
kantin sekolah adalah adalah tempat yang paling banyak disukai oleh siswa. Mereka akan berada disana untuk membeli beberapa makanan atau untuk berbincang seraya menikmati wajah wajah cantik dan tampan yang ada di sekolah. Sama halnya dengan Rayra gadis itu sedang fokus dengan pandangannya yang tertuju pada meja sudut yang ada di kantin. ia menikmati makanannya begitu juga dengan pandangan yang ada didepan matanya.
Bagas lelaki duduk dihadapan Ji Hoon dan Gara yang sangat asik dengan pembicaraan keduanya tanpa mempedulikan Bagas karna Bagas juga tidak mempedulikan keduanya. Rayra tersenyum semakin manis saat Bagas kembali memakan makanannya dengan nikmat. percayalah bahwa Rayra sangat menyukai pemandangan ini karna Bagas terlihat sangat tampan dan menggoda saat makan. Ia sangat ingin melihat lelaki itu makan dari jarak yang dekat tapi ia sadar itu masih belum bisa terwujud karna ia masih dalam tahan awal.
"Ray," panggil Keyla, salah satu temannya yang sudah memperhatikan tingkah laku sejak tadi.
"Lagi mandang masa depan," jawabnya masih dengan pandangan yang fokus menatap Bagas.
Keyla mengikuti arah pandang Rayra lalu menggeleng kepala saat tau siapa yang menjadi pusat perhatian Rayra sejak tadi.
"Mending lu nyerah deh Ray buat dekatin kak Bagas,” saran Keyla.
Rayra yang mendengar itu langsung memusatkan perhatiannya pada Keyla. "maksud lu," kata Rayra meminta penjelasan.
"Lu gak bakal berhasil Ray," ujar Keyla.
"Gak berhasil gimana?" tanya Rayla.
"Udah lebih dari berpuluh puluh orang yang pengen deketin kak Bagas, tapi selalu gagal karna kak Bagas bener bener dingin banget, lu gak bakal tahan sama sikapnya jadi lebih baik nyerah diawal aja," jelas Keyla lagi.
"setuju," sahut Rena menimpal ucapan Keyla. "mending lu nyerah aja Ray, karna selain itu gosip gosipnya Kak Bagas juga udah punya pacar dari sekolah lain, cuman gak go publish aja," jelas Rena memberi penjelasan juga.
"bener, gue pernah dengan juga kalo Kak Bagas pernah ngejemput cewek disekolah lain," ujar Kayla.
"jadi Ray lu lebih baik nyerah aja daripada nanti sakit hati terlalu dalam," saran Rena yang diangguki oleh Keyla. Keduanya benar benar tidak ingin jika Rayla patah hati nantinya karna terlalu menyukai Bagas. Lebih baik menyerah lebih awal bukan?
Rayra terdiam beberapa saat dengan pandangannya yang fokus pada Bagas yang terlihat sedang memainkan ponselnya. Seperti sedang membalas pesan dengan seseorang karna tangannya yang terlihat lihai di layar ponsel.
Tapi Rayra kembali menggelengkan kepalanya menghilangkan pemikiran buruk dari pikirannya lalu kembali tersenyum saat Bagas tidak sengaja melihatnya hingga terjadi kontak mata beberapa detik hingga Bagas kembali mengalihkan pandangannya.
"selama Kak Bagas belum go publish gue bakal tetap berusaha buat dapatin Kak Bagas," katanya tersenyum manis pada Keyla dan Rena hingga membuat keduanya membeku ditempat.
"lu-lu serius bakal tetap ngejar kak Bagas?" tanya Rena memastikan perkataan temannya itu.
Rayra kembali mengangguk dengan mantap lalu memakan kembali makanannya. Ia harus menghabiskan makanannya sebelum bel masuk berbunyi.
Sedangkan, Keyla dan Rena masih dalam keadaan membeku tidak percaya. Biasanya siswi siswi di sekolah ini akan menyerah untuk mendapatkan Bagas, tapi lihatlah Rayra ia bahkan dengan mantap mengatakan tidak akan menyerah padahal mereka sudah menceritakan gosip gosip yang beredar tentang Bagas.
♡♡♡♡♡♡
"kita ngapain sih Ray ngikutin si Bagas?" tanya Ji Hoon yang sedang mengendarai motor besarnya dengan kecepatan sedang. Mereka saat ini sedang mengikuti motor milik Bagas yang melaju di depan mereka. Dan ini semua adalah keinginan sanga adik tercintanya, Rayra.
"udah kakak diamnya gak usah banyak protes," kesal Rayra karna selama diperjalanan mengikuti Bagas, Ji Hoon selalu menanyakan hal itu padanya.
__ADS_1
Ji Hoon menghela napas kasar dari balik helm full face miliknya. Tidak lama setelah itu Ji Hoon menghentikan motornya saat motor milik Bagas berhenti didepan minimarket. Bagas turun dari motornya lalu masuk ke dalam minimarket.
"kita gak masuk Dek," tanya Ji Hoon pada Rayra.
"gak usah, nanti kelihatan jelas kalo kita lagi ngikutin," jelas Rayra dengan pandangan fokus pada pintu minimarket.
