Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
Keziayana


__ADS_3

PART 8:"Tujuan Hidup kita adalah bahagia"-Dalai Lama.


Sudah seminggu Ayan tak menemui Ayana. Bahkan kabar Ayana Seperti hilang di telan bumi.


"Sudah seminggu dia ga ada kabar Arrgggggggghhh Siall" Ayan marah dengan sendirinya.


Di tempat lain Ayana bersama Sarah dan juga Dewi sedang makan siang di kantin kantor.


"Eh pak Gerald Seperti ga ke kantor ya Wi"kata Sarah


"Hmp. Ga tau juga tu. Memang si kalau orang tua Pak Gerald ga ada si jadinya gini"


"Enak Ya jadi orang kaya" kata Ayana


"Hhahahahahaa" Dewi dan Sarah yang mendengar nya pun hanya tertawa


"Gimana loe sudah seminggu kerja. Apa ada kendala?" Tanya Dewi


"Alhamdulillah ga Wi. Semua Aman di bantu Sarah juga si"


"Loe itu merendah sekali. Lagian itu karna loe yang pintar kali" kata Sarah


"Iya kez, sampai-sampai tuan Gerald pun ga pernah komplein sama kerja loe"


"Ya syukur deh. Tapi kira-kira ni ya tu orang mau gue panggil tuan apa bapak ya?"


"Ya tuan Aja deh. Kalau bapak si seperti sudah tua gitu. Kalo tuan kan tuan mudah jadi awet mudah la ya"


"Benar-benar. Seperti nama julukan seseorang tuan mudah" Ayana yang mendengar Tuan mudah pun mengingat Ayan.


"Seperti Siapa Yan?"


"Orang ga penting kok"


"Oh" Ayana terus mengingat Ayan. Otak berupaya untuk lupa, bibir berupaya untuk tidak mengucap sedangkan hati tak bisa di bohongi untuk melupakan pria tampan itu.


Di dalam ruangan Ayana terus saja memikirkan Pria itu, pekerjaannya pun sampai tak dapat di selesaikan.


"Aaaaiiiigoooo ayolah hati kerja sama dikit napa" dalam batin Ayana.


"Heii Kez"Sapa Andreas


"Yaa Andre"


"Ada Waktu ga malam ini?"


"Untuk apa???"


"Dinner"


"Gue minta maaf ya. Ada banyak perkerjaan yang harus gue kumpulin besok untuk tuan mudah. Katanya tuan bakalan masuk kantor besok.Ehmpppp. Lain waktu aja ya"


"Iya. Fighting ya"


"Iya" sambil tersenyum. Andreas pria tampan yang sangat menggila Ayana. Hampir setiap hari Andreas menyatakan cintanya walaupun tidak dengan kata-kata, tindakan Andreas pun bisa di mengerti. Namun, Ayana tak pernah menggubrisnya. Ayana hanya menganggap Andreas sebatas teman.


Pernah sekali Andreas menaruh banyak bunga mawar di meja Ayana. Bahkan pernah setiap pagi Andreas membawakan Ayana sarapan Karna Andreas tau Ayana tinggal seorang diri. Sampai rumor di kantor telah menyebar kalau mereka telah berpacaran.


Di selang makan siang pun Andreas selalu mengajak Ayana makan bersama. Sering di tolak Ayana namun Ayana semakin merasa tidak enak.Dengan berat hati Ayana mengiyakan permintaan Andreas.Ayana memang sering menolak ajakan Andreas dia hanya ingin Andreas tidak terlalu berharap untuk bisa menjadi orang istimewa di hati Ayana.Namun begitulah Cinta tak bisa membuat orang putus semangat.semakin menolak,semakin dia lebih membara.


Di tempat lain Ayan sedang bekerja di ruang kerja dalam rumahnya..

__ADS_1


"Ni sekretaris oke juga ni. Semenjak jadi sekertaris ga pernah ada kesalahan. Teliti nya boleh juga. Penasaran juga orangnya kaya apa".


"Tuh gadis kampung kemana ya. Aargggggh semakin gue ingat tu gadis kampung semakin gue gila"


Di lain tempat Bima sedang makan siang bersama Alexsa


"Makasih ya loe sudah mau terima tawaran makan siangnya"


"Harusnya gue yang terimakasih untuk makan siangnya" Meraka pun kembali melanjutkan makan siang mereka dengan tenang. Tiba-tiba Alexsa melihat pacarnya bernama Fernando sedang bersama wanita lain.


"Fernan" kata alexsa yang tidak sengaja melihat dua orang sepasang kekasih sedang makan siang dengan romantis.


"Maaf ya lex, bukannya itu pacar loe ya?"


"Iya pacar gue yang waktu itu"


"Masih pacaran loe sama dia?"


"Iya kita masih pacaran. Katanya dia ke luar kota biar urusan perkerjaan ternyata ini perkerjaan nya ya. Dasar cowo brengsek" Alexsa mengepal tangannya.


"Loe tunggu sini ya Dim!"


"Emang loe mau kemana?".


