Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
kecelakaan


__ADS_3

PART 10:"Hidup terlalu Penting untuk dianggap serius"-Oskar Wilde.


Dua sejoli itu hanya berdiam.


"Kamu tau. Aku mencari kamu tapi ga pernah ketemu. Padahal kamu sudah pindah. Kenapa pindahnya ga bilang-bilang?"


"Sok cariin" dalam hati Ayana berkata.


"Kok kamu diam aja si?" Ayana hanya diam tanpa menjelaskan.


"Sudahlah pak. Bapak tidak pantas mengetahui apa yang saya lakukan"


"Apa kamu bilang. Panggil nama aku"


"Kamu dan Andreas pacaran?"


"Bukan urusan bapak"


"Oke saya ga ikut campur urusan kamu. Mulai hari ini anggap kita ga saling kenal"


"Baik pak" Ayana yang mendengarnya pun hatinya sakit namun dia harus menerima semua itu. Jangan sampai hubungan itu terlalu jauh maka sakitnya juga pasti lebih parah. Sesampainya di parkiran kantor Ayana turun dan Ayan hanya melihat ke depan tanpa melihatnya. Setelah Ayana sudah hilang dari pandangan nya. Ayan memukul stir mobilnya dengan sangat kuat.


"Aaaaaaaarhhhhhhhgggggg" dia pun menyalakan mobil dan meninggalkan kantor.


Di kantor Andreas mencari Ayana di sekeliling kantor.


"Sar loe lihat Kezia ga?"


"Ga tu. Kayaknya makan siang di luar deh"


"Sama siapa???"


"Ga tau"


"Heiiiiiiiiiiii" sapa Ayana


"Kez, kamu dari mana?" Tanya Andreas


"Aku dari luar. Makan di luar"


"Sama siapa?"


"Hmpp. Sendrian kok"


"Ehemmmm. Ndre loe Nanya kek orang pacaran aja. Hahahaha"


"Gue masuk duluan ya" Kata Ayana.Andreas yang melihat Ayana semakin jauh hanya kecewa dengan sikap dingin Ayana.


Ayana sibuk dengan pekerjaan belum lagi memikirkan Ayan. Tiba-tiba dia harus mendapat telpon dari Dewi kalau Ayan memanggilnya bertemu klien.


Ayana segera pergi ke alamat yang di berikan oleh Dewi. Sesampainya di sana terlihat seperti Bar.


"Ga salah apa?" Ayana dengan ragu melangkah masuk. Ayana mencari Ayan namun tak kunjung melihat Ayan.


Tiba-tiba ada seorang Pria menghampiri Ayana.


"Loe sekretarisnya Ayan ya?"


"Iya. Dimana pak Ayan?"


"Tuh di kamar. Sudah tepar dia"


"Astaga anak ini..Trimakasih"


Ayana segera berjalan menuju kamar yang di bilang orang tadi. Ayana membuka pintu itu dan benar Ayan tergelatak di lantai begitu saja.


"Astagaaaaaa Ayannn" Langsung Ayana berlari menghampiri Ayan


"Bangun Yan" Ayana membangun kan Ayan namun hasilnya sama saja Ayan tak kunjung bangun.Ayana berlari memanggil pria tadi.


"Massss massss tolong"


"Ada apa ya mba?"


"Ini mas tolong bantu aku angkat pria tadi ke kasur mas"


"Oh ia mba mari" mereka pun berjalan menuju kamar Ayan dan mengangkat nya ke atas kasur.


"Mas tadi pria ini minumnya banyak ya?"


"Iya mba. katanya si habis dii putusin pacar"


"Siapa nama pacar nya mas apa dia juga cerita?"


"Namanya Keziayana mba?"


"Oh iya mas. Masnya boleh pergi"


"Dasar pria bodoh" Ayana memukul dada bidang Ayan.


"Andai kamu tau Yan. Aku menolak banyak pria karna kamu adalah alasannya. Tapi kemarin aku lihat kamu sedang dengan wanita bernama Alexsa itu. Kenapa kamu jahat Yan?" Ayana menangis dan memukul dada bidang pria itu


"Kenapa si kamu begini. Sakiti diri sendiri Yan. Aku ga bisa lihat kamu begini" Ayana langsung memeluk Ayan yang masih terbaring di atas kasur.


