Bad Couple

Bad Couple
Part 30


__ADS_3

Rumah Brata Harefa


Prisa menangis sesenggukan di kamarnya, sudah lima hari dia mengurung diri di kamar, dan tidak pergi sekolah!


Prisa mengecek handphonenya, Hampir dua ratus miscall dari Reynald, tapi Prisa mendiamkan nya saja.


Sangat sulit bagi prisa untuk menerima ini.


Bagaimana tidak, orang yang di cintai, di tabrak oleh orang yang saat ini mulai dia cintai juga!!! Prisa bilang dia benci Reynald, tapi tetap saja, sangat sulit untuk melakukan hal itu!


Apa yang harus dia lakukan? membalasnya? Tidak! Prisa tidak semunafik itu.


Lagi lagi hal ini membuatnya Frustasi.


Tok...tok...! Suara ketukan Pintu.


"ma,masuk" Kata Prisa yang masih menangis di pojok kamar dengan sesenggukan.


Prisa kira yang masuk adalah mama atau papanya, ternyata Vionna dan Ziky.


Prisa menyembunyikan wajah nya yang banjir air mata di lutut dan memeluk lututnya.


Vionna berjongkok mensejajarkan dirinya dengan duduk Prisa.


"Lo kenapa? ada masalah? Gue telfon gak di angkat, gue chat gak di bales, pas gue dateng lo nangis nangis gini, Girls cerita sama gue" Tutur Vionna prihatin melihat keadaan Prisa yang banjir air mata.

__ADS_1


Prisa mengangkat wajahnya menatap Vionna yang berada di hadapannya, matanya bengkak, sangat bengkak, hidungnya sangat merah, rambut nya acak acakkan.


Prisa langsung memeluk Vionna dan menangis di pelukan Vionna.


"Vi....huwaaa....!!!" Tangis Nya semakin histeris, vionna kebingungan harus apa.


"Udah...sabar...kita duduk di sana" Vionna memapah Prisa duduk di sofa kamar Prisa, ziky hanya mengekor dengan otak tumpulnya dia sangat susah mencerna suasana.


Vionna menghapus setiap derai air mata Prisa yang berjatuhan, prisa masih sesenggukan.


"Udah, jangan nangis lagi, sekarang cerita, lo kenapa?!" Kata Vionna


"Re, rey, nald...gue, be benci dia...huwaaaaa....!!!" Prisa berkata sesenggukan dan kembali menangis lagi sambil memeluk Vionna


Vionna masih belum mengerti apa yang terjadi, dia hanya perlu membuat Prisa tenang sekarang dan berhenti menangis agar bisa bercerita tanpa sesenggukan.


Vionna melotot ke arah Ziky.


'Diem otak tumpul' Batin Vionna sambil mempelototi Ziky, ziky mah mana paham arti pelototan itu.


"udah, tenang...." Vionna mengelus ngelus punggung Prisa lembut, tetapi prisa masih saja menangis.


Trriiinggg...! suara dering ponsel prisa.


Prisa melihat ke arah Handphone nya mencoba mencari tahu siapa si tukang telfon.

__ADS_1


Reynald! Itu lah nama yang tertera.


Prisa kembali ke acara nangis nangis nya sambil memeluk Vionna, dia tidak ingin mendengar suara Reynald, juga tidak ingin mengingatnya, rasanya sangat ingin menggali lubang dan bersembunyi di sana.


Vionna hanya menatap datar ke handphone prisa yang masih berdering.


"Gak niat angkat?" Tanya Vionna.


Prisa tidak menjawab.


Panggilan nya terhenti, sebuah Chat masuk.


Tling! Prisa tidak memperdulikan hal itu.


Vionna mengambil handphone milik Prisa dan membaca isi chat nya.


Reynald: Pris...please temuin gue di hamparan rumput!


Vionna menatap datar isi chat nya.


"Jangan di balas" Kata Prisa


"Gak kok, gue cuma baca doang" Vionna kembali meletakkan handphone prisa di meja.


"hiks..hiks..." Prisa masih menangis, Vionna bingung harus apa sekarang!

__ADS_1


"Udah ya jangan nangis lagi...walau gue gak tau apa masalah lo, tapi gue ikut sakit liat lo begini!" Vionna mempererat pelukan nya pada Prisa, ziky yang melihat ikut terharu dan ikut main peluk pelukan.


__ADS_2