"Loe liat aja Bim" Alexsa mengambil gelas yang masih berisi air itu dan berjalan menghampiri Ferna.Fernan masih tak menyadari keberadaan Alexsa di belakang Karna sedang asik dengan wanita di depannya. Hingga akhirnya Alexsa pura-pura tersandung dan Byuuurrrrrrrrrr


Minuman itu tumpah di kepala fernan.


"Oupsssss Sorryyyy" kata Alexsa. Adegan itu menjadi pusat perhatian semua orang. Begitu pun dengan Dimas.


"Hebat" kata Dimas.


"Oh my goodness" kata pacar Fernando. Sedangkan Fernando sudah seperti orang yang sedang mandi. Terguyur minuman sebanyak itu membuat bajunya hampir semua basah.


"Alexsaaa"


"Kamu kenal perempuan ini sayang?" Fernando bingung dia harus jawab apa.


"Loe salah orang. Lepas tangan gue. Soal tadi gue kan sudah minta maaf" Fernando yang mendengar itu pun langsung melepasnya. Dan Alexsa berlalu pergi. Sedangkan Fernando hanya melihat Alexsa. Yang semakin menghilang.


"Ayo kita balik" kata Fernando mereka pun akhirnya pulang.Alexsa yang melihat mereka sudah keluar akhirnya dia pun kembali ke tempat duduknya. Sesampainya di tempat duduknya. Bima sudah memesan kembali minuman.


"Thanksss" Alexsa pun meminum minuman itu.


"Hmpppp"


"Tadi loe liat ga?"


"Ya. Gue liat"


"Menurut loe?"


"Mantap juga tu ide loe"


"Hahahaha. Laki-laki brengsek kaya dia tu pantas" kata alexsa tertawa


"Loe ga sedihhh?"


"Untuk si cowok itu.Hahahh


ngapain?. air mata gue lebih mahal tau daripada tu cowok. Lagian jangan terlalu sedih bukannya hidup untuk bahagia. Jadi untuk apa sedih buat sesuatu yang bukan untuk kita"

__ADS_1


"Benar juga kata loe"


"Yaiyala gue gitu loh"


"Asiiiikkkkk juga ni cewek" kata Bima dalam hati.


Di kantor Ayana masih sibuk dengan pekerjaan.


"Kezia pulang bareng yukkk"


"Tapiii pekerjaan gue masih banyak ni ndree. Gimana ya?"


"Ntar lanjutnya di rumah aja"


"Boleh juga tu. Tunggu gue beres-beres dulu" selsai berberes Ayana dan Andreas berjalan keluar semua mata melihat ke arah mereka. Ayana hanya menunduk malu.


"Kamu kenapa?"


"Gue malu ndre banyak yang bilang kita pacaran" Andreas yang mendengarnya pun hanya tersenyum.


"Sudah jangan terlalu di pikirkan omongan mereka" mereka pun pergi ke arah parkiran. Andreas dan Ayana pun pergi meninggalkan kantor menggunakan motor Andreas. Kebetulan hari ini Ayana tidak membawa motor karna Andreas menjemput.


Di perjalanan Andreas mampir di sebuah restoran.


"Ndre ngapain kita di sini?"


"Ya mau makanlah.tadi aku lihat kamu belum makan jadi aku mampir deh di sini"


"Tapiiiiiiii"


"Sudah jangan tapi-tapi..rezeki ga boleh di tolak..pamali"


"Makasih ya"


"Sama-sama"


"Maaf ndre aku ga bisa balas perasaan kamu. Ada seseorang di kehidupan ku" kata Ayana dalam hati sambil melihat Andreas.


Andreas pun memanggil pelayan


"Mas dan mbanya mau pesan apa?"Meraka pun menyebut menu yang akan mereka pesan.


"Mohon di tunggu ya mas, mba"


"Iya" Ayana sedang melihat sekeliling restoran itu. Dan dia melihat seseorang yang sangat dia rindukan sedang bersama wanita lain. Ayana yang melihatnya pun kecewa.


"Kamu kenapa Keziaa?"


"Ga kok. Ga kenapa-napa"Pelayanan pun datang membawa makanan mereka. Dan menaruhnya di atas meja.


"Ini mba dan masnya. Selamat di nikmati"


"Iya mba" jawab Andreas. Sedangkan Ayana masih terus melihat Ayan yang sedang asyik mengobrol bersama wanita itu. Andreas sedikit bingung melihat Ayana yang sedang melamun.


"Apa dia yang namanya Alexsia.hmppp pantas Ayan tergila-gila sampeh ngigo. Orang nya cantik begitu. Anggun lagi. Lah gue cuman pelampiasan aja"kata Ayana dalam hati


"Keziaaaa" Andreas pun menyadarkan Ayana .


"Ehh Sorry sorry. Barusan bilang loe apa ndre?"


"Gak kok. Gue bilang makan. Tuh makanan nya udah nyampe. Loe liatin apaaan si?"

__ADS_1


"Gak liatin apa-apa kok. Makan aja yuk.laper ni" selesai makan Ayana tidak lagi melihat Ayan.


"Humpppp sudah pergi ternyata" kata Ayana dalam hati. Selesai mereka makan. Ayana dan andreas langsung pergi meninggalkan Restoran itu.


__ADS_2