
"kak," panggil Rayra pada Ji Hoon yang sedang fokus dengan makan malamnya. Keduanya sedang berada di meja makan. Hanya berdua karna kedua orang tua mereka sedang pergi keluar kota karna bisnis yang dimiliki ayahnya sedang bermasalah.
"kenapa?" tanya Ji Hoon tanpa mengalihkan pandangannya menatap sang adik dan tetap fokus pada makanannya.
"kakak punya no WAnya kak Bagas gak?" tanyanya menghentikan makannya, fokus menunggu jawaban dari Ji Hoon.
"enggak, tapi gue punya no temennya,"
"Ihh, no temennya buat apa? Aku ngejar kak Bagas bukan temennya," tolak Rayra langsung.
"kan bisa aja lu minta no Bagas dari dia, siapa tau dikasih," kata Ji Hoon asal.
Rayra yang mendengar perkataan kakaknya terdiam beberapa saat dengan pikiran yang memikirkan perkataan kakaknya.
Hampir 2 menit bergulat dengan pikirannya barulah ia bisa tersenyum dengan manis hingga menampakkan gingsulnya yang mampu menambah tingkat kecantikannya.
"minta nomornya temen Kak Bagas kak," ucapnya meminta pada Ji Hoon yang sudah melangkah pergi harus menghentikan langkahnya.
"Tadi katanya gak mau," kesal Ji Hoon dengan keinginan adiknya yang mudah berubah ubah itu.
"Gak jadi, aku butuh soalnya, kirim ya,"
"Hm nanti gue kirim, jangan lupa makannya diabisin," perintah Ji Hoon sebelum melangkah pergi meninggalkan Rayra seorang diri meja makan. Ia tidak perlu khawatir jika terjadi sesuatu dengan adiknya karna Rayra pasti bisa menjaga diri sendiri. Adiknya itu mantan anak taekwondo dulu saat masih tinggal di korea.
"gomawo," ucap Rayra berterima kasih dan melanjutkan makannya yang sempat tertunda. Ia tersenyum manis saat melihat pemberitahuan diponselnya. Ji Hoon baru saja membagi kontak padanya. Ia dengan cepat membuka pesan kakaknya lalu mengirim pesan pada sosok yang merupakan teman Bagas.
Hai kak, temennya kak Bagas ya
^^^Iya?^^^
aku boleh gak minta nomornya kak Bagas
^^^buat.^^^
Rayra terdiam sejenak, memikirkan alasan apa yang bisa membuat ia bisa dengan mudah mendapat no WA milik Bagas. Ia lalu tersenyum saat mengingat keadaan yang ia alami tadi di depan sekolah, "aku mau tanggung jawab karna udah ngerusak hp kak Bagas kak, aku gak sengaja nabrak Kak Bagas sampe hpnya jatuh," ucap Rayra seraya mengetik kalimat tersebut di roomchat-nya dengan teman Bagas.
Aku mau tanggung jawab karna udah ngerusak hp kak Bagas kak
Aku gak sengaja nabrak Kak Bagas sampe hpnya jatuh
^^^Ini siapa?^^^
Rayra, kls 10 ips 2
^^^Ohh^^^
boleh kak?
^^^Kenalan ama gue?^^^
^^^Boleh boleh^^^
Bukan
Maksud aku no WA kak bagas
__ADS_1
^^^bntr ya^^^
btw nama kaka siapa, biar aku sv
^^^*Gara *^^^
Oke
Tidak lama setelah itu Gara sudah mengirim kontak milik Gara yang membuat senyum Rayra semakin lebar. Ia bahkan sampai tidak sadar bahkan makanannya sudah ia habiskan.
Thanks kak
^^^Ya^^^
Setelah selesai dengan chat nya dan Gara sekarang ia akan menchat Bagas. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan hati seorang Bagas mulai sekarang. Ia berjanji akan tetap berjuang karna ia sudah menyukai lelaki itu sejak awal pertemu. Karna tabrakan yang tidak mereka sengaja.
Hai kak
Save yaaa
Rayra, yang gak sengaja nabrak kakak disekolah
Rayra menunggu beberapa saat. Seraya menunggu ia membereskan meja makan dan mencuci piring bekas makannya dan Ji Hoon. Setelah semua selesai ia kembali mengambil ponselnya dan terus memandang, namun Bagas sama sekali tidak membaca pesannya.
Kak?
Rayra kembali mengirim pesan, ia melangkah menuju kamarnya dengan pandangan yang masih fokus pada ponselnya.
"Kok gak dibalas balas sih," kesal Rayra melempar ponselnya ke ranjang, ia menidurkan dirinya lalu menatap langit langit kamarnya dengan bibir yang mengkerut.
Rayra mengambil kembali ponselnya dan mengirm pesan untuk Gara. Ada sesuatu yang ingin ia tanyakan pada lelaki itu.
Kak bagas punya ig gak?
