
Part 12:"Tujuan hidup kita adalah menjadi bahagia"-Dalai lama
Ayana tersenyum saat melihat Ayan tertidur di sampingnya.
"Apa ini mimpi.kalo ini mimpi ku mohon jangan sadarkan aku. Aku ingin bahagia seperti ini" Ayana pun mengelus kepala Ayan Tiba-tiba tangan Ayana di pegang oleh Ayan.Ayana kaget pasalnya baru saja keluar kalimat cintanya itu.
"Kamu ga mimpi kok" kata Ayan
"Kenapa kamu ga tidur?" Tanya Ayana
"Ya belum ngantuk la?"
"Dasar tukang nguping. Awas aku mau tidur. Ngantuk"melepas tangan Ayan dan membelakangi Ayan.
"Hmp. Tidur saja asal jangan halu berlebihan" kata Ayan mengejek.Ayana yang mendengarnya hanya tersenyum malu.
"Pasti lagi senyum senyum sendiri" kata Ayan mengejek Ayana. Ayana yang mendengarnya hanya menutup malu wajahnya dengan selimut.
Sedangkan Andreas di malam itu sedang memikirkan siapa pemuja rahasianya.Malam ini Andreas mendapatkan bajj kerja baru tapi tidak ada nama pengirim bingkisan itu. Bukan hanya hari ini, bahkan setiap hari ada saja kiriman dari orang itu buat Andreas. Awalnya Andreas pikir itulah dari Ayana namun setelah di telusuri itu sama sekali bukan dari Ayana.Andreas kehabisan akal untuk mendapat pelaku pengiriman paket paket ini.
"Sebenarnya siapa si orang ini" Andreas terus saja berfikir.
"Gue harus tau siapa orang rahasia ini. Apa Yana ya tapi dia malu mengatakan sebenarnya. Pasti ini dari Yana. Ga mungkin Yana mau jujur kalau dia yang mengirim ini. Pasti dia gengsi"
"Tapi kalau bukan Yana trus siapa masa Dewi. Ah ga mungkin lah.apa jangan-jangan Sarah.hmppp itu lebih tidak mungkin"
"Benar-benar ini sangat menganggu" kata Andreas berbicara sendiri.
Sekilas bayang Ayana terlintas di benak Andreas.
"Kira-kira Ayana sama siapa ya di rumah sakit?sama Sarah ga ya.hmpp mau temanin tapi ga enak juga. Atau gue ke rumah sakit aja deh daripada di rumah penasaran". Andreas langsung mencari kunci mobilnya
Sesampai di garasi Andreas yang ingin menghidupkan mobilnya harus terima nasip kalo mobilnya ternyata sedang rusak. Lihat saja mobilnya tidak merespon sama sekali.
"Arrrghhhhh sialll" sambil memukul stir mobil
"Mana motor juga ada di bengkel. Kenapa si selalu terhalang begini" Andreas keluar dari mobil dan kembali ke rumah.
Di rumah sakit Ayan dan Ayana sedang terlelap dalam tidur. Mereka yang Sedang asik berada dalam mimpi masing-masing harus menerima kenyataan kalo dunia seakan menyuruh mereka untuk sadar.
"Hoammmmm" Ayana menguap dan melihat ke arah Ayan yang masih terlelap.
"Kasihan.Ayan pasti sulit tidur sambil duduk gini" Ayana pun mengelus lembut kepala Ayan.Ayan yang merasanya pun langsung perlahan membuka wajahnya. Mereka pun saling menatap dan Cupppppppppppppppppp Ayan mengecup bibir Ayana. Ayana kaget dan Langsung memalingkan wajahnya.
"Lebih baik kamu pulang. Pasti Sarah sudah dalam perjalanan". Kata Ayana masih membelakangi Ayan.
"Oh jadi aku di usir ni"
"Hmppp. Pergilah sebelum ada yang melihat"
"Ga mau pergi ha. sebelum dapat jatah"
"Jangan keras kepala deh. Ntar kalo ada yang liat gimana".
