Ayan & Ayana

Ayan & Ayana
Alexsia


__ADS_3

PART 7:"Jika kamu bisa memimpikannya,kamu bisa melakukannya"-Walt Disney


"Gue di mana ni?" Dengan Mata yang belum sempurna terbuka.


"Loe di rumah sakit Crist"


"Dimas??"


"Iya ni gue"


"Kok bisa loe di sini. Lah gue kok bisa ada di sini" Tanya Crisst keherangan.


"Loe ingat aja tu kebodohan loe" Crist yang mendengar Dimas mengatakan itu langsung mengingat kejadian tadi.


"Trus siapa yang bawa gue kemari"


"Mungkin Ayan. Karna dia juga yang hubungi gue buat datang liat loe"


"Kenapa si gue Sampai segitu bodohnya?"


"Ga tau. Loe ya kalo buat apa-apa tu mikir dulu. Untung loe masih hidup coba kalo tadi loe mati. Gila ya loe bilang Ayan cowo ga normal"


"Ayan ceritain ya?"


"Hmpp loe pikir siapa lagi. Kalo loe udah baikan loe harus minta maaf tu sama si Ayan"


"Tapii kalau skrang belum bisa"


"Iya nanti.tapi itu harus ya"


"Hmppppp.Aduhh sakit" rintih Crist memegang pipinya.


Di lain tempat Ayan sedang berada di ruang kerja rumahnya. Tiba-tiba dia terus saja mengingat kalimat Cristiano atau biasa di sapa Crist.


"Aaaaarrrrrrgggggghhhh Brengsek" Ayan terus mengumpatnya.


Kringggggggg... Kringggggggg


"Siapa si yang telpon. Ganggu aja" di lihatnya layar hp dan ternyata Ayah nya yang telpon.


"Hallo Yan"


"Iya Yah"


"Bagaimana keadaan kantor?"


"Aman pak.. gimana keadaan kalian?"


"Ayah dan ibumu baik-baik saja"


"Kemarin ada keributan apa di kantor?"


"Ga ada pak"


"Jangan bohong. Ayah ga mau dengar lagi hal pribadi kamu sampai bawa-bawa ke kantor"


"Baik ya" setelah itu Pak Darman memutuskan sambungan telponnya


Ayan segera menelepon seseorang.


"Hallo Tuan"


"Dewi pastikan besok sekretaris itu sudah datang dan jangan pernah sekretaris itu masuk ke ruangan saya"


"Baik Tuan". Ayan memutuskan telponnya dan menghubungi seseorang lagi.


"Kamu belum kembali juga. Saya pusing ngurusin ini semua"


"Belum tuan. Ibu saya masih sakit"


"Ya sudah". Ayan mengambil kunci mobil dan berlalu pergi meninggalkan rumah. Ayan tau di mana dia harus bersenang-senang. Sesampainya di bar dia menemui sahabatnya.


"Hei Bro udah lama loe ga kemari?"


"Iya banyak pekerjaan soalnya"


Bima langsung memanggil pelayan bar nya.


"Berikan minuman terbaik untuk tuan mudah ini"


"Baikk bos"

__ADS_1


"Jadi gimana loe sudah punya gebetan baru belumm?"


"Belum. Gue ga pusing soal itu"


"Loe mau gue kenalin sama cewek-cewek di sini?"


"Ga ah. Bukan tipe gue"


"Yaaa yaa. Untuk senang-senang aja bro"


"Ga ah. Ga doyan. Hahahahahaha"


"Bro loe lihat itu kan Alexsa.makim cantik dan sexy juga tu cewe"


"Murahan"


"Hahaha loe bisa aja Yan..waow Yan liat loe datangnya sama cowo lain juga tu"


"Iyakan murahan"


"Masih dendam loe. Move on dong"


"Hahahahhaa. Dendam. Ga kali. Gue jijik sama tu cewe"


Waowwwww Amazing mereka berciuman bro. Aduhh kita jadinya ngontrak "


"Hahahaha biarin aja. Ngapain juga loe lihat mereka?"


"Gue suka aja liat orang berciuman. Hahaha"


"Sudah ah. Ayo minum".


"Eh Ayan loe di sini juga ternyata" kata Alexsa yang ga sengaja lihat Ayan. Cowok yang bersama Alexsa sudah pergi. Ayan yang mendengarnya pun hanya terdiam.


"Gue bisa kan duduk di sini?"


"Boleh-boleh sini" Bima menepuk tempat di samping Bima tapi Alexsa malah memilih duduk di samping Ayan. Ayan pun hanya bersikap malas.


"Gue harap loe ga bakalan nyentuh gue" kata Ayan dingin. Sedangkan Alexsa yang sangat Percaya diri merasa dia mampu menaklukan hati Ayan lagi.


"Ayolahhh Yan" Alexsa bersandar manja


"Dasar Wanita murahan. Awassssss" Ayan langsung menghempaskan tangan alexsa


Membuat alexsa harus jatuh kebawah.


"Aaoooooo sakit"


"Astaga Ayan" kata Bima. Ayan yang wajahnya sudah menahan amarah pun berlalu pergi. Bima langsung membantu Alexsa berdiri.


"Trimakasih"


"Yaa. Mau minum bareng?"


"Gue mau pulang"


"Ya silahkan" Bima melihat Alexsa dengan sedikit terpesona.


"Apa aku jatuh hati?" Bima kembali berfikir.


"Kayaknya" dia kembali menjawabnya dan tersenyum.


