
BRAAAKKK!!! Papa Prisa menggebrak meja makan dengan keras
"Kepar*t mana yang lancang mengganggu putriku!!!" Nafas papa Prisa menderu kasar, papa prisa di penuhi emosi sekakarang
"Tenang pa, prisa bakal nyari tahu nanti!"
Mama Prisa tiba tiba menyenggol Prisa dengan Centil.
"Ngomong Ngomong Cowok Yang Anterin kamu Pulang Gantengnya Kebangetan Ya, pacar Ya Pris!" Goda mama Prisa.
"Mama! sekarang sama sekali gak punya pacar, hati Prisa masih ada Dionar Ma!!!" Protes Prisa kesal
"Kalian kenapa bahas menantu?!!" Sentak Papa prisa
"Tapi, dia ganteng banget, cocok tuh jadi mantu Papa dan mama!" Papa Prisa tiba tiba berubah cuaca.
"Papa Mama, kenapa jadi Bahas Reynald sih? Ish...!" Geram Prisa
"Oh, reynald ya namanya, nama yang bagus sesuai dengan parasnya!" Mata Mama Prisa berbinar binar
"Di hati Prisa masih satu, 'Dionar ' Hanya Itu!!!" Kata Prisa
Mama prisa mendengus pasrah, dan mengusap Lembut Puncak kepala Prisa
"Iyain aja deh pa!!" Kata Mama Prisa pasrah pasrah.
Esoknya
Di Sekolah!!!
Prisa bersenandung Ria seperti tidak ada masalah atau apapun itu yang baru di laluinya, wajahnya bersinar tanpa beban!
Sepasang mata yang menatap prisa dari kejauhan dengan kebingungan.
Raya Reva!!!
Raya berjalan dengan cepat menuju kelas Reva kelas 12, Dia menghampiri kakaknya yang sedang sibuk menulis sesuatu di buku pelajaran!
"Kakak, apa benar kakak sudah mengirim anak buah papa untuk menghabisi Prisa?" Tanya Raya Lirih Pada Reva
Reva mendongak menatap Prisa penuh pertanyaan!
"Sudah kok!"
"Tapi kok dia masih bagus bagus saja, bahkan bersekolah dengan tenang, juga tidak ada luka sedikit pun!" Nafas Raya terdengar panik walau berkata lirih
Reva mengernyitkan keningnya penuh pertanyaan!
"Kakak kirim tiga botak licin itu!"
"Tapi udah dapat kabar gak gimana hasilnya?" Tanya Raya lirih
Reva merogoh isi Tasnya dan mengambil ponselnya, dia menelefon seseorang!!
"Hallo, bagaimana?" Tanya Reva pada orang di sebrang sana.
"..."
"Grrrr!!!"
Reva mematikan sambungan telefon dengan geram, dia mencengkeram erat ponselnya dengan amarah meluap.
"Gimana kak?" Tanya Raya dengan penuh kepanikan
"Tiga botak licin itu berakhir di Rumah sakit sekarang!" Kata Reva
Raya memegang kepalanya Frustasi, bagaimana bisa tiga botak berbadan kekar dan kuat milik papanya berakhir di rumah sakit saat di suruh menghabisi satu wanita!
"Chabe itu...pasti bukan orang biasa!" Kata Reva Masih dengan kegeramannya.
Reva dan Raya Keluar dari kelas itu, di belakang tempat duduk Reva adalah tempat duduk seorang lelaki cupu memakai Kacamata seperti Harry Potter! dia mendengar semua pembicaraan Kakak Beradik R itu walaupun mereka berbicara lirih, Si cupu Itu mengambil Ponselnya dan menelefon seseorang
__ADS_1
"Pelakunya memang benar Kakak Beradik R!" Kata Si Cupu itu dengan menggumam pelan!
Kelas Prisa!
Reynald memejamkan matanya sambil mendengar kan musik di headseat yang terpasang di telinganya.
Tiba tiba panggilan masuk, dia mendengarkan orang yang berbicara pelan di headseatnya!
"Terimakasih!" Gumam Reynald pelan.
Reynald membuka matanya dan menoleh pada Prisa yang sama betul posisi nya sekarang dengannya, memejamkan mata sambil memakai headseat!
"Pelakunya memang Raya dan kakaknya!" Kata Reynald pada prisa yang memejamkan matanya, entah bocil itu tertidur dan mendengar atau tidak.
"Oh!" Suaranya keluar.
Prisa membuka matanya dan menoleh balik pada Reynald
"Cepat sekali, dimana lo tahu?"
"Gue punya Mata mata!" Kata Reynald sembari memasang headseat dan kembali menutup matanya!