"masuk aja ya, haus banget ini," keluh Ji Hoon karna lelaki itu benar benar kehausan.
Rayra menatap kesal pada Ji Hoon tetapi tidak urung membuka tasnya lalu mengambil minuman yang sempat ia beli dikantin sekolah tadi. Ia lalu menyerahkan minuman itu yang langsung disambut dengan baik oleh Ji Hoon.
"adek gue peka banget sih, makasih ya," ucapnya sebelum membuka helmnya lalu meminum minuman itu hingga habis setengah. "lu gak mau," tanyanya pada Rayra.
"buat lu aja," tolak Rayra halus, ia sangat fokus melihat pintu minimarket.
Ji Hoon menyimpan minumannya lalu ikut memperhatikan hal yang juga sedang diperhatikan sang adik.
"kenapa sih harus ngikuti dia," tanya Ji Hoob membuka pembicaraan setelah terdiam beberapa detik.
"kata temen gue dia udah punya pacar,"
"so,"
"gue mau lihat sendiri, dia memang punya pacar or not," jelas Rayra.
Perkataan Ji Hoon harus terpotong saat Rayra menepuk bahunya dengan heboh.
"kak cepat, kak Bagas udah keluar," ucap Rayra sama hebohnya dengan tangannya yang masih menepuk nepuk pundak Ji Hoon.
Ji Hoon dengan kesal langsung memakai helmnya lalu menarik gas dan menginjam rem dengan cepat. Hal itu membuat Rayra yang kaget langsung memeluk pinggang Ji Hoon.
"lu gila ya kak," kesal Rayra, jantungnya hampir lepas dari tempatnya karna ulah kakak sialannya.
"salah lu sendiri," balas Ji Hoon dengan tak kalah kesal. Ia lalu menarik gak dan mengendarai motornya dibelakang motor Bagas.
10 menit setelahnya mereka kembali berhenti saat motor milik Bagas memasuki kawasan rumah mewah yang sangat cantik.
"ini rumah kak Bagas," tanya Rayra.
"kamu nanyae," jawab Ji Hoon dengan nada suara yang buat buat hingga ia mendapatkan pukulan dari belakang.
"gue serius kak," kesal Rayra, sungguh ia sangat kesal saat ini karna sikap kakaknya yang sangat sangat menyebalkan ini.
"ya gue juga serius, mana gue tau ini rumahnya atau bukan, gue juga baru temanan ama dia," balas Ji Hoon tidak ingin mengalah pada sang adik.
__ADS_1
"yaudah kalo gak tau bilang gak tau aja, jangan kamu nanyae nanyae,"
"serah serah gue, mulut mulut gue,"
Rayra menutup matanya sejenak untuk menghilangkan rasa kesalnya dan untuk menambahkan kadar kesabarannya agar tidak memukul kakaknya lagi.
"sekarang gimana," tanya Ji Hoon.
"pulang," jawab Rayra singkat dengan nada juteknya.
"serius,"
"iya,"
"yaudah, maaf kalo ngebuat lu kesal nanti mampir ke minimarket beli apapun yang lu mau gue beliin," jelas Ji Hoon.
Rayra yang mendengarnya langsung tersenyum manis dan langsung memeluk sang kakak dengan erat.
"makasih kak Ji Hoon, maafin Ray juga ya," ucapnya.
"hm," Ji Hoon hanya menjawab singkat lalu melajukan motornya meninggalkan kawasan rumah Bagas. Dan membiarkan Rayra yang terus memeluknya.
Seperti itu kedua adim kakak itu, saat sudah selesai dengan masalah bertengkar, keduanya akan meminta maaf lalu mulai berhubungan baik lalu kembali bertengkar. Seperti itu setiap saat.
♡♡♡♡♡♡
Bagas memasuki rumahnya dengan langkah lebarnya. Ia berjalan menuju dapur dan menemukan sang mama yang sedang fokus memasak.
"ma," panggilnya yang langsung membuat Tia, mamanya menatapnya dan menghampirinya.
"ini, pesanan mama," ucapnya seraya meletakkan barang barang yang ia belum minimarket tadi.
"makasih anaknya mama," ujar Tia dengan senyum manisnya lalu mencium pipi anaknya.
"hm, Bagas kekamar dulu," balas Bagas dingin lalu berlalu begitu saja dari hadapan Tia.
"jangan lupa mandi kak," kata Tia mengingatkan yang mendapatkan acungan jempol dari Bagas.
Tia menghela napas melihat sikap anaknya yang sangat berbeda dari sikap orang rumah lainnya. Baik itu papa, abang dan adik Bagas semua sangat periang berbeda dengan Bagas yang sangat dingin.
"kamu kapan berubah si Gas, mama sedih liat kamu kayak gitu terus," tanya Tia entah pada siapa.
Ia benar benar sangat ingin sang anak berubah menjadi periang seperti yang lain. Menjadi sosok yang mudah tersenyum karna Bagas tidak pernah menunjukkan senyumnya barang sekalipun.
__ADS_1
"mudah mudahan ada yang bisa ngerubah kamu Gas, mohon Tia lalu kembali melanjutkan masaknya.