BAGAS KARA

BAGAS KARA
BAGASKARA 12


__ADS_3

Rayra turun motor milik Ji Hoon saat mereka sudah sampai disekolah. Ia haru pertamanya setelah absen lima hari. Ia merasa seperti orang baru karna rasa memang seperti itu. Seperti awal saat ia memasuki sekolah ini satu bulan yang lalu.


"lu gak papa kan," tanya Ji Hoon yang mendapat anggukan dari Rayra. "yaudah, gue duluan ke kelas gak papakan," tanya Ji Hoon lagi.


"gak papa, tapi kakak bawain ini buat Kak Bagas ya," pinta Rayra menyerahkan tas berisikan bekal yang ia buat.


"again?" tanya Ji Hoon dengan alis yang terangkat. Ia pikir adiknya ini akan menyerah setelah dibawa kembali ke korea karna penyakitnya yang kembali kambuh. Tapi ternyata tidak, adiknya ini masih mengejar Bagas.


"iya, bawain ya," pinta Rayra lagi.


"hm, gue duluan lu hati hati," ujar Ji Hoon mengingatkan yang mendapat anggukan dari Rayra. Ia mengusap rambut Rayra sebelum pergi meninggalkan Rayra sendiri.


"Rayra," panggil seseorang yang membuat Rayra menatap kearah suara itu berada. Rayra hanya tersenyum lalu menerima pelukan yang Keyla berikan untuknya.


"gue kangen banget sama lu," seru Keyla kesenangan. Ia lalu melepaskan pelukannya dan menatap seluruh tubuh Rayra dengan memutar tubuh perempuan.


"lu gak ada kenapa kenapakan? Gak ada yang tertinggal di korea kan? Baik aja kan? Mata lo coba gue liat siapa tau ada yang tertinggal, kaki lo tangan lu, gak papa kan," tanya Keyla cukup heboh yang membuat orang orang yang berlewatan menuju gedung sekolah menatap mereka aneh.


"gue gak papa Key, gak ada yang tertinggal kok," kata Rayra menghentikan aksi Keyla. Ia menggenggam tangan Keyla agar tidak berulah kembali.


"bagus deh kalo lo gak papa, gue khawatir banget waktu lu cerita pas vidio call," ucap Keyla menghembuskan napasnya lega dan mengeluh tentang yang ia rasakan saat ia mendengar cerita tentang hidup Rayra dulu dan perobatan perempuan itu.


"gue udah gak papa, jadi lo gak perlu khawatir," balas Rayra menenangkan perasaan Keyla. "yaudah kita ke kelas aja yuk," ajak Rayra yang langsung menarik tangan Keyla menuju kelas mereka.


Sesampainya dikelas, Rayra langsung mendudukan dirinya disamping Rayla yang sedang fokus dengan bukunya.


"ada tugas ya La," tanya Rayra.


Rayla hanya mengangguk tanpa sadar siapa yang bertanya kerna kefokusannya yang sangat tinggi.


"ajarin dong," kata Rayra lagi.


"lo pintar Key, gak usah diajarin udah tau," balas Rayla lagi yang belum juga sadar.


"tapi Key lagi ke kamar mandi,"


"kalo ke kamar mandi kenap-," ucap Rayla terhenti saat ia menyadari sesuatu. Jika Keyla ada di kamar mandi lalu dengan siapa ia bercerita. Ia menatap kearah samping dan menemukan Rayra yang sedang tersenyum padanya.

__ADS_1


"lo," katanya dengan tangan yang menunjuk Dayra. "lo pulang kapan," sambungnya dengan pertanyaannya.


"kemaren," jawab Rayra masih dengan senyumannya.


"kok," ucapan Rayla terhenti. Otaknya susah mencerna sekerang.


"La, lu gak kangen ama gue? Gue kangen banget loh sama lo," kata Rayra riang yang langsung memeluk tubuh Rayla yang masih mematung.


"kok pulangnya cepat, bukannya lu bilang dua minggu," tanya Rayla. Karna kata Rayra saat mereka bertiga melakukan vidio call, ia berkata akan pulang dua minggu lagi karna perobatannya yang sedikit rumit.


"gak jadi, karna kata dokternya kondisi gue udah baik jadi bisa pulang cepat," jelas Rayra yang sudah melepaskan pelukannya. Ia mengkerutkan bibirnya saat Rayla masih dalam mode mematungnya.


"Rayla, lu gak kangen ya ama gue," tuduh Rayra dengan ekspresi marahnya yang dibuat buat karna Rayla yang masih diam.