^^^Bgs_kr62^^^
^^^Itu akunnya^^^
^^^Knp? Lu suka ama bagas^^^
Iyaa
^^^Jgn halu deh, dia gk bkl suka blk ama lu^^^
^^^Ama gue aja^^^
Gak, aku maunya kak bagas
^^^serah^^^
^^^Klo kemakan ati jgn nngs^^^
Gak bakal
^^^Ya^^^
__ADS_1
Setelah mendapatkan apa yang ia mau Gara, ia membuka sosial medianya dan mencari akun Bagas, ia tersenyum riang saat apa yang ia inginkan telah muncul. Ia lalu memfollow akun Bagas lalu kembali meletakkan ponsel.
"mudah mudahan kak Bagas bisa suka sama aku," mohonnya penuh harapan lalu menutup matanya untuk tertidur tidak sadar bahwa ada sesuatu yang terjadi diponselnya.
Kak bagas❤💗💕💖: Y
Bgs_kr62 menerima pertemanan anda
♡♡♡♡♡
"AAAAAAAAAAAAAA,"
Ji Hoon yang sedang memakan sarapannya tersedak saat teriakan dari kamar atas mengagetkannya, ia dengan cepat meraih minumnya dan menegaknya hingga habis.
"Rayra sialan," kesalnya. Ia tidak tahu apa yang membuat adiknya itu berteriak dipagi hari yang cerah ini.
"RAYRA," teriaknya memanggil sang adik agar segera turun kebawah.
"Bentar," sahut Rayra berjalan menuruni tangga dengan senyum yang tidak bisa hilang dari wajahnya. "Pagi," sapanya.
Ia mengambil roti yang sudah tersedia di piringnya lalu memakannya dengan sedang hati.
"lu kenapa?" tanya Ji Hoon yang heran melihat Rayra yang terlihat begitu bahagia tidak seperti pagi pagi sebelumnya yang selalu cemberut karna akan pergi ke sekolah.
"gak papa,"
"gak papa gimana? Gak biasanya lu senyum pagi pagi pasti ada sesuatu kan?" tanya Ji Hoon lagi.
"ada," jawab Rayra lalu menyruh Ji Hoon mendekat menggunakan tangannya. Ji hoon mendekat dan disaat Ji hoon sudah dekat dengannya ia mengambil rotinya yang tersisa. "RAHASIA," teriaknya tepat ditelinga Ji Hon yang membuat lelaki itu menutyp telinganya.
"RAYRA," teriak Ji Hoon menatap tajam Rayra yang sudah berlari menuju halaman rumah dengan terburu buru. "DASAR ADEK SIALAN," lanjutnya mengkais tasnya lalu berlalu menyusul sang adik.
♡♡♡♡♡
"Gas, Bagas," panggil Gara menghampiri Bagas yang tertidur dibangkunya. Ia lalu duduk disamping Bagas.
"tadi malam ada yang minta no lu sama ig lu," ujar Gara yang berhasil membuat Bagas menegakkan badannya dan menatap tajam Gara yang ikut menatapnya.
'kenapa lu kasih,'
Tatap tajam yang ditunjukkan Bagas seakan bertanya pada Gara. Gara terdiam beberapa saat untuk menetralkan rasa takut dihatinya. Walaupun Bagas sudah sering menatapnya seperti itu tetap saja ia takut. Bagas itu tidak terdeteksi dan ia sangat takut jika tiba tiba Bagas menerkamnya dan memukulnya.
"Di-dia bilang dia mau tanggung jawab karna udah ngerusak hp lu jadi gue iyain aja," jelasnya pada Bagas. "tapi gue udah nyuruh dia jangan deket deket ama lu kok," sambung Gara lagi berusaha untuk mencari aman dengan menceritakan semua yang terjadi tadi malam.
"dont do it again," ujar Bagas kembali menidurkan dirinya meninggalkan Gara yang melongo mendengar perkataan Bagas barusan.
Walaupun Bagas sudah pernah berbicara padanya ia tetap tidak menyangka bahwa bahwa Bagas akan mengeluarkan suaranya hanya karna masalah sepele ini.
"oke," jawab Gara.
"hai," seseorang datang menghampiri keduanya.
Ia adalah Ji Hoon, ia duduk didepan Gara dan menghadap lelaki itu. Ia sebenarnya malas bergaul tapi karna keinginan sang adik yang memohon dengan semohon mohonnya, ia akhirnya mengiyakan keinginan adiknya dan akan berusaha untuk berusaha berteman dengan keduanya.
"kenalin nama gue Ji Hoon, Kim Ji Hoon," ucapnya memperkenalkan dirinya dengan senyum manisnya yang memperlihatkan gingsul disebelah kanan yang nenambah kadar ketampanannya.
__ADS_1
Gara menatap bingung pada Ji Hoon lalu tersenyum kikuk. "Gara," balasnya ikut memperkenalkan dirinya.
Ji Hoon hanya lalu menganggukkan kepalanya mengerti. Ia mengalihkan pandangannya pada Bagas yang masih menidurkan kepalanya tanpa peduli pada sekitarnya. Inikah lelaki yang disukain adiknya? Kenapa sangat aneh?