Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
Semua berlalu begitu saja.


__ADS_3

Part 2:Mulailah dengan Tujuan dalam pikiran"Stephen Covey.


Hari semakin larut dan Ayana masih berada di rumah Ayan.


"Ayan, gue pulang dulu ya" izin Ayana kepada Ayan.


"Sama siapa loe tinggal?"


"Hmpp. Sendiri"


"Orang Tua loe?"


"Ibu sudah meninggal"


"Maaf ya"


"Iya ga apa-apa kok"


"Loe nginap aja di sini"


"Ga usah, ga usah. Gue bisa kok pulang. Sudah biasa gue pulang sendiri" kata Ayana meyakinkan Ayan.


"Gue mau ngomong sesuatu"


"Apaaaa"


"Ngomong aja"


"Hmppp.. ngak jadi deh. La bokap loe dimana?"


"Hufff kaya Intel aja ni orang"batin Ayana.


"Ga tau. Sudah meninggal kali"


"Masa bokap sendiri ga tau"


"Hmpp. Bokap gue pergi sejak gue masih bayi. Ga tau kemana. Sudah pertanyaannya?"


"Cukupppp. Ya udah loe pulang tapi di antarin supir rumah"


"Iya.. terserah loe aja yang penting gue bisa pulang"


"Hallo. Siapkan mobil dan antar wanita tadi pulang.pastikan selamat sampai tempat tujuan!" Kata Ayan


"Loe sudah bisa turun ke bawah. Sudah di siapkan mobil"


"Iya. Makasihhh"


"Eeeehh tunggu tunggguuuu"


"Apalagi siii"


"Nih ketik nomor loe"


"Untuk apa si"


"Loe masih ada ya tanggungjawab Sampeh gue sembuh"


"Astaga" Ayana pun mulai mengetik nomor handphone nya.


"Ini sudah"


"Hmpp. Pergilah" Ayana pun melangkah keluar dari kamar Ayan dan menuruni tangga.. sesampainya di bawah semua pembantu sudah menyiapkan bingkisan.


"Ini non tuan mudah berikan"


Kringggggggg... Kringggggg...


"Hallo"


"Besok kamu pakai baju yang gue berikan. Baju loe bikin mata gue sakit dan dandan yang cantik"


"Apa-apaan si"


"Ga ada alasan atauuuuu"


"Iya iya"


"Sini bi"

__ADS_1


"Oh ga apa non biar bibi antar ke depan. Mari non"


" Bi, panggil nya Ayana ya bi"


"Hehehe Maaf Non, ehh Nak Yana"


"Hehehe ntar juga terbiasa kok"


"Mari non" kata pak supir membuka kan pintu mobil.


"Bi, aku pulang dulu ya"


"Iya nak Yana. Hati-hati"


Mobil sedan hitam pun meninggalkan pekarangan rumah Ayan. Ayana terus melihat pemandangan sekitar.


Sebuah senyum terukir indah di bibir mungil itu. Ketika mengingat Ayan menciumnya


"Apa aku mulai jatuh hati" kata Ayana


"Ayana jangan, orang kaya hanya suka mempermainkan hati orang". Batin Ayana berbicara.


Akhirnya Mobil sedan putih masuk ke area gang kecil dan Ayana pun turun dari mobil itu.


"Terimakasih Pak"


"Sama-sama nona"


"Pak.. ehmpp tolong ya jangan beritahu tuan mudah kalau tempat tinggal ku di sini" kata Ayana dengan memelas


Di sebrang sana Ayan sedang tersenyum mendengar permintaan Ayana.


"Dasar bodoh"


"Baik non, ini barangnya non"


"Iya pak. Terimakasih"


"Sama-sama non"


Mobil hitam itu melaju meninggalkan gang kecil sedangkan Ayana berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Bahkan aku belum mendapatkan pekerjaan,Bagaimana dengan sewa rumah ini. Astaga motorku" Ayana langsung meraih handphone nya yang berada di dalam tas dan segera lah menelpon Seseorang.


"Hallo" Suarah orang di sebrang sana.


"Hallo yan. Gue minta besok pagi gue bakal ambil motor gue di rumah loe. Awas ya kalau ga ada"


"Hmpppppppp" Ayan langsung memutuskan panggilan telpon nya.


"Dasar orang kaya"


Di sebrang sana Ayan segera menghubungi seseorang.


"Hallo boss" kata orang yang di telpon Ayan.


"Besok kamu belikan motor matic terbaru.


Mata saya sakit lihat motor butut tadi. Ingat ya motor itu harus ada besok pagi"


"Siappp bos" dengan sebuah senyum sumringahnya melekat di bibir pri tampan itu.


