
"Mama...!" Lirih Prisa
Entah apa itu, tapi yang pasti, Si reynald tiba tiba berhenti bernafas, dia seperti habis kecyduk ngapain aja!
Dapur
Mama Prisa sibuk ngoceh sambil masak, dan yang pasti Reynald lah yang di ajak beliau bicara!
Prisa tercuekin!
Saat makan pun hanya Reynald yang di perhatikan, se akan akan Reynald lah anak nya.
Mama Prisa memberi sebuah daging ke piring Reynald, Reynald menatap lamat lamat, lalu bertanya.
"Ini daging apa Tante?"
"Kodok!" sahut mama Prisa dengan suara lembutnya dan Santay.
Prisa seketika tersedak Sendok, karena daging yang baru saja di suap nya adalah daging yang sama dengan yang di tanyakan Reynald.
"Mama!!! Beneran!??" Prisa bertanya Histeris, seketika dia mual sendiri
"Aduh...Prisa....jelas jelas itu daging ayam!!! Mama Bercanda, hahaha!!!" Mama Prisa tertawa bak ibu ibu sosialita.
Prisa dan Reynald hanya saling pandang dengan tuturan Mama Prisa.
"Oh ya Prisa, Nama Pacar nya siapa?"
Tanya mama
Prisa mendelik kesal.
Kenapa gak tanya ke orang nya aja!!!
Batin Prisa kesal.
"Reynald ma, tapi kami gak pacaran!" Sahut Prisa yang fokus ke piring nya yang jumbo.
Mama Prisa ternganga tak percaya.
"Gak Pacaran?"
Prisa ngangguk, Mama prisa menoleh ke arah Reynald seperti perlu jawaban
"em...iya tante, kami gak pacaran!!!" Reynald menuturkan sopan.
"kalau begitu, kalian berdua di jodohkan!" Mama Prisa berkata tegas.
"Apa!!!" Prisa kesulitan nafas Sekarang.
Setelah makan, mereka kumpul di ruang tengah, hanya bertiga, dan lagi, Prisa kena cuekin.
"Em...tante...Rey pamit pulang!!!" Kata Reynald.
__ADS_1
"Ini udah senja nak, dan lagi hujan di luar masih sangat deras beserta petirnya, bahaya kalau pulang sekarang, menginap saja dulu tuh di sana di kamar tamu!" Mama Prisa nyeloteh.
Prisa bermuka datar
Reynald tak tau harus apa sekarang
"Tap..."
"Di luar bahaya nak, tante gak mau kamu kenapa napa!"
Reynald menghembuskan nafasnya!
"Baiklah tante!"
Prisa berwajah masam
Saat Reynald pamit istirahat ke kamar, Prisa memandang mamanya dengan tatapan menyelidik.
"Apa maksud mama dengan di jodohkan?"
"Gak ada! Mama cuma becanda"
"Becanda kayak beneran!"
"Mama tuh maunya kamu sama dia!"
"Emang Prisa mau sama dia?"
"Ya maulah, gak liat dia anak yang ganteng, keren, apalagi kalau pake anting, anak berondong yang menggiurkan!!!"
"Jangan salah lo, biasanya anak yang berpenampilan nakal itu paling oke buat mama, dulu saja papa kamu dandanan nya begitu, karena cowok yang kelihatan nakal namun tampan itu oke banget Pris!!!" Mama Prisa terbang pada khayalan indahnya
Selera mama unik juga sedikit seram ya! batin Prisa.
Prisa hanya mendengus kesal
Prisa menghempas kan dirinya ke kasur setelah mendengarkan tuturan mamanya yang kebanyakan Unfaedah!
Prisa bolak sana bolak sini, dia tidak bisa tidur.
Benaknya penuh pertanyaan, siapa gerangan sosok yang membuat Reynald jatuh cinta? dan Prisa jadi kesal saat mengingat Reynald latihan Nembak, namun kelinci percobaanya adalah dia, bahkan tidak bilang kalau latihan, Itu membuat Prisa jadi Deg deg an, dia pikir Reynald serius, eh ternyata bo'ongan!
Sebel,sebel,sebel! Prisa ngamuk sendiri.
Tiba Tiba Prisa terlelap!
Alam mimpi!
Prisa dan Dionar rebahan di rumput dengan di temani Bintang malam yang cerah.
"Dio, janji pergi nya jangan lama!!!" Kata Prisa, karena Dionar akan pergi ke London ikut papa mamanya menjenguk Nenek nya yang sakit.
"Gak lama, paling 3 mingguan!"
__ADS_1
Dionar dan Prisa kenal saat masuk SMP, karena Prisa dulu anak yang dingin dan pendiam, jadi banyak yang tidak mau deket deket dia, hanya dionar yang mau berteman dengannya, tapi siapa sangka, hubungan mereka sangat lah baik, hingga saat naik kelas 8 mereka malah ber pacaran.
"Lama dong 3 minggu!"
"Enggak juga!"
"Tapi Dio janji ya, 3 minggu setelah itu ulang tahun pris, janji ya pulang 3 minggu itu!"
Dionar hanya mengangguk.
3Minggu setelah itu, Prisa merayakan ulang tahun nya, semuanya meriah, namun tidak spesial baginya kalau tanpa Dionar!
Prisa menunggu terus Dionar, hingga acara nya selesai, setelah pesta ulang tahun sudah 3 hari Prisa menunggu namun Dionar tidak kunjung datang menemuinya, hingga terpetik kabar.
"Prisa sayang!"
Panggil mama
Prisa berjalan malas malasan
"Ada apa?"
"Ikut mama ke rumah Dionar, Dio meninggal!"
Waktu itu Jantung Prisa seperti berhenti berdetak, matanya melotot tak percaya.
Dia segera berlari menuju rumah Dionar, siluet duka terlukis di suasana rumah mewah itu.
Prisa melihat ke sebuah kain yang menutupi orang, prisa berjalan goyah ke arah orang yang di tutupi pakai kain itu dan berharap itu bukan dia.
Prisa membuka kain nya, Dio terbaring di sana dengan wajah yang pucat
Bibir Prisa kelu, dia berharap kalau dia salah lihat, berkali kali dia menampar pipinya sendiri, namun itu nyata, itu adalah Dionar!
Prisa menangis sesenggukan!
Wanita di samping Prisa yaitu ibunya, memeluk Prisa erat, mereka sama sama menangis!
Bummm!
Prisa terbangun di mimpi nya, keringat mengucur deras, prisa menutup wajahnya jenuh dan mengacak acak rambutnya.
Prisa melihat kejendela, hari menunjukkan bahwa sudah pagi.
Prisa segera mandi dan memakai pakaiannya.
Dia mau kesana, tempat itu.
Mumpung ini Minggu, Prisa bisa jalan jalan.
"Ma, prisa pergi dulu!"
Ternyata di ruang tamu ada papa dan...Reynald? bocah itu belum balik?
__ADS_1
"Mau kemana? bareng Rey aja!!!"
Dasar Mama!!!