BAGAS KARA

BAGAS KARA
BAGASKARA 05


__ADS_3

Rayra berjalan dengan riang seraya tersenyum manis. Ia menatap kotak bekal ditangannya dengan bahagia. Walaupun isi dari bekal itu bukan dibuat oleh dirinya, tapi niat yang ia miliki untuk memberikannya pada Bagas yang membuatnya bahagia.


Rayra terhenti saat sosok yang ia cari ada didepan matanya. Ia tersenyum semakin lebar lalu melangkah lebih cepat untuk menyusul Bagas.


"kak Bagas," panggilnya saat sudah berada dibelakang lelaki itu.


Langkah Bagas terhenti, ia membalikkan badannya dan menemukan Rayra dengan senyum manisnya. Alis Bagas terangkat saat Rayra menyerahkan bekal kehadapannya.


"buat kakak dari Rayra, yah walaupun bukan aku yang buat sih tapi gak papa lain kali aku buat sendiri," ujar Rayra memperjelas seraya memperhatikan bekal ditangannya, "kakak mau ya," pinta Rayra mendongak menatap Bagas yang juga sedang menatapnya.


Bagas hanya terdiam lalu kembali berbalik dan hendak melangkah tapi langkahnya langsung terhenti saat Rayra meraih tangannya.


"kakak gak mau?" tanyanya yang kini sudah berdiri dihadapan Bagas.


Bagas menatap tajam mata indah milik Rayra yang juga menatapnya penuh puja. Ia lalu melirik tangan Rayra yang masih memegang tangannya.


Rayra yang mengerti arah pandang Bagas langsung melepaskan pegangannya, "so-sorry, aku gak sengaja," ucapnya meminta maaf.


Bagas hanya berdehem lalu mengusap tangannya bekas pegangan Rayra dan langsung melangkah meninggalkan Rayra.


"KAK BAGAS, KAKAK BENERAN GAK MAU? KAK BAGAS," teriak Rayra yang diabaikan oleh Bagas.


"jauh jauh deh dari kak Bagas, dia gak bakal mau sama lu," ucap seorang siswi yang sejak tadi memperhatikan Rayra. Bukan hanya siswi itu saja tapi sejak tadi Rayra sudah diperhatikan karna kepercayaan dirinya mendekati Bagas.


"suka suka gue," kesal Rayra lalu melangkah pergi dari sana dengan menghentakkan kakinya kesal.


"gue yakin sih tuh cewek gak bakal bertahan lama buat ngejar Bagas,"


"gue juga, palingan 1 bulan udahan tuh ngejarnya,"


"gak sampe 1 bulan sih kalo menurut gue,"


"pede banget sih ngejar Bagas, padahal Bagas udah punya pacar, cuman gak di publish aja,"


"kasihan,"


"banyak cowok lain gak usah ngejer Bagas,"


"gila dia ngejar si bisu,"


Itu adalah kalimat kalimat yang keluar dari beberapa murid yang melihat aksi Rayra tadi. Tapi sayangnya Rayra tidak peduli dengan perkataan mereka karna ia akan tetap mengejar Bagas. Dan mengenai Bagas yang sudah mempunyai pacar, ia tidak akan peduli dengan itu selama Bagas belum mengumumkan hubungannya.


Dan tentang Bagas yang disebut si bisu, ia tidak peduli dengan itu karna ia yakin ia bisa mendengar suara Bagas dan bukan hanya itu, ia juga pasti akan bisa melihat sisi lain dari Bagas dan ia akan berjuang untuk itu sampai kapanpun.


♡♡♡♡♡♡


Keyla dan Rayla kembali menghela napas kasar saat Rayra kembali ke mode cemberutnya. Hal itu dikarenakan ia yang tidak berhasil memberikan bekalnya pada Bagas.

__ADS_1


"udahlah Ray, bekalnya dimakan aja ya," ucap Keyla berusaha mengambil bekal milik Rayra yang langsung gagal karna Rayra langsung memeluk bekalnya dengan bibir cemberutnya.


"gak boleh, ini buat kak Bagas," tolaknya keras.


"tapikan kak Bagasnya gak mau," jelas Keyla.


"pasti mau," tagas Rayra.


"serah lu deh," kata Keyla menyerah.


"Ray, gimana kalo lu kasih aja, tapi alibinya bukan buat kak Bagas tapi buat kak Gara siapa tau nanti kak Bagas mau nyoba walau gak semua," saran Rayla seraya memakan bakso traktiran Rayra untuknya. Rasanya sangat nikmat dan enak karna hasil traktiran.


"tapi kalo kak Bagas gak makan gimana," tanya Rayra memastikan saran Rayla.


"pasti dimakan sih menurut gue, karnakan kak Gara sahabat kak Bagas, pasti maulah kalo dipaksa sama kak Gara," jelas Keyla yang juga setuju dengan sarah Rayla.


"nanti kalo kak Gara gak mau makan gak papa, kan masih ada besok buat berjuang lagi. Gak papa kalo hari ini gagal besok jangan gagal lagi," usul Rayla memberikan nasehat pada Rayra.


Rayra berpikir sejenak dengan perkataan teman temannya. Dan tidak lama setelah itu ia mengangguk, "yaudah gue bakal lakuin ide kalian, kalo kak Bagas gak mau makan juga gak papa karna besok gue bakal tetap perjuangin kak Bagas," ucap Rayra tanpa keraguan.