Rayla tersadar lalu langsung panik. "gue pergi dulu," kata Rayla yang langsung bangkit dari duduknya dan langsung berlari keluar dari kelas melewati Keyla begitu saja yang baru masuk kedalam kelas.


"dia kenapa," tanya Keyla pada Rayra yang terlihat bingung karna Rayla yang meninggalkannya.


"gak tau," jawab Rayra.


♡♡♡♡♡♡


Rayla terus berlari entah kemana dan tiba tiba saja ada yang menarik tangannya hingga ia menjerit kaget.


"AKHHH-hmmpp," teriakannya terhenti saat mulut dibekap oleh seseorang. Rayla menutup matanya dan memukuli sosok yang ada didepannya.


"dia sayang," perkataan dan suara itu membuat aksi Rayla terhenti. Ia membuka matanya dan menatap lelaki yang sudah menatapnya dengan senyum manisnya.


"kak," ucap Rayla dengan nada kesal dan langsung melepaskan tangan yang membekap mulutnya.


"kangen," katanya yang langsung memeluk tubuh mungil Rayla yang dibalas hanya oleh sang empu.


"kenapa pulang gak bilang bilang," tanya Rayla mengusap lembut rambut Ji Hoon, pacarnya.


"kesel sama kamu masa mau diajak jalan sama si sialan itu sih," kesal Ji Hoon mengeratkan pelukannya. Ia tambah kesal saat foto yang dikirim Gara kembali melintas diingatannya. "kesel bangett," ucap Ji Hoon memperlihatkan kekesalannya.


"maafin ya," mohon Rayla walau ia yakin bahwa Ji Hoon pasti akan memaafkannya.

__ADS_1


"dimaafin, tapi nanti jalan jalan ya," kata Ji Hoon memberikan tawaran yang langsung dibalas anggukan oleh Rayla.


"iya, aku juga mau belanja bulanan nanti,"


"iya,"


Ji Hoon mengeratkan pelukannya dengan bibirnya yang tidak henti hentinya menciumi rambut Rayla.


"Rayra udah gimana," tanya Rayla saat keduanya terdiam cukup lama.


"baik kok, cuman harus sering konsul dulu biar kondisinya lebih baik lagi," jawab Ji Hoon menjelaskan kondisi Rayra.


"jadi harus bolak balik korea indo," tanya Rayla yang mendapat gelengan dari Ji Hoon.


"cuman lewat telpon doang, buat nanya kondisi sama perasaan Rayra tapi kalo belum balik lagi harus ke korea lagi," jelas Ji Hoon yang mendapat anggukan dari Ryla yang mengartikan bahwa perempuan itu mengerti.


"boleh cium," tanya Ji Hoon yang mendapat gelengan dari Rayla.


"aaaaa masa gak boleh, aku udah kangen banget loh," bibir Ji Hoon mengkerut tidak setuju. Ia sudah sangat merindukan pacarnya ini dan mencium Rayla adalah cara yang ampun untuk menyalurkan rindunya.


"nanti aja ya udah mau bel," kata Rayla mendapat gelengan dari Ji Hoon.


"maunya sekarang,"


"nantu ya, di apartemen," bujuk Rayla lagi dan kembali mendapat gelengan kuat dari Ji Hoon. Ji Hoon itu susah dibujuk dan harus dengan cara yang keras agar Ji Hoon mau menerima bujukannya.


Rayla terpikir sejenak lalu mengelus rambut Ji Hoon dan mengecup bibir Ji Hoon singkat. "ini buat jaminannya, nanti di apartemen lanjut lagi sampe puasss," kata Rayla memanjang kalimat terakhirnya agar Ji Hoon percaya.


"janji," kata Ji Hoon meminta kepastian dari yang Rayla pastikan. Lelaki itu sudah mulai tergoda dengan bujukan Rayla.


Rayla mengangguk, "iya janji," jawabnya dan langsung memeluk tubuh Ji Hoon yang dibals dengan suka hati oleh lelaki itu.


"love you baby," bisik Ji Hoon dileher Rayla dan mencium singkat leher itu.


"love you," balas Rayla mengecup sekilas kening Ji Hoon. Mengeratkan pelukannya untuk melepaskan rindu karna tidak bertemu selama lima hari lamanya. Ia harus menuntuaskan rasa rindunya sebelum bel berbunyi yang mengharuskan mereka berpisah karna kelas keduanya yang berbeda.


"aku kangen banget sama kamuuu," gemes Ji Hoon menggigit pelan leher Rayla lalu tersenyum senang saat mendapat pukulan dipunggungnya yang benar benar tidak sakit sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2