepaskan penat di dada bidang pria tampan itu.


"Hmpp. Loe selalu kesusahan seperti ini ya. Hidup loe terlalu rumit" Kata Ayan sambil mengusap kepala Ayana.


Beberapa menit kemudian Ayana di kagetkan dengan petikan jari Ayan.


"Hey melamun aja ni anak"


"Ternyata tadi hanya hayalan" kata Ayana pelan


"Hah hayalan. Loe habis halu. Oh gue tau pasti loe halu kan loe sedang peluk gue" dengan gaya sombong ayan


"Isssssssss dasarrrrrrr kepedean amat loe. Amit-amit ya gue peluk loe"


"Hahahhaa. Makanya pagi-pagi makannya nasi jangan makannya kecoak"


"Ohhh jadii tadi itu ulah loe ya. Ehmpp tu supir pasti kasitau loe kan tempat tinggal gue"


"Heh gadis kampung. Emang loe kira gue ga bakal tau rumah loe.jangankan rumah loe hidup loe aja gue bisa cari tau"


"Dasarrrrr nyebelin. Gue mau pergi.urus aja diri loe sendiri" Ayana melangkah pergi tapi malah di tarik Ayan sehingga mereka pun berpelukan. Ayana hanya diam membisu.


"Aku ingin mendengar satu kata dari kamu"


"Terimakasih" kata Ayana dan Ayan pun tersenyum. Setelah itu Ayana melepaskan pelukan Ayan.


"Jangan seperti ini lagi ya" kata Ayana dan berlalu pergi meninggalkan Ayan. Ayan pun hanya tersenyum dan melihat punggung Ayana yang semakin tak terlihat.


Kringggggggg.... kringggggggg


"Hallo sar"


"Loe di mana si dari kemarin ngilang?"


"Gue ke rumah loe ya"


"Iya gue tunggu"


Ayan yang mendengar pun merasa kesal.

__ADS_1


"Loe mau ke mana??" Tanya Ayan.


"Ngapain loe ingintip gue lagi bicara. Ga sopan ya??"


"Gue nanya loe mau kemana??"


"Gue mau kemana aja bukan urusan loe ya"


"Kalau begitu pergi aja. Awas ya loe kalo mau ketemu sama cowo. Gue bikin sambal tu cowok"


"Ihhhhhhhhhhassssss gaya loe kaya org pacaran aja. Iya gue mau ketemu cowok. Kenapa???" Langsung Ayana pergi meninggalkan Ayan.


"Gue mau ketemu cowok. Kenapa???"sambil Ayan meniru marah gaya bicara Ayana.


Ayana melaju motornya meninggalkan rumah Ayan. di perjalanan Ayana melihat seseorang yang. Wajah sangat familiar sedang bersama wanita lain. Ayana menghentikan motornya.


"Farelllllllll"


"Yana" cowok bernama farell itu pun kaget terciduk bersama cewek lain.


"Oh jadi kekakuan kamu di luar seperti ini ya. Hari ini kita putus"


"Pacar kamu Rellll?" Sambil lihat pakaian Ayana dengan teliti.


"Apa loe liat-liat. Mau gue tabok loe?"


"Ayo Tell kita pergiiii"


"Mau bawa kemana si Farell?"


"Kita mau pergi la. Kan tadi loe sudah putusin Farel"


*Tapiiiiiiiiiiii"


"Sudahlah Yan. Gue mintah maaf. Ayo sis kita pergi" mereka pergi meninggalkan Ayana. Ayana hanya mematung. Hubungan yang sudah setahun sudah hilang. Orang yang selalu mensupport Ayana pun sudah ke perempuan lain. Ayan yang melihatnya dari kejauhan pun hanya tersenyum. Ayan melaju pergi meninggalkan Ayana yang masih berdiri bingung di sana.


"Hallo"


"Loe dimana sii. Lama banget"


"Astaga Sar gue lupa"


"Masya Allah Yan. Buruaaaannnnnnn.


"Loe sakitttt. Ya udah gue sudah dekat ni"


Sesampainya di rumah bak istana itu Ayaana memarkirkan motornya. Ya ini rumah Sarah Budiaman. Pak Budiaman pun orang yang cukup kaya.Ayana pun langsung bergegas masuk dan langsung ke kamar Sarah. Ayana dan Sarah Seperti sudah bersaudara. Orang tua Sarah sering memanggil Ayana tinggal bareng bersama Sarah tapi Ayana terus menolak. Ayana tidak mau di bilang ambil kesempatan dan memanfaatkan Sarah.


