
Episode #11
" Tuan, anda sudah seminggu berada di sini, apakah anda tidak ingin keluar untuk jalan jalan?" ucap salah satu asistennya.
" Aku akan keluar nanti ke sekolah Sania, siapkan Semuanya, Disana nanti kita juga akan bertemu dengannya," ucap sang Tuan yang sedang berada di dalam kamarnya.
" Semuanya sudah saya siapkan tuan!" balas sang asisten tersebut.
" Terima kasih, kalau begitu kau bisa pergi sekarang, aku akan bersiap siap!" ucapnya seraya berdiri dan membuka kancing kemejanya untuk mempersiapkan diri.
Setelah selesai bersiap sang tuan Sudah merubah penampilannya, dari yang biasanya, Dia adalah seorang pengusaha tekstil yang sukses di beberapa negara, tapi saat ini dia berpenampilan berbeda, dia hanya mengenakan kaos biasa yang di padukan dengan Jaket yang sudah sedikit usang.
" Dulu aku terpaksa meninggalkan mu, dan sekarang tuhan telah menghukum ku, pernikahanku dengan istriku tidak sebahagia yang orang orang pikirkan, kami sulit memiliki keturunan, karena Tiara, istriku, mengidap penyakit yang mengharuskan dia tidak boleh memiliki keturunan, tapi, beberapa tahun terakhir dia rela menantang maut demi memiliki keturunan,, hingga akhirnya dia meninggal dunia setelah putri kami lahir, dia selalu mengatakan agar Putri kami menjadi putrimu, Namun bagaimana bisa, kau sudah terlalu kecewa denganku, walau demikian, Aku selalu berharap, di pertemuan kita kali ini akan menjadi titik awal untuk kita merajut lagi kebahagiaan bersama, yang dulu sempat terpisah, Lima belas tahun yang lalu!" lelaki itu bergumam sendiri seraya memandang foto lima belas tahun lalu antara dirinya dan seorang wanita cantik.
***
Di sekolah Keyla.
" Mama, Sudah Sampai? acaranya kan masih Lima belas menit lagi!"ucap Keyla.
" Tidak apa-apa sayang, lagian mama sudah bilang dengan paman Rudi, untuk tidak berangkat ke kantor hari ini," ucap Sania seraya tersenyum pada putrinya.
" Keyla makin sayang sama Mama!" seraya menggandeng tangan Sania," Yuk ma, Keyla ajak mama jalan jalan, di sini ada loh, anak kecil yang mirip banget dengan mama dulu, mama selalu bercerita sama Keyla kalau mama dulu sering memakai bando dan rambutnya mama ikal, Dia juga sama loh, ma, Keyla yakin, jika dia pasti mirip dengan mama, he he he!" ucap Keyla bercerita tentang seorang anak yang katanya mirip mamanya sewaktu kecil.
" Oh, benarkah? Tapi pasti cantikan mama, kan?" ucap Sania menggoda Keyla.
" Ha ha ha!" Keyla tertawa," Dan Mama tahu? namanya juga sama loh, seperti nama mama, Sania!" seru Keyla dengan begitu riangnya.
__ADS_1
Sania sedikit terkejut, Apa mungkin ada kebetulan yang sama persis dengan dirinya?
Tiba tiba mereka berhenti, ketika tatapan Sania bertemu dengan seorang anak kecil yang begitu mirip dengannya.
" Hai, Sania, ini mamaku," sapa Keyla kepada seorang anak yang merupakan adik kelasnya itu.
" Hai Keyla, Hai Tante!" sapa balik anak tersebut.
"Tante, Apakah Sania begitu mirip dengan Tante?" tanya anak itu dengan tatapan mengharapkan jawaban.
" Siapa yang mengatakan jika Sania mirip dengan Tante?" tanya Sania.
