BALAS DENDAM MANTAN ISTRI

BALAS DENDAM MANTAN ISTRI
29. Pria Teromantis


__ADS_3

"Terimakasih atas posisi ini, Dena," bisik Ray bahagia setelah keduanya melakukan malam pertama yang sempat tertunda berkali-kali lipat setiap malam.


Tenaga keduanya sudah habis selama sejam seolah keduanya tengah berlari maraton berkilo-kilo meter.


Dena berusaha mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal. "Ini sudah kewajibanku," balasnya tersenyum pada suami yang terlihat sangat tampan, dan keduanya telah menjadi pasangan sempurna sekarang.


Tangan Ray menyusup ke dalam selimut yang mereka gunakan dan menyentuh perut Dena. "Semoga aku mendapatkan keturunan darimu, ya," ucap Ray berharap.


"Aku mau memiliki bayi darimu. Pasti putra putri darimu akan sebaik ayahnya," ucap Dena senang.


"Dan secantik Ibunya kalau perempuan. Sedang kalau laki-laki, dia pasti akan berpikir sehebat kamu."


Pipi Dena merona. Dia benar-benar tidak percaya, Ray bisa bersikap seromantis ini pada nya.


Kalau tau Ray adalah lelaki romantis, maka Dena akan melakukan hubungan suani istri yang lebih awal dari sekarang.

__ADS_1


"Aku juga berharap cepat-cepat hamil dan supaya pernikahan kita benar-benar sempurna. Tapi aku minta maaf, aku bukan gadis perawan."


"Ssttt…" Ray menutup mulut Dena dengan telunjuknya. "Kamu hanya melakukannya sekali dengan suami bodohmu itu kan? Milikmu masih sesempit pengalaman pertama. Kita sama-sama pernah menikah dan hidup bersama pasangan masing-masing. Tapi kita sudah bersatu sekarang kan? Aku percaya hubungan kita akan langgeng sampai tua."


Kata-kata Ray benar-benar menyembuhkan perasaan takut di hati Dena. "Aku juga berharap begitu."Dena memeluk Ray dan menenangkan hati bersama suaminya itu.


Ray adalah yang terbaik. Dena sungguh beruntung mendapatkan Ray sebagai suaminya.


"Maaaaa…" suara tangisan Rama dari box bayi menyadarkan Dena dari perasaan hangat di hatinya.


Rama dibuat tidur setelah perutnya kenyang. Ray benar-benar mengantisipasi semuanya hingga malam pertamanya bersama Dena tidak terganggu oleh bayi seperti Rama.


Hanya saja kalau masalah Dena, mau gimana pun, Dena adalah istrinya. Rama tidak boleh mengganggu bagian itu dalam hidup Ray.


Dena duduk dan berniat turun dari ranjang. "Jangan turun. Biar aku saja," pinta Ray namun tetap dihiraukan Dena. "Aduh…" pekik Dena kesakitan saat merasa sakit di area selangkangannya.

__ADS_1


"Makanya jangan turun," peringat Ray. Dena meski bukan perawan, wanita itu masih terasa seperti gadis perawan. Tingkahnya saat melakukan hubungan setengah jam lalu pun masih malu-malu.


Makanya meski bagian 'pria pertama' bukan ditempati olehnya, Ray tetap bahagia, karena Dena bukan perempuan yang senang menjaiakan tubuh pada pria asing.


Ray mengangkat Rama yang bertubuh gembul. Tubuh anak itu gemuk yang masih dalam taraf normal.


Ia mengayun ayun Rama dengan lembut dan setelah Rama tidur, ia kembali ke ranjang dengan Dena yang sudah memakai pakaian tidurnya dan sudah tidur entah sejak kapan.


"Hem… kamu curang, Dena," kekeh Ray sedikit kesal namun ia tertawa renyah juga.


Dena memakai pakaian bahkan tidur saat Ray belum memakai pakaian ataupun tidur.


Ray mengambil celananya dan bertelanjang dada.


Dia memeluk Dena, menghabiskan malam bersama istri tercintanya.

__ADS_1


Di sisi lain.


Rafa tidur di mobil bersama Ayunda putrinya. Dia menjadi pria gembel dan cukup mengejutkan, ia juga dipecat oleh perusahaan milik Dena sejam yang lalu.


__ADS_2