BAGAS KARA

BAGAS KARA
BAGASKARA 04


__ADS_3

"bibi," panggil Rayra menghampiri perempuan paruh baya sedang sibuk memasak. Rayra berdiri di sampingnya memerhatikan masakan perempuan itu.


"kenapa non," tanya Idah, perempuan paruh baya itu.


"mulai besok ajarin Ray masak ya,"


"loh, kenapa non?" tanya bi Idah bingung.


"pengen belajar aja," jawab Rayra asal. ia tersenyum manis menatap masakan bi Indah yang terlihat enak.


"boleh sih non, tapi non udah dapat izin belum dari tuan," tanyabi Idah, karna tuan besar rumah ini sudah melarangnya untuk memperbolehkan anak anaknya menerjakan pekerjaan rumah selain untuk membersihkan piring bekas makan mereka.


"izin apa?" belum sempat Rayra memjawab Ji Hoon sudah datang menghampiri keduanya.


Rayra yang panik langsung menyenggol lengan bi Idah supaya tidak menjawab pertanyaan Ji Hoon dengan benar. Ia tidak ingin jika Ji Hoon tau bahwa ia ingin belajar memasak karna Ji hoon juga tidak mengizinkannya.


Aneh?


Seperti itulah keluarganya. Rayra hanya akan diizinkan memasak saat sudah berusia 20. Untuk sekarang orang tua dan kakaknya melarang hal itu.


"itu den, non Ray mau belajar masak," jawab bi Idah jujur.


Ji Hoon yang mendengar itu langsung memfokuskan tatapannya pada sang adik. "bibi lanjut masak aja, Ray kamu ikut kakak," perintah Ji Hoon berjalan mendahului Rayra menuju ruang keluarga.


Rayra memejamkan matanya menahan diri agar tidak berteriak dan mengumpat. Ji Hoon pasti sudah sekarang. Lelaki itu tidak menggunakan aku-kamu, tapi jika ia sudah menggunakannya itu artinya lelaki itu sudah marah.


"ray," panggil Ji Hoon.


Rayra menghela napas pelan, ia lalu berjalan malas menuju ruang keluarga dan mendudukan dirinya di hadapan sang kakak.


"lu kata appa?" tanya Ji Hoon dengan pandangan lurus pada Rayra.


"kak, Gue cuman pengen belajar masak," kesal Rayra.


Ji Hoon yang mendengar itu hanya menatap Rayra tanpa mau berbicara. Ia dapat melihat Rayra yang menghela napas lalu mengangguk dengan pelan. "kenapa mau belajar?" tanya Ji Hoon.


"pengen aja," jawab Rayra asal.


"serius," tanya Ji Hoon lagi.


Rayra mengaggukkan kepalanya dengan tegas. Ia benar benar ingin belajar memasak mulai sekarang.


"yaudah, bilang sama appa aja," kata Ji Hoon menyerah ponsel miliknya yang sudah terhubung dengan ponsel Kim Hyeong.


Rayra menatap Ji Hoon tidak percaya. bisa bisanya kakaknya menelpon kakaknya hanya karna masalah masak memasaknya.


"buruan," ujar Ji Hoon.


Rayra menghela napasnya kasar lalu meraih ponsel Ji Hoon dan menyahuti appanya.


"appaaa," panggil Rayra dengan nada manjanya.


"kenapa?" tanya appanya dengan lembut.


"Ray mau belajar masak boleh?" tanya Rayra dengan harapan bahwa keinginannya akan diiyakan oleh sang ayah.


"no," jawab Kim Hyeong tegas.

__ADS_1


"ihh, kok gak boleh sih," kesal Rayra.


"lupa peraturan pertama Ray, kamu belum boleh masak sebelum umur 20 tahun, itu peraturan keluarga dan kamu gak bisa melanggar itu," jelas Hyeong dari seberang sana.


"tapikan bisa masak itu penting, buat keluarga masa depan Ray," uajar Rayra.


"memang penting, oleh karna itu kamu diperbolehkan belajar memasak diumur 20 tahun,"


"appaaa (ayah)," kesal Rayra semakin menjadi jadi karna penolakan yang ia dapatkan.


"jadi, buang angan anganmu ingin belajar memasak karna itu tidak akan appa bolehkan sebelum usiamu cukup, mengerti?"


Rayra menggerutu dalam hati dengan bibir yang melengkung kebawah. Ia sedang sedih karna tidak jadi belajar memasak. Padahal ia sangat ingin memasak.


Ji Hoon yang melihat adiknya terdiam langsung menyenggol lutut Rayra hingga ia menatapnya. "jawab Appa," perintahnya.


Rayra menatap Ji Hoon kesal lalu kembali fokus pada appa, " iya," jawabnya sedikit tidak rela.


"oppamu akan mengawasi dan akan melaporkan jika kau mencoba untuk belajar memasak lagi jadi jangan pernah lakukan itu,"


"baik,"


"appa tutup,"


"hm,"


Rayra langsung melemparkan ponsel Ji Hoon kearah pemiliknya. "kakak nyebelin," ujar Rayra.


"salah lu sendiri kenapa pengen belajar masak," sahut Ji Hoon dengan kesal.