" Mama dan papa, tapi, sayangnya, mama tidak tinggal bersama Sania lagi, Sania hanya tinggal bersama papa, mama Sania selalu bilang, agar sania harus selalu berpenampilan seperti Tante," ucap Sania kecil, yang memang sudah sejak lama ingin bertemu dengan sosok yang katanya mirip dengannya.
" Tante tidak mengerti,sayang? kenapa harus begitu?"tanya Sania bingung.
" Hai, Sani!" Sapa seseorang yang sekarang sedang berdiri di belakang sania kecil.
" Mas, Dirga,...!" ucap Sania tidak percaya.
Sosok yang di panggil Dirga itupun mendekati Sania.
" Apa kabar!" sapa Dirga dengan mata yang berembun.
Tentu saja hal itu membuat Sania gugup, dengan terbata bata dia menjawab," Ak,.. Aku Baik mas, Ba,.. Bagaimana dengan mas sendiri?" Sania bertanya balik.
" Seperti yang kau lihat," Jawabnya seraya melihat kearah Keyla, " Ini pasti putrimu, Keyla, cantik seperti mamanya, oh ya, ini putriku dengan Tiara," ucapnya seraya memperkenalkan putrinya.
__ADS_1
" Mana Tiara, kenapa gak ikut?"tanya sania seraya mencari seseorang.
" Dia sudah tidak tinggal bersama kami lagi, oh ya, Keyla, boleh tidak Paman bicara dengan mamamu?" tanya Dirga meminta ijin kepada Keyla.
" Oh, tentu saja Paman, yuk Nia, kita main di sana!" ajak Keyla kepada Sania seraya menunjuk ke arah taman bermain.
Namun, setelah Keyla dan Sania kecil pergi, tiba tiba Beny datang.
" Oh, jadi kau juga punya selingkuhan? Karena itu kau memaksa untuk pisah denganku, ya kan Sania?" ucap Beny yang tiba tiba datang dan menuduh Sania.
Sania terkejut, sedangkan Dirga menatap tajam ke arah Beny, pria yang telah menyakiti Sania.
" Dengarkan Sania, benarkan apa yang ku katakan, ternyata laki laki lusuh ini yang membuat kau memaksa ingin pisah denganku, ternyata seleramu seperti ini!" ucap Beny dengan tatapan meremehkan ke arah Dirga.
Dengan santai Sania menjawab," Apakah mas ingat, penampilan mas dulu lebih lusuh dari dia? tapi, dengarkan aku baik baik mas, Aku tidak serendah kamu, karena bagiku setia itu mahal, sedangkan selingkuh itu murah, dan hanya di lakukan oleh orang orang seperti kau dan Arumi, jangan membuat aku emosi di sini mas!" ucap pelan Sania seraya mengeratkan giginya.
Seketika Beny ingat tujuannya, jika Sania marah, bisa gagal rencananya untuk meminta syarat perceraian.
Sejenak mereka terdiam, lalu sekarang Beny merubah raut wajahnya.
" Maafkan mas, dek, mas cemburu melihat kamu dengan pria lain, dan sukses membuat Sania mual mendengarnya. selama ini setiap kata kata manis yang Beny ucapkan hanyalah untuk menutupi kebusukannya, sungguh Sania merasa bodoh selama ini.
" Untuk apa mas datang ke sini?" tanya Sania, curiga.
" Tentu saja untuk Keyla, sayang! bukankah hari ini pertemuan wali murid dengan guru?"ucap Beny percaya diri
" Hufft! Aku tahu kau mas, selama ini kau paling malas mendatangi acara seperti ini, dan sekarang kau mengatakan itu?" ucap Sania seraya menggelengkan kepalanya pelan.
__ADS_1
" Jika ada hal yang penting, datanglah ke rumah nanti, jangan mendatangi sekolah Keyla, Apakah kau ingin membuat hati putrimu terluka lagi?" ucap Sania berlalu meninggalkan Beny dan Dirga.
****