"Oh benarkah?"
Dari ekor mata Reynald terlihat kalau gadis itu berseringai iblis!
"Lo Tahu Nama Perusahaan punya papanya?" Tanya Prisa lagi
"Hem....LX!"
"Hah? Ukuran baju?"
"Itu XL Ege!!!" Geram Reynald sambil menjitak dahi Prisa
"Lama lama blo' on gue kalau kena jitak terus!" Gerutu Prisa
"Thank's for information, Gue masih Need Lo nanti!" Kata Prisa seraya menepuk nepuk pelan pundak Reynald
"Apa ajalah!"
Pulang Sekolah!
Di dalam Mobil Sport Hitam Mengkilap!
"Kenapa Lo nebeng lagi sih!" protes Reynald tak habis Fikir
"Jalanan Panas Kambing...Gue malas jalan!!!"
"Tapi kita gak se arah, gue emang mau anterin lo ke rumah?"
"Harus mau dong, gue kan Cewek paling Cantik se alam semesta!" Narsis Prisa lagi dengan senyum maha lebar
Reynald hanya mencibir kesal.
"Apa apaan ekspresi lo itu?" Tanya Prisa merasa tersinggung dengan ekspresi Reynald
"Serah gue lah...!"
BRUMMMM....!!!
Reynald menginjak Gas dengan kuat, membuat kecepatan yang tidak biasa.
Saat di lampu merah, lamborghini hitam pekat yang berbaris di samping mobil Reynald membuatnya terpengarah.
Prisa yang sadar kalau Reynald sedang menatap Mobil mewah di sebelahnya,mulai mengejek Reynald
"Udah mandangin Lamborghini nya? makanya beli!!!"
Reynald menoleh ke Prisa yang terkikik mengejeknya.
"Apaan? Gue udah punya di rumah!"
__ADS_1
"Terus kenapa lo liatnya gitu amat?!"
"Hadeuh...itu mobil milik Papanya Raya dan Reva!" Jelas Reynald.
Prisa langsung memerhatikan baik baik Mobil itu.
"Hem...!"
Lampu kembali hijau Mobil lamborghini itu jalan, Prisa langsung tersenyum
"Ikuti, lalu di halang!" Perintah Prisa pada Reynald.
"Hah? Emang Gue Babu lo?!!" Protes Reynald.
Prisa menoleh pada Reynald dengan wajah datar.
Reynald telan ludah, dia takut kalau kalau Prisa Berseringai Iblis, wajah nya sangat mengerikan.
"Hem...oke oke!!!"
Reynald menginjak gas mengikuti Lamborghini itu.
CEKIIIITTTT!!!
Reynald menghalangi jalannya mobil lamborghini itu dengan Mobilnya.
Sopir Lamborghini itu keluar dan marah marah
Prisa keluar dari Mobil Sport Milik Reynald, wajahnya sekarang benar benar datar! Reynald telan ludah lagi.
Jangan Bilang kalau dia mau bunuh Bokap Kakak beradik R? Batin Reynald.
"Mana Tuanmu?" Tanya Prisa datar.
Sopir itu terlihat telan ludah juga, dia mendekat ke Kaca Mobil dan memanggil tuannya.
Seorang lelaki tuan yang mungkin umurnya kisaran 50 tahunan keluar dengan kacamata baca Yang Bening
"Ada apa?" Tanya Ayah Kakak beradik R itu dengan Ketus.
"Bilang ke anak Anak Anda tuan, mengirim orang berotot untuk Menghajar Putri Harefa Bisa Habis Lho!" Prisa berkata dingin
Mata Pak Tua itu melotot bulat lebar, entah apa yang ada di benaknya, bibirnya bergetar
Prisa meninggalkan pak tua yang terlihat kaku itu sekarang.
BRAAKK!!! Prisa Menutup Pintu Mobil Sport milik Reynald keras.
"Woy, pelan pelan nutupnya, nanti rusak!" Protes Reynald.
Prisa menoleh dengan datarnya, reynald telan ludah lagi sekarang.
"Hehe...kalau rusak gue ganti motor matic aja nanti!" Jawab Prisa dengan Cengiran jahilnya
Reynald menghembuskan nafas, dia pikir Prisa akan menelannya!
Reynald berdecih pelan
"Udah gaya gayaan sok Bossy tadi?" Kata Reynald
"Hum, udah, Tapi Gue emang Bossy loh!"
Reynald menoleh
"Hem ..iyain aja"
Karena dia Brata Harefa!
Kalau Prisa Brata Harefa, lalu Reynald apa?
Gue penasaran tentang lo sekarang Rey! Batin Prisa
__ADS_1