Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
merah merona


__ADS_3

Part 11:"Trik Dalam hidup adalah belajar bagaimana menghadapinya"-helen mirren


"Keziaaaaaaaa" Dewi berlari memeluk Ayana.


"Hahahaha. Gue baik-baik saja kok Wi"


"Ingat Wi, orang sakit jadi jangan lama-lama" kata Sarah


"Hehehe ini juga mau lepas"


Dewi pun langsung melepas pelukannya.


"Btw, datang sama siapa loe?"


"Sama Andre"


"Mana Andre?"


"Itu di belakang"


"Dimana?" Dewi yang pun menengok ke belakang.


"Mana si Andre tadi gue jalan sama dia kok. Mau masuk aja masih ada dia di belakang"


"Loe masuk sendiri kale"


"Mungkin lagi ke kamar mandi kali"


"Mungkin"


"Sar, jadi kapan Kezia pulang?"


"Besok sudah bisa pulang kok"


"Syukur deh ga terlalu parah. Lain kali bawa motor itu fokus!" Kata Dewi.


"Btw tu Andreas dimana si?" Sambung Dewi.


Ceklekkkkkkkkkkkkk (pegangan pintu)


Semua mata Melihat ke pintu.


"Haiiiii semua" sapa Andreas


"Loe dari mana aja" tanya Dewi


"Ni gue beli makanan pasti kalian belum makan kan?"


"Tau aja loe. Thanks ya" jawab Sarah sambil mengambil makanan dari Andreas


(Andreas mendekati Ayana )


"Gimana kabar kamu kez?"


"Baik Ndre. Ga parah kok"


"Syukurlah. Aku khawatir pas dengar kamu di rumah sakit"


"Ehmpppp kok tiba-tiba suasananya jadi panas ya Sar" kata Dewi.


"Hahaha Hati loe mungkin yang panas" kata Sarah tertawa.


"Makasih ya kalian sudah mampir jenguk Yana?"


"Loe kaya sama siapa aja sar" kata Dewi.


"Tadi gue sudah izin loe sama Kezia jadi aman" kata Dewi.


"Oh ia. Ternyata tuan mudah itu baik loh"


"Baikkk?"kata Dewi


"Hmppp. Tadi tuan mudah datang jenguk Yana trus biaya rumah sakit juga tuan Gerald loh ya bayarin"


"Benarkah??" Tanya Andreas.


"Loe cemburu ya Ndre?" Tanya Sarah


"Ga"


"Tapi pak Gerald waktu gue kasitau kalo Kezia masuk rumah sakit. Kalian tau gimana Reaksinya.."apaaaa.Ayana kecelakaan?" Seperti orang yang sudah akrab gitu loh"


Kata Dewi


"Benarkah?" Tanya Sarah.


"Iya benar"


"Tadi juga pak Gerald sebut nama Yana ya Ayana. Gue juga bingung si. Seisi kantor semua sebut nya kan Kezia. Yang Ayana cuma gue doang"


"Kamu pernah akrab Kez, sama pak Gerald?"


"Ga kok. Kalian ini. Pak Gerald tanya nama panggil gue siapa. Ya gue jawab Ayana"


"Sudah sudah. Nama panggil aja mau di curigai" kata Andreas.


"Cie Andre bilang aja loe lagi cemburu kan" kata Sarah.


"Buat apa cemburu. Mereka tidak punya hubungan serius.Bukan begitu Kezia?"


"Hmpppp" jawab Ayana.


"Tapi tunggu dulu.Ngapain juga Andreas cemburu. Pacar kan bukan. Hahahahha. Rumor aja kale" kata Dewi


"Hahahhaha betul juga ya" kata Sarah.


"Diam kalian. Kezia mau istirahat"


"Kalau gitu kita pulang duluan ya Sar?"kata Dewi.


"Besok kita datang lagi" kata Andreas.


"Iya.Thaks ya kalian" kata Ayana.


"Iya. Byeeeeee"


"Byeeee" Dewi dan Andreas Pun keluar dari ruang Ayana.


"Sar loe ga pulang dulu. Gue ga apa-apa kok sendirian"


"Loe ngomong apa si Yan"


"Loe pulang ganti baju dulu. Istirahat dulu. Malam baru loe datang aja"

__ADS_1


"Ga apa-apa loe sendirian?"


"Iya gue ga apa-apa kok"


Aryan yang masih berada di parkiran mobil tidak sengaja melihat Andreas dan Dewi.