"Tapiiiiiiii"
"Sudah jangan tapi-tapi" Ayan yang mendengarnya hanya cemberut.
"Ya sudah aku pergi ya" Ayan pun mencium kepala Ayana.
"Hmpp. Hati-hati" Ayan pun bergegas pergi meninggalkan Ayana. Ayana yang merasa Ayan telah pergi pun segera bangkit dari tempat tidur dan keluar melihat Ayan yang semakin menjauh dan hilang dari Pandangan.
"I love you" kata Ayana dan kembali masuk ke ruangan.
Sedangkan Sarah Masih bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
"Sar sebelum ke kantor. Antar ini dulu ya ke Yana. Ibu kayaknya ada urusan bentar jadi belum bisa jenguk dia"
"Iya bu. Itu pasti".
"Mana buk bekal buat Yana?"
"Ini nak, sekalian bawa perlengkapan mandinya..kasihan dia dari kemarin pasti ga mandi"
"Iya Bu"
"Tapi sebentar biar Ibu dan Ayah yang jemput Ayana ya.tunggu Ayah pulang kerja dulu"
"Baik Ibu bos. Kalo begitu sarah pergi ya Bu" Sarah pun menyilami tangan ibunya.
__ADS_1
"Hati-hati di jalan nak"kata Bu Nia dan di jawab anggukan oleh Sarah.
Sarah pun melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya.
"Gue bawa apa ya buat jenguk Kezia yang romantis gitu kek" kata Andreas gusar.
"Gue tanya Dewi aja deh sapa tau dia bisa bantu" Andreas langsung mengambil handphonenya dan langsung menelpon Dewi.
"Hallo Ndre"
"Halo Wi. Gue mau minta tolong ni"
"Minta tolong apa?"
"Jadi gini gue kan mau jenguk Kezia tapi gue bingung aja mau bawa apaa"
"Jadi gimana Wi"
"Dewi loe dengarkan"
"Hallo Dewiiiiiiii"
"Iya apa ndree"
"Loe dengar ga si gue ngomong apa?"
"Maaf ndre gue lagi masak jadi gue ga dengar loe bilang apa"
"Loe payah wi" langsung Andreas mematikan telfonnya.
"Gue beli bunga aja deh "Andreas pun pergi.
Ceklekkkkkkkkkkkkk..
"Kan sudah ku bilang kamu pulang aja istirahat" kata Ayana.
"Siapa Yan???" Ayana kaget ternyata yang datang bukanlah Ayan namun Sarah. Ayana langsung melihat Sarah.
"Eh Sarah" Ayana melihat Sarah dengan gugup sedangkan Sarah masih bingung.
"Tadi loe bilang apa?"
"Tadi loe barusan bilang. Pulang apalah itu"
"Oh itu gue abis telfonan sama Andreas katanya Dia mau jenguk gue. Tapi gue tolak"
"Ohh gue kira loe bilang gue"
"Ga kok. Itu loe bawa apa?"
"Ini perlengkapan ganti loe sama Makanan loe. Semalam gimana tidurnya? Nyenyak gak?"
"Hmpp nyenyak banget"
"Syukurlah. Oh iya ntar pulangnya sama Nyokap ya. Ga ada penolakan!"
"Iyaaa deh"
Ceklekkkkkkkkkkkkk... Ayana dan Sarah pun melihat ke arah pintu.
"Tuhan jangan sampeh Ayan" doa Ayana dalam hati.
"Andreassssss" kata Sarah.
Andreas pun kaget melihat Sarah yang ada di situ.
"Loe di sini juga Sar?"
"Iya baru aja gue nyampe"Kata Sarah.
"Ohhhh. Gimana Kez, keadaannya?"
"Ehemmmm. Panas juga ya Yan ruangan loe. Gue pamit pergi deh. Ga betah gue d sini mana banyak nyamuknya lagi" kata Sarah
"Hih Sarah ga kok" kata Ayana.
