
"A,apa!?" Prisa gagap dan gugup seketika
"Di,dia...nembak gue?
PLETAK!!!
Satu jitakan dari Reynald ke Prisa
"Haha...lucu deh ekspresi lo, gue kan cuma latihan!!!" Reynald terbahak bahak
Wajah Prisa yang tadi merah tomat karena Deg degan, sekarang kesal setengah mati!
"Cih, gue kira lo beneran nembak gue!!!" Prisa menggerutu sambil mengusap dahinya yang kena jitak.
"Emang mungkin gitu kalau gue nembak lo?"
"Mungkin aja kan, gue kan cewek tercantik, udah masuk Most Beautiful lagi!" Prisa menarsiskan diri sendiri
Prisa memang cantik, bahkan tanpa Make Up saja dia sudah cantik, bibirnya yang tanpa Lipstik saja masih berwarna pink yang Alami.
Entah awan gelap mana yang menyelimuti kepala Prisa, setelah hal tadi, dirinya benar benar kesal, bahkan dia sendiri tidak mengerti apa yang terjadi.
"Lelah, mau pulang gue!" Nada suara Prisa seketika jadi Ketus.
Saat Prisa berdiri untuk pergi, Reynald menahan tangan Prisa!
"Lo bawa motor ya?" Tanya Reynald
Prisa menggeleng dengan wajah datarnya
Prisa datang ke arena balap liar menggunan ojek, karena dia tau, pasti ada Viky di sana, jadi dia mau ikut BALI, tapi pake Motor Viky, sekalian mau hancurin motornya.
"Nebeng gue aja, gue anterin!" Reynald langsung berdiri menuju motornya dan memakai Helm
Prisa mematung.
__ADS_1
"Ngapain bengong, cepat naik!" Sentak Reynald, Tubuh Prisa seperti bukan dia yang menggerakkanya, dia melangkah dan naik ke motor Reynald.
Reynald bingung dengan perubahan sikap Prisa yang Tiba tiba, namun dia tidak ingin terlalu memikirkan, baginya bocah ini selalu seperti ini.
Prisa duduk di jok penumpang, takut terbang Prisa hanya berpegangan di Kedua belah pundak Reynald, walau geli Reynald tidak mau menyuruh Prisa pegangan di perutnya, itu akan mempercanggung suasana.
Prisa masih kesal, dia mencengkeram erat bahu Reynald
"Pris, lo cengkeram erat gitu sakit tau!"
Prisa tak bergeming.
"Issshh...mending sambil pijitin" Gerutu Reynald lagi
Prisa membeku tiba tiba
Reynald merinding seketika, ini mencengkam bagi Reynald.
Reynald dan Prisa tidak berbicara, mereka sampai di rumah Prisa tanpa Sepatah kata pun, dan sialnya bagi Reynald, hujan turun sangat deras.
"Naik dulu!" Setelah Lamanya Reynald di diamkan oleh cara bisu nya Prisa, Reynald seperti mendapatkan cahaya hidup yang baru!
Reynald menoleh Pada Prisa
"Ini Hujan, naik dulu, rumah lo jauh, nanti kehujanan!" Prisa berkata datar.
Reynald telan ludah kasar, ekspresinya benar benar membuat Reynald tidak berani bicara, Reynald nurut dan menjalan kan motornya ke gerbang
Reynald dan Prisa basah and Kuyup, mereka masuk ke rumah dengan badan yang basah
"Gue mau mandi, lo mandi sana, ntar gue cariin baju!" Prisa berkata Datar
Reynald selalu nurut.
Setelah Mandi, Reynald keluar dari kamar mandi dengan Handuk Putih Tebal yang berbalut di pinggangnya.
__ADS_1
Prisa yang menunggu Reynald di dekat pintu, berbalik melawan arah dan membelakangi Reynald.
"Nih...!" Prisa menyerahkan baju kaos yang Reynald Duga Milik papa Prisa, dan Celana Jogger kebesaran milik Prisa
Reynald make nurut nurut aja.
"Lo udah mandi?" Tanya Reynald, agar mereka berhenti dari suasana yang amat canggung.
"Hem..." Sahut Prisa sambil manggut, Wajahnya tetap datar.
Kini Prisa dan Reynald berada di kamar Prisa, mereka menghadap Cermin karena Prisa sekarang sedang mengeringkan Rambut Reynald, dengan PAKSA! Reynald di paksa Prisa agar dia mengeringkan Rambutnya dengan Hair dryer.
"Rumah Lo sepi, bokap nyokap lo gak ada di rumah?"
Prisa menggeleng dengan wajah datar.
"Bokap kerja, nyokap jaga toko!" Sahut Prisa.
Reynald hanya Meng 'Oh' paham.
Mereka kembali hening...
Reynald benci suasan ini
Reynald menoleh pada Prisa, dia mendekatkan wajahnya pada Wajah Prisa
"Lo kenapa sih?" Tanya Reynald dengan nada Pasrah, matanya terlukis jelas kalau dia tidak tahan dengan suasan canggung.
Tiba tiba...
"Astaga.." Suara kalem dan halus di ambang pintu kamar Prisa, sosok itu mata nya terbelalak lebar dan ternganga luas
Reynald dan prisa sontak menoleh pada Pemilik suara
Prisa mengernyitkan Alis
__ADS_1
Reynald Deg deg an setengah Mati