Cuppppppppppppp. Sebuah ciuman mendarat di dahi Ayana. Ayana bangun dan melihat Ayan sedang tersenyum.


Ayana melihat Ayan dengan tatapan marah.

__ADS_1


"Ini ga lucu" Ayana ingin pergi namun di tahan oleh Ayan.


"Lepas atau aku ga akan kenal kamu seumur hidup gue"Ayan kaget dan melepas tangan Ayana.Ayana pun berlalu pergi meninggalkan Ayan yang masih bingung dengan tingkah Ayana.


Flashback On....


Bar


"Dim, gue mau ni minta bantuan ni sama loe"


"ngomong" Ayan pun menjelaskan semua rencananya.


"Bisa berhasil?"


"Gue yakin.100% tu cewek pasti takluk"


"Ok Fine. Kalo loe yakin. Gue juga penasaran sama tu cewek. Yang bisa bikin loe rela bodoh kaya gini"


"Kurang ajar loe ya"


Flashback Off....


Dimas masuk melihat Ayan.


"Kenapa tu cewek nangis. Loe abis apain tu anak orang?"


"Dia sedih waktu dia tau gue bo'ong"


"Sebenarnya gue mau bilang loe. Kalo cewe itu paling ga suka di bo'ongin"


"Ngapain loe ga bilang dari tadi?"


"Kalo gue bilang loe mau dengarin apa??"


"Ga juga si".


Ayana mengendarai motornya dengan melamun dia mengingat kejadian tadi dengan sedih.


"Orang kaya selalu saja permainkan orang".


Asyik dengan lamunannya Ayana kaget dengan keberadaan Anak kecil di depannya


"Awassssssssssssssssssss"


Bruuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkk.


Ayana jatuh karna menghindar dari anak kecil itu. Semua orang berlarian Melihat Ayana yang jatuh. Ayana sudah tidak sadarkan diri. Sebagian orang membawa Ayana ke rumah sakit.


Di kantor Sarah terus mencari Ayana.


"Wi, daritadi kok Ayana ga keliatan ya?"


"Ohh. Pantesan tu Andreas fokus kerjanya"


Kata Sarah


"Ya begitulah Bucin si"


"Hahahhaa. Btw Andreas tu orangnya ganteng juga loh" kata Dewi


"Emang ganteng kok. Tapi Ayana terus saja menolak"


"Ya semua orang kan punya kriteria masing-masing"


Tiba-tiba kedengaran hp Sarah berbunyi.


Sarah Melihat nomor tak di kenal.


"Siapa sar?"


"Ga tau Wi, nomor baru"


"Angkat aja sapa tau penting"


"Okelah" Ayana mengangkat panggilan telpon itu.


"Hallo"


"Iya hallo"jawab Sarah


"Kami dari rumah sakit, apa benar ini dengan ibu Sarah?"


"Iya benar Sus"


"Ini Bu ada pasien kecelakaan bernama Keziayana sedang di rawat di rumah sakit cempaka"


"Ayanaaaaa. Makasih ya sust saya akan segera kesana"


"Kazia kenapa Sar?"


"Ayana kecelakaan Wi" Dewi tersontak kaget .


"Jadi kondisinya giman sar?"


"Belum tau Wi. Loe tolong ya izin gue. Gue mau lihat Ayana dulu"


"Iya sar. Gue bakalan izin loe..ntar sepulang kerja baru gue nyusul"

__ADS_1


"Thanks ya Wi"


Kabar tentang Ayana kecelakaan pun tersebar di kantor. Andreas yang mendengarnya pun segera mencari Dewi.


"Wi, apa benar Kezia kecelakaan?"


"Iya Ndre"


"Kondisinya gimana Wi?"


"Gue belum dapat kabar dari Sarah si. Sepulang dari kantor kalo loe mau jenguk Kezia. Gue ikut ya Ndre?"


"Iya ntar kita pergi jenguk Kezia".


Dewi pun menelpon Ayan.


"Ada apa??"