"tapi gak perlu dilaporin kakak, gue cuman pengen belajar masak doang," kata Rayra, ia menatap Ji Hoon penuh amarah. Jika saja yang menjadi kakak adalah ia, ia mungkin akan menghabisi Ji Hoon sekarang. Tapi itu hanya angan karna yang menjadi kakak bukanlah ia.


"serah lu," ucap Rayra pada akhirnya menyerah, ia melempar bantal sofa pada Ji Hoon lalu setelah itu dengan cepat ia beranjak dan berlari menuju kamarnya.


"RAYRA," teriak Ji Hoon tidak terima dengan apa yang adiknya lakukan.


"gue aduin appa tau rasa lu," ucapnya menatap punggung Rayra yang menjadi dengan kesal.


Ia terdiam lalu tiba tiba tersenyum tipis, "lagian gue juga gak bakal izinin lu masak buat tuh cowok," ucap Ji Hoon pelan.


♡♡♡♡♡♡


Rayra memasuki kelas dengan wajah murung. Ia masih tidak bisa melupakan kekesalannya pada kejadian semalam. Masalah keinginannya yang dilarang oleh kedua orang tua dan kakaknya.


"lu kenapa?" tanya Keyla menatap bingung Rayra yang sudah duduk disampingnya dan menyembunyikan wajahnya diantara tangannya yang ia lipat diatas meja.


Rayra hanya menggeleng tidak meminat dengan pertanyaan temannya. Ia sangat tidak ingin berbicara untuk saat ini. Ia masih harus menghilangkan rasa kesalnya.


"kenapa," tanya Rayla yang kini sudah menghadap belakang menatap kedua temannya. Ia duduk didepan meja Keyla dan Rayla.


Keyla hanya menggeleng dan melanjutkan kegiatan menulisnya.


"Ray, lu kenapa sih," tanya Rayla.


Rayra menghela napas lalu menimbulkan kepalanya. Menatap keduanya dengan wajah sedihnya. "pengen belajar masak," adunya pada keduanya dengan nada manjanya.


"belajar masak tinggal belajar Ray," saran Keyla dengan tanpa mengalihkan pandangannya yang masih fokus pada kegiatannya.

__ADS_1


"itu dia masalahnya, gue gak dibolehin belajar masak sebelum umur 20 tahun," kata Rayra memberitahu masalah keduanya.


"yaudah tunggu sampe umur 20 tahun aja," ucap Kayla asal yang langsung mendapat pukulan ringan dikepalanya.


"kok lu mukul gue sih," kesal Keyla.


"yah saran lu gak ada yang berguna," ucap Rayea.


"gak berguna apanya, kan memang bener tunggu umur 20 tahun aja," balas Keyla.


"tapi gue pengen belajar masaknya sekarang Keyla,"


"yaudah belajar aja," kesal Keyla.


"tap-"


"stop,"


Ucapan Rayra terhenti saat mendengar ucapan cukup keras dari Rayla yang membuat ia dan Keyla terdiam dan menatap kearah Rayla.


"diam dulu," ucap Rayla. Ia benar benar sangat pusing mendengar tingkah kedua temannya yang malah berdebat dan bukan mencari solusi.


"lu juga Ray, ngapain lu pengen masak," tanya Rayla yang diangguki oleh Keyla. Ia juga penasaran, padahal awal pertama bertemu Rayra pernah bilang bahwa ia sangat tidak ingin memasak.


"pengen masakin makanan buat kak Bagas," ucapnya lirih dengan bibir cemberutnya. "tapi gak dibolehin," ucapnya lagi lalu memenggelamkan wajahnya du antara tangannya.


Keyra dan Rayla yang mendengar perkataan Rayra menghela napas pelan lalu saling tatap.


"temen lu," ucap Keyla lalu melanjutkan kegiatannya. Ia sangat tidak peduli dengan masalah Rayra jika menyangkut Bagas karna ia sangat tidak menyukai lelaki itu.


Rayla menatap kedua temannya lalu menggeleng pelan.


"ray, lu gak bisa ya lupain kak Bagas aja," tanyanya.


"iya, kenapa lu gak lupain kak Bagas aja, masih banyak kok Ray cowok yang ganteng," kata Keyla cepat. Ia setuju dengan pembicaraan Rayra agar melupakan Bagas.


"gak bisa," ucap Rayra.


Rayla dan Keyla kembali menghela napas pelan.


"temen lu," ucap Keyla lagi dan mendapatkan pukulan ringan dikepalanya dari Rayla yang sudah kesal.


"temen lu juga," kesal Rayla.


Keyla tersenyum menampilkan gigi putihnya. "urus, gue gak bisa," ucapnya.


karna diantara mereka bertiga ia adalah si paling bodoh amat, Rayla adalah si paling pengertian dan Rayra adalah si paling curhat.


"yaudah, gue bakal ngajarin lu masak tapi ada syaratnya," ucap Rayla.


Rayr yang mendengar hal itu langsung mengangkat kepalanya dan menatap Rayla penuh harap dan binar.


"lu harus gaji gue dan semua bahan masak dari lu," ucapnya penuh untung untuknya yang merupakan anak kost.


hanya itu? Rayra menganggukkan kepalanya. Ia setuju jika persyaratannya hanya itu.


"oke, mulai belajar kapan," tanya Rayla lagi.

__ADS_1


"pulang sekolah," jawab Rayra dengan senyum manis yang mulai terpancar diwajah indahnya.


__ADS_2