Di lain tempat Ayana yang masih berfikir keras dengan apa yang akan di kenakan besok.


"Besok sudah mulai bekerja sedangkan untuk baju gue belum punya. Apa gue minta bantu di Sarah?"


"Ah jangan deh.hmppp gimana ya?" Dering ponsel Ayana ternyata Sarah menelepon Ayana.


"Ada Apa sar?"


"Pasti loe mikirin pake baju apa kan?"


"Hehehe iya"


"Gue sudah kirimin loe bebeapa keperluan loe buat besok. Bentar lagi nyampe kali"


"Makasih ya sar"


"Iya iya.byeeee"


"Byeeee" tiba-tiba di luar ada bunyi ketukan pintu.

__ADS_1


"Itu pasti yang nganterin baju" Ayana berlari dan membuka pintu.


"Ayaaaannnnnn" Ayana melihat Ayan dengan keadaan mabuk. Ayan pun jatuh dan memeluk Ayana.


"Ni cowok kenapa sii. Woee bangun"


"Alexsaaa" dalam keadaan tidak sadar Ayan menyebut nama wanita lain.


"Apaaaaaa" Ayana kembali bertanya.


"Alexsaaaaa" Entah apa yang membuat Ayana begitu sedih mendengar Ayan menyebut nama wanita lain.


"Hmppp. Ternyata aku hanya pelampiasan. Orang kaya ma gini. Apa yang di katakan ibu memang benar. Orang kaya hanya membuat orang sakit hati" Ayana segera menelpon supir Ayan untuk menjemput Ayan di rumahnya. Hari sudah larut malam namun Ayana masih saja belum tidur. Dia masih mengingat Ayan menyebut nama wanita itu.


Ayana segera mengambil hpnya dan memblok nomor Ayan.


"Besok aku akan mencari kontrakan baru jadi dia ga perlu menemuiku di sini" dan Ayana pun tertidur.


Waktu berputar semakin hari semakin cepat.Baru saja menutup mata namun matahari sudah kembali naik. Cahaya matahari menembus semua celah-celah jendela. Tak ada tangan untuk dan mulut untuk membangun semua orang di permukaan bumi. Namun dengan hanya dengan hamparan sinar mata semua orang terbuka dengan sendirinya. Seakan mata dan Matahari sudah singkron.


Ayana mengawali pagi ini dengan semangat. Tentang Ayan begitu cepat di lupakan Ayana. Hampir Ayana tidak mengingatnya lagi. Dengan lembaran baru Ayana memulai semua ini.


Di lain tempat Ayan yang belum sadar sepenuhnya masih terlihat sedikit pusing. Dengan penglihatan yang sedikit buram Ayan melihat keadaan sekitar.


"Aku di mana ya?" Setelah di lihat-lihat cukup lama.


"Astaga ini di kamar ku sendiri" dan kembali ingin tidur Namun bayangan Ayana kembali ada di ingatannya. Setalah dia mengingat kembali kejadian semalam Sampai dia berucap nama Alexsa


"Astaga Ayana pasti salah paham" Ayan melompat dari kasur dan mencari hpnya. Namun hpnya kunjung tak di dapat. Dia segera turun ke bawah dan mencari pak supir


"Pagi Tuan mudah"


"Kamu lihat tidak hp saya?"


"Tidak tuan"


"Kamu save nomornya Ayana tidak?"


"Tidak tuan"


"Dari tadi tidak aja. Ga tau kerjanya apa" Ayan bergegas masuk kamar sesampainya di kamar Ayan segera mandi. Selesai dengan ritual mandinya Ayan segera memakai baju dan mengambil kunci mobil dan berlalu pergi. Sekitar 30 menit karna jalanan yang macet akhirnya Ayan sampai di rumah Ayana. Ayan mengetuk pintu dan memanggil nama Ayana. Namun tak ada respon dari Ayana.


"Tunggu aku melupakan sesuatu. Aku belum sempat tanya dengan siapa dia datang ke kafe itu dan bergaya seanggun itu. Apa jangan-jangan dia punya pacar. Dan semalam nginap di rumah pacarnya. Awas aja ya kalau dia punya pacar" Ayan mengepal tangannya dan berlalu pergi meninggalkan kontrakan itu. Ayan terlalu terburu-buru hingga dia tidak melihat di atas kontrakan itu tertulis "kontrakan ini kosong"


Di tempat Lain Ayana sedang sibuk dengan pekerjaannya.


"Gimana Yan pekerjaannya?" Tanya Sarah


"Alhamdulillah ya gini deh..ada kesulitan dikit"


"Kalau loe ga ngerti loe bisa tanya gue aja. Gue percaya sama loe pasti loe bisa. Fighting ya"


"Yaaa. Trimsssssssss"


"Hmpp. Gue balik dulu"


"Iya"


"Hallo Tuan. Ini sekretaris tuan sudah mulai bekerja"


"Kamu sekarang lihat identitasnya jangan sampai dia hanya suruhan perusahaan lain"


"Baik tuan".


"Hubungi aku secepat mungkin"


"Baik tuan"


Dewi pun mencari identitas nya. selesai mencari dia menelpon Ayana.


"Hallo Tuan. Saya sudah menemukan identitas nya . Tidak ada kecurigaan dengan wanita itu"


"Siapa namanya?"


"Keziayana Chantika Tuan"


"Keziayana Chantika?"


"Iya tuan. Okelah. Tolong pantau dan arahkan dia"


"Baik tuan"

__ADS_1


__ADS_2