"Jangan harap loe bisa dapat hatinya Ayana"


"Kalau gitu gue balik dulu ya. Ntar om sama Tante bakalan datang"


"Iya salam gue ya buat om dan tante"


"Iya ntar gue sampein.kalo ada apa-apa langsung hubungi gue ya"


"Pasti".


Ayan masih memikirkan cara agar dia bisa melihat Ayana. Tak lama kemudian Ayan melihat Sarah yang keluar dari rumah sakit.


"Pulang juga tu orang. Baguslah" di lihatnya Sarah sudah jauh. Ayan pun turun dari mobil dan masuk ke rumah sakit. Ayan melangkah dengan sangat hati-hati. Membuka pintu dengan sangat pelan. Berharap Ayana tidak tertaganggu dengan kedatangan nya.


"Dirimu itu ka Ayan???"


"Kamu tidak tidur?"


"Hmpp. Seperti yang kamu lihat"


"Kenapa kamu bisa tau jika tadi itu aku"


"Ya karna aku merasakannya" Ayan yang mendengarnya hanya tersenyum.


"Iya aku begitu rindu" Ayan langsung memeluk Ayana walaupun Ayana masih belum mau Melihat Ayan.


"Apa kau semarah itu sampai tidak ingin melihatku" Ayana hanya terdiam.


"Alexsia hanya masalalu. Wanita yang kau lihat itu sepupuku. Akan su perkenalkan kalian jika kau mau" Ayana masih saja diam.


"Aku akan memeluk mu sepanjang malam Seperti ini".


"Jangan seperti ini nanti ada yang lihat" (Ayana)


Ayan mengambil handphonenya dan menelpon seseorang.


"Sekarang kamu ke rumah sakit cempaka


Akan ada kerjaan buat kamu"


"Siapa???"


"Bukan siapa-siapa"


"Jangan bikin hal konyol lagi"


"Tidak lagi".


Sesampainya di rumah Sarah di kagetkan dengan seorang pria.


"Ngapain loe ada di sini?"


"Aku hanya ingin minta maaf" (Bayu Mantan tunangan Sarah);


"Loe dengar ya baik baik. Sebaiknya loe pergi dari sini dan jangan pernah muncul di rumah gue lagi atau gue akan bongkar semua kebusukan loe dan juga bokap loe!"


"Maksudnya apa ya??


"Loe pikir gua ga tau. Selain loe selingkuh dari gue. Loe dan bokap loe juga incar harta gue kan?"


"Loe ga tau kan selingkuhan loe itu bayaran gue. Ah sudahlah gue ga mau bahas hal ga penting lagi"


"Sarah" mereka tidak sadar jika pak Indra sedang mendengar pembicaraan mereka di balik pintu rumah.


"Ayahh"


"Dari tadi apa ayah di situ?"


"Iya. Ayah mendengar semua pembicaraan kalian"


"Om"


"Masih ada muka kamu memanggil saya Om setelah apa yang barusan saya dengar"


"Tapii Om semua itu hanya Fitnah"


"Sebaiknya kamu pergi dan jangan injakan kaki kamu di rumah saya"


"Tapiii Om"


"Saya bilang pergi"


"Baik om" Bayu pun melangkah pergi.


" Maafkan ayah nak "


"Iya yah tidak apa" Sarah pun memeluk pak Indra.


"Jadi gimana nak keadaan Yana?"


"Alhamdulillah Yana ga kenapa-napa. Besok sudah bisa keluar?"


"Alhamdulillah. Malam kita jenguk dia".


Rumah Sakit.....


"Kamu ga pulang dulu Yan?"


"Kalo gue pulang loe sama siapa di sini?"


"Ya sendirian la" Cuppppppppp(Ayan mencium bibir Ayana)


"Diamlah aku akan tetap di sini".. Ayana tersipu malu.


"Jangan terlalu senyum ntar kerasukan"


"Iiiiissshhhhh Apaaan si". Makin cantik (kata Ayan menggoda Ayana).


"Ngacoo". (Kriuuk kriuk bunyi perut Ayana)


"Ternyata bayi ku ini sedang kelaparan"


"Hehehehe"


"Aku akan membeli makanan" Ayan mengambil Handphonenya dan menelpon seseorang dan menyuruhnya membeli makanan.


"Siapa??"

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa kok".