"gitu dong, sana berjuang," suruh Keyla.


Rayra mengangguk lalu berdiri dari duduknya. Ia merapikan penampilannya dan menghembuskan napasnya untuk mengatur kegugupan dihatinya.


"semangat," ucap Rayla menyemangati.


"mudah mudahan Rayra berhasil," ucap Rayla yang membuat atensi Keyla tertuju padanya.


"maksud lu," tanya Keyla.


"biar Ray gak cemberut lagi Key," ucapnya.


Keyla hanya mengangguk dan keduanya kini sudah kembali fokus pada Rayra yang sudah berdiri di hadapan Bagas, Gara dan Ji Hoon.


"hai kak," sapa Rayra menghampiri Ji Hoon, Gara dan Bagas yang sedang duduk dengan keadaan sunyi. Ketiga disibukkan dengan kegiatan masing masing. Ji Hoon dan Gara dengan ponsel masing masing, keduanya sedang fokus bermain game online. Sedangkan, Gara ia sangat fokus dengan buku bacaannya.


"lu, nagapain lu kesini," tanya Gara yang menyadari kehadiran Rayra.


Rayra tersenyum lalu meletakkan kotak bekal yang ia bawa dari rumah. "buat kakak," katanya tersenyum manis pada Gara.


"gue? bukannya lu sukanya sama Bagas," bingungnya.


Rayra tersenyum kaku lalu menatap Bagas sejenak yang juga sedang menatapnya tajam. "i-itu ucapan terima kasih karna kakak udah ngasih no kak Bagas buat gue," jelasnya.


Menyampaikan alasan yang tidak benar agar keinginannya tercapai.


"ohh," jawab Gara beroh ria. "thank," sambung Gara mengambil bekal milik Rayra.

__ADS_1


"sama sama, nanti kotaknya kasih ke kak Ji Hoon aja," ucapnya.


"sip," sahut Gara.


Yah, Gara dan Bagas sudah tau jika Ji Hoon adalah kakak Rayra karna Ji Hoon sudah menjelaskan itu pada keduanya. Ji Hoon tidak mau jika keduanya berpikir bahwa ia ingin berteman dwngan mereka adalah untuk mempermudah rencana Rayra mendekati Bagas.


"gue duluan ya kak," ucapnya Rayra yang mendapat anggukan dari Gara. Sebelum pergi Rayra sempat memandang Bagas yang kini sudah fokus pada bukunya tanpa mempedulikan dirinya.


Setelah Rayra pergi, Gara langsung membuka bekalnya. "widihh, nasi goreng," ucapnya riang lalu menyendokkan sesuap kedalam mulutnya. "enak, adek Ji yang masak?" tanyanya.


"bukan, bi Idah yang masak," jawab Ji Hoon.


Gara hanya mengangguk lalu kembali memakan bekal pemberian Rayra. Ia kemudian menatap Gara dengan senyum tipisnya. "lu mau gak Gas," tanya Gara.


Bagas menggeleng lalu menutup bukunya dan kini fokusnya berpindah pada ponselnya.


Gara yang melihat itu kembali tersenyum lalu memberikan bekal itu pada Bagas. "coba dulu, enak itu," suruh Gara.


"gak perlu," singkat Bagas.


"serius," tanya Gara yang mendapat anggukan dari Bagas. "oke, gue bakal kasih tau tante kalo lu-," ucapan Gara langsung terhenti saat Bagas sudah menatapnya dengan tajam dan penuh amarah.


Bagas langsung mengambil bekal itu lalu memakannya dengan kesal.


"abisin ya, gue udah kenyang kalo gak lu abisin lu bakal tau akibatnya sih," jelas Gara.


Bagas hanya bisa menghela napas lalu kembali makan dengan perasaan kesal. Ia lebih memilih menghabiskan makanan ini dari pada mamanya tau sesuatu yang tidak boleh diketahui oleh mamanya.


Sedangkan, Ji Hoon hanya bisa tersenyum tipis dan menggelengkan kepala melihat tingkah dua sepupu itu yang merupakan teman barunya.


♡♡♡♡♡♡


Rayra tersenyum lebar saat melihat Bagas memakan bekalnya.


"apa gue bilang, pasti bakal dipaksa sama Kak Gara," ucap Keyla dengan senyum manis lalu menatap senang pada Rayra yang kini sudah berbinar bahagia.


"seneng lu," tanya Rayla.


Rayra mengangguk semangat, "makasih," ucapnya bahagia. Entah kenapa, ia sangat bahagia hanya karna hal biasa ini.


"semangat ya Ray, kak Bagas pasti bisa lu dapat kalo lu benar benar berusaha," kata Rayla memberi semangat.


"iya, sekarang gue bakal dukung lu buat dapatin kak Bagas, jadi lu harus semangat jangan nyerah," ucap Keyla ikut menyemangati Rayra.


"aaaa, makasihhh," ucap Rayra terharu.


Ia lalu memeluk kedua temannya yang langsung di sambut baik oleh keduanya. Rayra sangat bersyukur karna sudah diberikan teman sebaik Rayla dan Keyla saat ia sudah berada di suasana baru, lebih baru dari sebelumnya. Rayra sangat bahagia.

__ADS_1


__ADS_2