Ceklekkkkkkkkkkkkkkkkkk


"Happy Birthday Sayang" ternyata Sarah dan kedua orangtuanya yaitu Pak Indra dan Bu Nia merayakan ulangtahun Ayana.


Mereka pun menyayikan lagu ulangtahun untuk Ayana seketika itu buliran air mata pun keluar antara air mata bahagia dan sedih.


"Jangan sedih dong sayang" ibu Nia langsung mengecup dahi Ayana.


"Sekarang tiup lilinnya Nak Yana" kata Pak Indra.


"Sebelumya berdoa dulu" kata Sarah selesai dengan berdoa Ayana pun meniup lilinnya.


"Horeeeeeeeeeeee"


"Terimakasih ya Pak, Bu, Sarah" air mata masih terus mengalir.


"Kok nangis si. Ini kan hari bahagia?" Kata Ayah Sarah


"Terharu pak"


"Ya sudah jangan nangis lagi. Sebentar malam kita pergi ke suatu tempat" kata Bu Nia.


"Kemana Buu?"


"Sudah kamu jangan nanya lagi. Nanti Sarah dandanin kamu supaya lebih cantik"


"Hmpp. Makasih Bu"


"Iya nak. Sarah ibu dan ayah ke luar dulu"


"Iya Bu" pak Indra dan Bu Nia pun pergi ke luar meninggalkan dua sejoli itu.


"Sini loe duduk di sini" sambil menepuk ujung kasur.

__ADS_1


"Apaan si loe"


"Kenapa loe ga interview kemarin. Trus gua telpon loe ga angkat. Gue ke rumah loe, loe ga ada. Kemana Loe?"


"Sar, Loe yang bayarin sewa kontrakan gue ya?"


"Apa??? Ga kok. Kan loe ga mau gue bayarin"


"Beneran???"


"Iyalah ngapain juga gue bo'ong soal itu Yan"


"Emang ada Yan yang bayarin?. Loe udah tanya di nenek lampir itu apa"


"Ga nanya juga si. Cuman nenek lampir itu ga nagih uang kontrakan lagi. Padahal ni ya kemarin dia bilang mau ngusir gue dari kontrakan kalau ga bayar uang sewa nya. Tapi tadi dia ga ngomong apa-apa tu"


"Jangan-jangan fans loe kali yang bayar. Hahahahah" kata Sarah sambil tertawa.


"Hissssss" Tiba-tiba Ayana ingat apa Yang di katakan Ayan.


Flashback On...Ayan


"Heh gadis kampung. Emang loe kira gue ga bakal tau rumah loe.jangankan rumah loe hidup loe aja gue bisa cari tau"


Flashback Off..


"Jangan-jangan dia lagi yang bayar" kata Ayana berucap pelan dan tidak sengaja di dengar oleh Sarah.


"Diaaa???? Siapa?? Farrell"


"Jangan sebut nama itu lagi"


"Kenapa loe??"


"Gue sudah putusin dia"


"Kenapa?? Selingkuh tu anak?"


"Hmppp"


"Hahahah di Ulangtahun loe.. gila benar tu anak"


"Biarkan saja deh. Malas bahas tu cowok"


"Jadi gimana loe keterima kerja di sana?"


"Iya gue di terima"


"Kenapa loe ga kerja aja di perusahaan bokap loe?"


"Ga ah. Ntar deh.gimana dengan Loe sudah dapat pekerjaan nya?"


"Belum si. gue masih sibuk"


"Alaaaaahhh sok-sokan sibuk"


"Hufff capeknya" sambil menghempaskan badan di kasur


Kringggggggg ... Kringggggg


"Tuh Hp loe bunyi" kata Sarah


"Siapa lagi si. Ga bisa apa liat orang senang dikit" kata Ayana sambil mengambil hp dari dalam tas dan di lihatnya layar hp "Ayan"


"Huffffff kenapa ni anak?"


"Siapa Yan?"


"Bukan siapa-siapa kok" Ayana pun mengangkat telpon itu.


"Hmppp. Ada Apa?"


"Cepat kemarii"


"Huuufffffff iya-iya" Ayana langsung memutus sambung telponnya.


"Sar, gue pergi dulu ya, byeeee" Ayana pun berlari keluar. Sarah yang ingin bertanya pun tak sempat.


"Nak Yana mau kemana?" Tanya Bu Nia


"Tante, Om Yana pergi dulu ada urusan sedikit"

__ADS_1


"Iya nak. Hati-hati Jangan lupa sebentar malam ya"


"Iya Tan" Ayana pun bersalaman dengan Bu Nia dan Pak Indra. Dan berlalu pergi.


__ADS_2