"Oh ia. Kalo nanti di kantor jangan panggil aku Ayana. Panggil aja Kezia kelihatan gak akrab gitu"


"Jadi si Andre itu bisa dekatin kamu"


"Aku tak tergoda"


"Kamu makin Cantik katakan hal semacam itu" (Ayan mencubit hidung Ayana)


"Ih mesum"


"Kamu ga takut kau ada orang liat kamu di sini?"


" Kamu single, aku single. Buat apa takut"


"Tidak seperti itu. Kamu ga ngerti si"


"Kamu diam saja. Semua sudah beres"


"Ga aneh-aneh lagi kan?"


"Hmpppp"...


"Semoga ini awal yang indah"


Tak lama kemudian pesanan makanan mereka pun datang. Ayan pun menyuapi Ayana.


"Jangan pernah pergi lagi" kata Ayan


Ayana pun mengangguk dan tersenyum.


"Makan yang banyak supaya cepat sembuh"


Ayana hanya tersenyum


"Kamu tidak makan?" Tanya Ayana


"Aku belum lapar".


Tidak lama kemudian hp Ayan berbunyi...


"Baik"


"Ada apa Yan?"


"Sarah sudah di parkiran. Aku pergi dulu." cupppppppppp Ayan mencium dahi Ayan.


Ayana hanya tersenyum.Ayan pun keluar meninggalkan Ayana. Tidak lama dengan kepergian Ayan. Sarah dan keluarganya pun tiba.


"Ya Allah Yana" Kaget Bu Nia langsung memeluk Ayana.


"Ibu kan sudah bilang bawa motornya itu hati-hati. Mulai sekarang ke kantor bareng Sarah naik mobil ya" rayu Bu Nia walaupun beliau pun tau gadis itu pasti menolaknya.


"Yana ga apa-apa kok Tan"


"Yan, Yan kan sudah ibu bilang jangan panggil Tante tapi tapi Ibu"


"Iya ni Yan. Parah ga mau jadi sodarah gue" kata Sarah merajuk, Ayana yang melihatnya pun hanya tersenyum.


"Om, maafin Yana ya..Yana selalu repotin"


"Repotin gimana maksud kamu Yan. Kamu itu sudah kita anggap seperti Sarah" kata Pak Indra tersenyum.


"Makasih semua"


"Sudah sudah ga usah bilang makasih lagi. Telingan gue malas dengarnya"


"Iya Nak Yana. Yang penting itu kamu ga kenapa-napa"


"Ya sudah kalian terlalu banyak drama. Sekarang Yana mau makan. Loe lapar kan Yan?"


"Itu makanan gue di belakang"


"Ni makanan kaya orang mau piknik" kata Sarah.


"Bentar ni makanan siapa yang beliin?"


"Gak tau Sar. Gue kira dari Tante"


"Gak kok. Ini Tante barusan datang"


"fans Loe kali Yan. Hahahaha"


"Ga tau deh. Ya gue makan aja"


"Ya sudah. Lain kali jangan di makan nak. Sapa tau ada racunnya" kata Bu Nia.


"Kaya di film-film aja Bu" kata om indra


"Hahahahahaha" Sarah pun tertawa.


Waktu begitu lama bagi mereka yang menunggu tapi waktu akan terasa cepat bagi mereka yang bahagia. Tak terasa waktu telah menunjukkan jam 11 Malam.


"Bu kalian pulang aja. Ntar Sarah yang temenin Yana di sini"


"Mampus deh Ayan ga bisa kemari" kata Ayana dalam hati.


"Iya kamu temenin Yana ya" kata Bu Nia.


"Jangan Sar. Gue ga apa-apa kok sendirian di sini. Lagian gue sudah biasa tinggal sendiri."


"Beneran loe ga apa-apa kalo sendiri?"


"Iya bawel. Om dan Tante makasih ya sudah jenguk Yana"


"Iya sayang".


"Kalau gitu om sama Tante mu balik dulu,kalau ada apa-apa langsung telpon ya"


"Iya om".


"Yan gue pulang ya" kata Sarah dan memeluk Sarah.


"Iya. Hati-hati ya"


"Iya" mereka pun keluar dari ruangan Ayana.


Tak selang berapa lama pun Ayan datang.


Ayana bahagia melihat Ayan.


"Jangan terlalu senyum ntar kerasukan"

__ADS_1


"Apaan si. Siapa juga yang senyum" kata Ayana langsung memalingkan wajahnya yang sudah Seperti cabe rawit.


"Hahahahhaa mukanya aja Sampeh merah gitu" Ayana semakin malu di buat Ayan.


__ADS_2