"Sekretaris tuan kecelakaan. Jadi dia izin untuk beberapa hari ini".


"Apaaaa??Ayana kecelakaan?"


"Ayana tuan???"


"Hmpp. Maksudnya keziayana kan"


"Iya tuan"


"Dimana dia di rawat?"


"Rumah sakit cempaka tuan"


"Yasudah" Ayan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Dewi masih penasaran dengan Ayan yang memanggil Keziayana dengan sebutan Ayana.


"Ayana?? Tuan memanggil Kezia seperti Sarah memanggil Kezia.kelihatan lebih akrab. Gimana ya kondisi Kezia. Jadi sedih ingat dia"


Ayana langsung bergegas pergi dari bar. Selama di perjalanan dia mengumpat dirinya.


"Bodoh loe Yan bukanya buat di bahagia. Malah buat dia kecelakaan. Loe cowok brengsek". Ayan melakukan mobilnya.sampai di rumah sakit Ayan menanyakan resepsionis.


"Sust ada pasien nama nona keziayana. Korban kecelakaan?"


"Ada pak. Ruangannya di sebela sana"


"Baik sust" Ayana segera berlari. Sesampainya di ruang Ayana. Ayan hanya bisa melihat dari luar.


"Yan gue keluar urus administrasi nya dulu ya" kata Sarah


"Hmpp.makasih"


"Loe kaya sama siapa aja.bentar gue keluar" Ayan yang melihat Sarah keluar segera bersembunyi. Di lihatnya Sarah yang sudah menghilang barulah Ayan masuk. Ayana yang melihat Ayan hanya sedih dan berpaling wajah dari Ayan. Ayan langsung berhambur memeluk Ayana.


"Maafkan aku. Bukan maksudku membuat mu seperti ini" Ayana hanya diam dan menangis. Dia tidak merasa kecewa dengan Ayan. Dia hanya memikirkan kondisinya.


"Aku hanyalah anak Yatim piatu jika aku begini siapa yang akan membayar biaya rumah sakit dan menanggung semua kebutuhan ku. Jika aku menjelaskan kalian tidak akan pernah mengerti" di sela Isak tangis Ayana.


"Aku tidak tau jika nyawaku bisa membahagiakan keluarga Sarah. Mungkin aku akan berikan nyawaku. Aku yang selalu membuat repot keluarga Sarah.tidak tau dengan cara apa aku harus membalas kebaikan mereka" (menangis)


"Aku mencari pekerjaan dari Pagi sampai malam.tujuannya agar aku tidak merepotkan keluarga Sarah lagi. Setelah aku dapat pekerjaan aku sangat bahagia. Karna aku tidak akan merepotkan Dia lagi. Tapi Hari ini aku malah merepotkan nya lagi" Ayan hanya mendengar dan memeluk Ayana tanpa lepas.


"Aku minta maaf" Ayan


"Sudahlah maafmu tak bisa membuat keadaan menjadi semula. Syukur kondisi ku tidak terlalu parah. Hanya butuh istirahat"


"Jangan ulangi lagi semua tidak harus di buat bercanda"


"Iya" Ayan terus mencium pipi Ayana. Tiba-tiba terdengar suarah pintu akan terbuka.


"Iya Yah. Yana tidak terluka parah"


Sarah Kaget dengan keberadaan Ayan di ruangan Ayana.


"Sudah dulu ya Yah".


"Sejak kapan pak Gerald di sini?" (kata Sarah dalam hati).


"Pak Gerald di sini ternyata"


"Iya tadi Dewi memberitahu saya jika Ayana mengalami kecelakaan.langsung saya ke sini menjenguknya"


"Ayana emppp" (kata Sarah dalam hati)dan mata Sarah melirik Ayana yang membelakangi Ayan.


"Sudah lama pak Gerald di sini?"


"Oh tidak..saya baru saja tiba"


"Mungkin Ayana sedang tidur Pak"


"Mungkin. Saya permisi dulu"


"Tunggu Pak"


"Ada apa?? Saya ada meeting di luar"


"Apa bapak yang sudah mengurus semua biaya Yana?"

__ADS_1


"Hmppp" Ayan langsung berlalu pergi.


__ADS_2