"Iya loe pergi aja. ntar telat lagi ke kantor" kata Andreas.
"Kurang ajar ni Andreas. Ambil kesempatan dalam kesempitan" kata Sarah dalam hati.
__ADS_1
"Yaudah Yan. gue pamit ya. Hati-hati loe sama ni Orang. Kalo sampeh dia ngapa-ngapain loe langsung loe panggil satpam"
"Iya iya" jawab Ayana sambil senyum
"Byeeeeeeee calon ipar Andreas"
"Hih Sarah" kata Ayana malu di depan Andreas. Andreas yang mendengarnya pun hanya tersenyum.
Sarah pun berlalu pergi dan tersisah Ayana dan Andreas di ruangan kecil itu.
"Tidurnya nyenyak kez?????"
"Iya"
"Ini aku bawain buah"
"Taru aja di situ Ndre. Ntar aku makan"
"Kapan bisa pulang Kez?"
"Sebentar sudah bisa pulang Ndre"
"Aku jemput ya Kez?"
"Ga usah repot-repot Ndre. Nyokapnya Sarah yang bakalan jemput Ndre"
"Baiklah kalau begitu. Aku pamit pergi ya"
"Iya. Hati-hati ya Ndre"
"Iya" Andreas melangkah keluar.
"Ndreeeeeee" panggil Ayana. Andreas yang akan keluar pun berhenti dan melihat Ayana.
"Kenapa Kez?"
"Thanks Ndre"
"Hmpppo iyam istirahat gi"
"Iyaaa Ndre hati-hati"
"Baiklah".
Sedangkan di sebrang sana seorang Ayan geram melihat Andreas yang baru saja keluar dari rumah sakit.apakah itu adalah rasa cemburu?,atau karna egois.
"Siallllllllllllllllllllllll" Ayan berteriak dan memukul klasonnya.
Di kantor.........
Seperti orang sedang mabuk asmara. Andreas di buat bingung dengan drama ini. Bagaimana tidak. Keberadaan sebuah rantang cantik di meja Andreas dan selembar kata cinta dari sang empunya.
"Selamat sarapan pujaan hati
Aku selalu berharap tentang dirimu"
Andreas yang membacanya pun cukup terkesan dengan kata-kata cinta dari orang rahasia itu.andreas pun duduk dan mengingat semua wanita yang dekat dengan dirinya. Namun semua biasa-biasa saja tidak yang harus di curigakan. Andreas terus saja melamun hingga dia di kagetkan dengan tangan seseorang yang menepuk pundaknya.
"Bro ngapain loe melamun" kata Agus teman kantor Andreas.
"Asikkkk ni Ndress. Loe Dapat makanan dari pacar"kata Agus yang melihat rantang makanan itu
"Pacar pala loe" kata Andreas membalas.
"Hahahaha loe Napa Ndre. Bersyukurlah ada wanita yang baik begini. Lihat saja diri ini ndree masih single" kata Agus.
"Loe cukup prihatin ya Gus. Kalo loe mau tu makanan ambil saja ga usah sok single. Anak 2 di rumah sok single"
"Hahahaha. Loe memang teman sejati Ndree" kata Agus sambil mengambil rantang makanana itu.
"Hahahaha dasar sudah nikah tapi kurang kasih sayang" kata Andreas.
"Bukan kurang kasih sayang Ndree, tapi kita ma gini sebagai pria itu harus ngerti kalo istri sibuk dengan anak Kita. Biar pun ga ada bekal kantor asal bekal ranjang mantap hahahahah" kata Agus sambil diikuti ketawa kecil.
"Hahahaha brengsek loe Gus. Sudah-sudah loe pergi aja. Otak gue sedang ga butuh bercanda" kata Andreas.
"Okelah gue pergi sarapan dulu"
"Hmpppp"
__ADS_1