
Prisa resah, sudah dua minggu tidak ada tanda tanda dari Reynald, sudah dua minggu juga dia tidak pergi sekolah, bahkan chat nya juga tidak di balas hanya di Read, saat di telfon pun tidak di angkat, seperti sengaja di biarkan tidak di jawab juga tidak di tolak!
Gak mungkin kan dia bunuh diri? Batin Prisa asal.
Sekolah
Prisa duduk di kursinya sambil menutup mata dan memakai headseat, dia membuka matanya dan menoleh ke Kursi di sebelahnya.
Kemana sih dia?
Prisa menutup matanya lagi.
Tidak lama, ziky menggebrak meja Prisa dengan nafas terengah engah
"Kaget gua, kenapa sih?" Sewot Prisa.
"Boss....huh....itu,itu....ada Reynald....di,di" mata Prisa melotot
"Dimana?!!" Prisa mencengkeram Pundak Ziky
"Di,di ruang guru!!!!"
Prisa langsung berlari ke arah Ruang guru!
Vionna mendekat ke Ziky.
"Beneran Reynald? lo gak salah liatkan?" Tanya Vionna
"Iya! tapi dia hanya pakai baju biasa, dia juga bareng nyokapnya" Jelas Ziky, dan tumben tumbenan cara bicara nya gak Bodoh.
Vionna berfikir sejenak.
"Hem...insting gue mengatakan...." Vionna menatap Ziky serius
__ADS_1
"mengatakan apa?"
Vionna mendelik.
"Lo gak bakalan paham"
"Kalau di jelasin gue pasti paham"
"Gue jelasin pake Rumus, otak tumpul lo mana paham"
Ziky mendelik kesal ke Vionna.
"Mentang mentang IQ tinggi, padahal hanya di atas rata rata!!!" Sindir Ziky
"Daripada Di bawah rata rata, apa lu!!!" Vionna menyinggung.
"Nasib jadi Ziky...!!!" Ziky meratapi nasib nya sambil menggigit Tissue.
Prisa sampai di ambang pintu Ruang Guru, di situ dia hampir menabrak seseorang, yaitu Reynald.
Mata mereka kembali bertemu, mata yang lama tidak di tatap Prisa, mata yang terkadang membuat Nya Frustasi, dia adalah orang yang ingin Prisa temui selama dua minggu terakhir ini.
Prisa masih menatap sosok tampan di depannya, Reynald memberi kode ke nyokap nya untuk duluan ke Mobil.
Walau Reynald sama halnya dengan Prisa, namun Reynald sangat berusaha untuk menutupi hal itu.
Reynald menyeret Prisa ke atap, tempat terakhir kali bertemu.
Reynald berhenti menyeret prisa, dia berdiri membelakangi Prisa yang masih menatap nya gak percaya, reynald enggan berbalik dan melihat pemilik sepasang mata Indah itu.
"lo...." saat Reynald ingin membuka suara dengan pose masih membelakangi Prisa, sesuatu mengagetkan nya.
Bruuukkk...!!!
__ADS_1
Prisa memeluk Reynald dari belakang, hanya itu yang ingin Prisa lakukan sekarang, dia benar benar Frustasi akan Reynald, Prisa sudah berusaha ke GYM dan game Centre untuk melupakan rasa Frustasi nya, tetap saja itu susah!
dua minggu seperti sebuah hukuman buat Prisa.
Prisa menangis.
"Lo kemana aja sih....hiks..."
Reynald membatu.
"Gue tungguin lo di hamparan rumput, tapi lo gak dateng dateng! gue tungguin kehadiran lo di kelas, tapi gak ada! hiks...lo tau, lo bikin orang kayak gue jadi Frustasi!!!" Itulah Pernyataan seorang Prisa.
Reynald tidak tahu harus bicara apa sekarang!
"kenapa lo ngomong gini sekarang?" Tanya Reynald
"Kenapa? itu karena gue juga Suka sama Lo!!!" Kata Prisa MANTAP!!!
Dia sudah jelas akan Perasaan nya sekarang, Prisa tidak bingung lagi akan perasaanya, dia benar benar suka Reynald.
Reynald auto balik badan menghadap Prisa, dan memegang kedua belah pipi Prisa.
"Beneran!!??" Suguh Reynald
Prisa hanya mengangguk dengan air mata berlinang.
Reynald memeluk Prisa erat!
Saat itu sebenarnya Matahari sangat panas dan menyengat, namun bagi Prisa dan Reynald, itu sangatlah hangat, Matahari seperti saksi pengakuan Prisa, dan matahari seperti sedang Tersenyum
"Cewek Bodoh, gue udah nunggu ini!!!" Kata Reynald tersenyum lembut masih memeluk Prisa
Jadi, begini rasanya cinta terbalaskan? gue kira gue bertepuk sebelah tangan! Batin Reynald
__ADS_1