Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
Penuh Kejutan


__ADS_3

PART 3:Nyaman Terkadang Jebakan dan bahagia terkadang melalaikan.


"Sudah woe" kata Ayan setelah memakai baju.


"Benerannn?"


"Iya beneran" sebelum Ayana membalikan badannya. Ayan memeluk Ayana dari belakang.


"Kemarin kan aku sudah bilang besok datangnya yang cantik. Kenapa bisa gini"


"Ni cowok maksudnya apa si. Peluk sembarang setelah itu menghina" batin Ayana. Ayana masih saja diam. Ayan segera melepas pelukannya dan membalikkan badan Ayana. Mereka saling menatap dan tiba-tiba Ayana kembali memeluk Ayan.


"Aku capek" sebutir air mata jatuh tanpa alasan. Ayan hanya mengusap kepala Ayana. Ayana sadar dan segera melepas pelukannya.


"Ma maafff" dengan malu Ayana mengatakan permintaan maafnya. Ayan hanya tersenyum.


"Mana motor guee" kata Ayana.


"Hmppp gue kira loe datang sepagi ini buat lihat gue. Ternyata buat lihat tu motor" kata Ayan sambil berjalan pergi meninggalkan Ayana.


"Hufff. Mana motor gue"


"Tu ada di bawah" Ayana segera berlari pergi meninggalkan Ayan. Sesampainya di garasi Ayana terus mencari motornya tapi masih saja ga ketemu.


"Ayaaaaannnnnnnnnn"


"Apaan si loe. Bisa ga jangan teriak. Kuping gue sakit"


"Mana motor gue"


"Tuh motor Loe" sambil nunjuk ke arah motor matic baru.


"Gue ga mau. Gue mau motor lama gue"


"Sudah gue buang tu motor lama loe"


"Apa loee buanggggg??"


"Iyaaa" dengan gaya Sombong nya Ayan.


"Tega ya loe. Mentang mentang loe orang kaya seenaknya main buang motor orang. Loe ga tau betapa berharganya motor itu buat gue. Loe ga tau kan darimana uang buat beli motor butut yang loe buang itu. Tegah ya loe" air mata pun tak bisa di tahan lagi. Ayana memukul dada bidang Ayan dan terus saja menangis sedangkan Ayan masih bingung dengan keadaan ini. Dia pikir motor baru ini bisa membuat gadis mungil ini bahagia.


"Kenapa loe nangis??"


Hiks..Hiksssss.hiksssssssss Ayana langsung berlari pergi meninggalkan Ayan. Ayana berjalan Seperti orang linglung. Dia pergi ke taman kota dan merenung. Dia mengingat almarhum ibunya.


Flashback on.....


Tepat di ulangtahun ke 19


"Selamat Ulangtahun sayang" Ibu Ayu memberikan sepotong kue kecil buat Gadis cantik ini sepotong kue.


"Makasih Buu" air mata bahagia pun keluar.


"Maaf nak ibu hanya bisa belikan kamu kue kecil ini"

__ADS_1


"Ibu hadiah terindah Yana tu ibu. Ibu janji yaa jangan tinggalin Yana. Yana takut sendirian tanpa ibu" Yana langsung memeluk ibu Ayu


"Iya nak. Ibu ga bakal tinggalkan kamu" ibu ayu mencium putri semata wayangnya itu.


"Nak,, ibu ada hadiah buat kamu"


"Apa itu Bu?"


"Ayo ikut ibu keluar" sesampainya mereka keluar. Mata Ayana pun berbinar melihat benda ini terpakirr di depan rumah mereka


"Ibuuuuuuuuuuuuuuuu" Ayana langsung memeluk ibunya.


"Kamu senang kan Yan??"


"Iya Bu. Yana senang Tapiiii?"


"Tapi kenapa nak?"


"Dari mana ibu mendapatkan uang buat beli motor ini??"


"Ini motornya di jual murah sayang. Makanya ibu beli kebetulan ada tabungan ibu juga kok. Hasil kita buka laundry waktu itu"


"Hmppp. Makasih Buu" Ayana mencium dan memeluk ibunya..


"Sama-sam nak"


Flashback off .


Hiksssssssss.... Hiksssssssss... Hiksssssss


"Ibu Yana harus apaaa Bu, kemana lagi Yana akan tinggal" hikssss hiksss hikssss


"Andai kalau ibu masih ada. Pasti hidup Yana ga bakal seperti ini"


Di sebrang jln sana Ayan terus memantau Ayana. Ayan mengambil handphone nya dan mulai menelpon seseorang.


"Bawakan motor kemarin ke Alamat yang sudah saya kirim"


"Baik boss" Ayan segera menutup panggilan telpon nya dan melaju pergi meninggalkan Ayana.