Sedangkan Ayana sedang asik dengan hayalannya tentang Ayan. Tiba-tiba dia mengingat pertanyaan Ayan tentang kedua orang tuanya. Bulir air mata yang mengisyaratkan betapa rindunya dia kepada sang ibu dan ayah


"Kalau ada ayah dan ibu pasti hidupku tak serumit ini"


"Huffffftt. Berat nya hidup ini tanpa orang tua tapi aku ga boleh lemah demi bertahan hidup". Seketika itu pun Ayana langsung tertidur pulas


Keesokan harinya......


Tokkkkkk.... Tokkkkkk...Tokkkkkkkk


"Siapa si pagi-pagi gini, ganggu orang tidur aja" Ayana Melangkah membuka kan pintu. Betapa kagetnya Ayana melihat ibu Kos sudah berada di depan pintu kamarnya.


"Mana uangnya. Ini sudah jatuh tempo"


"Aduuuhhh Bu. Maaf ya. Gini aja besok aku bakalan lunasi semua tunggakan rumah ini"


"Besok, besok. Kamu ini niatnya bayar ga si. Kalau besok kamu ga bayar kamu harus keluar ya dari sini"

__ADS_1


"Iya Buu"


Dengan malas Ayana masuk dan bergegas mandi. Setelah mandi seperti biasa Ayana memakai baju tomboinya dan bergegas ke rumah Ayan. Sesampainya di rumah Ayan suasana rumah Seperti biasa selalu sepi. Manusia di rumah ini Seperti orang bisu. Pak Satpam yang melihat Ayana pun langsung menghampiri Ayana.


"Ada perlu apa Ya mba?"


"Aku mau ketemu sama Ayan" pak satpam melihat dari Unjung kaki Sampeh Unjung rambut.


"Tuan mudah ga ada" jawab satpam


"Ntar kalo tuan mudah tau kalau bapak nggak bukain pintu gerbangnya bakal di pecat loh"


"Tunggu saya ke dalam tanya tuan mudah dulu" pak satpam segera berlari masuk ke dalam.


"Eh nona kenapa nggak masuk" tanya pak supir


"Ga di bolehin masuk sama pak satpam"


"Maaf non, pasti dia ga tau. Sini biar saya bukain pintunya" pak Dodi membukakan gerbangnya dan segeralah Ayana masuk.


Ayana berjalan masuk ke dalam rumah dan di lihatnya pak Satpam yang sedang mondar mandir di depan pintu kamar Ayan.


"Pakkkkk ngapain di situ?" Tanya Ayana


"Eh kamu ngapain di sini?"


"Ya aku mau ketemu sama Ayan pak"


"Beneran kamu mau ketemu sama Tuan mudah?" Sambil melihat dari atas Sampeh bawa lagi.


"Kenapa daritadi bapak liat saya seperti itu. Apa ada yang salah dengan penampilan saya pak?"


"Oh tidak non. Kalau gitu saya permisi"


"baik pak"


Tokkk....Tokkk....Tokkkkkk


Ceklekkkkkk...


Ayana membuka pintu kamar Ayan.


"ahhhhhhhhhhhhhhhhh" tiba-tiba Ayana teriak dan menutup matanya dan Ayan hanya mengeluarkan senyum sumringah nya melihat Ayana Seperti ini.


"dasar Wanita bodoh dan Polos"


"wow buka mata loe"


"loe sudah kan pake bajunya?" kata Ayana teriak.


"woee jangan teriak di sini emangnya loe pikir ini hutan apa".


"iya maaff"


"tumben loe pagi pagi gini sudah datang"


"mana motor gue" masih dalam keadaan membelakangi Ayan.


"loe kalo bicara itu yang sopan. masa badan loe membelakangi orang"


"ya takutnya loe belum pake baju"


"enak aja gue mau pamerin badan gue ke cewek kampung kaya loe"


Ayana pun segera membalikkan badannya.


"aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa" Ayana kembali berteriak. dia baru saja di kerjain oleh Ayan.


"hahahahhaa. diam loe gadis Kampung" Ayan masih saja mengerjai Ayana.


"hissss ngapain loe. pagi-pagi bikin mata gue ternodai"


"emangnya loe liat apaan. liat ginian aja kok. dasarrr kampungan. hahahaha"


"awas ya loe ngintip gue"


"idih ngintip loe. ogah kali" kata Ayana masih membelakangi Ayan.


Ayan segera memakai baju dan celananya

__ADS_1


__ADS_2