Seharian Ayana hanya merenung di taman itu tak terasa langit sudah mau gelap. Dan Ayana pun mulai bergegas pulang. Sesampainya di rumah Ayana kaget dengan apa yang dia lihat. Motornya sudah kembali bahkan sudah di modif lebih baik.


Dia berlari dan memeluk motor kesayangannya itu. Tiba-tiba dia teringat dengan wajah Ayan. Dia pun kembali tersenyum. Ayan yang sedang melihatnya pun tersenyum.


Sinar matahari telah menyinari dunia. Dan hamparan cahayanya menembus masuk sela rumah itu. Tak terasa hari kemarin berlalu hilang begitu saja. Berawal dari yang indah dan berakhir pun indah. Hati setiap orang selalu berubah begitu drastis,hanya dengan sedetik bahagia bisa berubah menjadi sedih begitupun sebaliknya. Bahkan hingga mata terbuka sampai terpenjam semua orang menginginkan hal indah. Begitu pun dengan Ayana yang masih berada di atas kasur berselimutkan kain yang sudah lusuh. Bahkan semua itu tampak indah jika masih bersama dengan ibu Tercintanya. Kadang-kadang bahagia menyelimuti hati gadis mungil itu terkadang pun hilang sekejap jikalah mengingat ibunya kini telah tiada.


Tokkk...Tokkkkkkkk....Tokkkkkkkkkkkkk


Suarah ketukan pintu membuyarkan lamunan Ayana.


"Tamatlah riwayat gue. Aduhh mana belum ada duit lagi" dengan memelas Ayana Melangkah membuka kan pintu rumahnya.


"Maaf buuu, aku belum punya duitnya.bentar ya Bu aku berberes dulu"


"Sudah jangan kamu pikirkan itu. Ini ibu bawakan sarapan buat kamu. Makanlah yang banyak kamu kelihatan kurus" kata Bu Mandra.

__ADS_1


"Ehhhh uang kontrak nya gimana Bu?"


"Sudah sudah jangan bahas itu lagi. Masuk dan sarapanlah" Ayana yang mendengar itu seketika kaget dan merasa bingung. Seakan banyak pertanyaan Namun Bu Mandra tidak ingin membalas semua pertanyaan itu.


"Terimakasih Bu atas sarapannya"


"Iya nak Yana. Ibu permisi dulu" Bu Mandra pergi meninggalkan Ayana yang masih bingung dengan tingkah Beliau.


"Dunia penuh kejutan. Jangan-jangan Bu Mandra. astaga apa Umurnya ga bakalan lama lagi kaya di Film-film gitu. Ya sudah deh ga papa deh yang penting masih bebas tinggal" kata Ayana langsung membuka kan kotak makan yang di berikan ibu Mandra itu.


"Aaaaaaaa kecoaaaaaaaaĆ aakkkkkkkk" langsung Ayana membuang kotak makan itu yang ternyata berisi kecoak.


Seorang Pria di sebrang sana tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan gadis itu.


Flashback On...


Tokkkkk...Tokkkkk.... Tokkkkk..


"Iya Tunggu" teriak Bu Mandra. Bu Mandra melangkah membukakan pintu rumahnya.


Melihat ada anak mudah yang wajahnya tidak di kenal Bu Mandra bertanya di dalam pikirannya sendiri.


"Cari siapa ya?"


"Bu saya Ayan. Saya ingin melunasi semua biaya kontrak Ayana"


"Bagus deh. Jadi saya ga perlu capek-capek nagih lagi"


"Mana uangnya??" Ayan menyerahkan segepok uang buat Bu Mandra langsung mata Bu Mandra berbinar-binar.


"Banyak sekali uang ini"


"Iya. Saya punya satu tugas buat ibu"


"Apa itu"


Flashback On...


"Hahahaha dasar gadis payah" kata Ayan masih tertawa. Ayan pun pergi meninggalkan rumah Ayana.


"Awas aja ya Bu Mandra itu. Maksudnya apa coba. Mau gue mati serangan jantung apa" kata Ayana. Kemudian dia pergi mandi dan bersiap-siap ke rumah Ayan.


Sebelum pergi Ayana mampir makan di sebuah warung makan dekat kontrakan nya.


"Mang nasi ikan sepiring"


"Tumben pagi-pagi neng Yana sudah cantik"goda mang dimang.


"Heheh mang baru kaget ya. Kan dari dulu"


"Iya cantik. Tapi masih punya utang ya di sini"


"Hehehe mang bisa aja. Ntar Yana lunasin deh"


"Ini Neng"

__ADS_1


"Terimakasih mang" Ayana pun melahap makana itu.


__ADS_2