
Episode #16
"Rudi, kirimkan alamat Sania kepadaku!" ucap seseorang dari balik ponsel
" Baik tuan!" jawab Rudi, kemudian panggilan itu pun terputus.
" Pa, papa yakin, kalau Tante Sania mau di ajak liburan bersama kita?" tanya sania kecil.
" Papa akan berusaha dulu sayang, Sania suka, ya, sama Tante Sania?" tanya Dirga memastikan.
" Sangat suka, sejak Sania melihat foto tante Sania di buku mama, Sania ingin sekali Tante Sania menjadi pengganti mama!" ucapnya dengan wajah sedih.
" Sania ingin mama?" tanya Dirga.
Sania kecil mengangguk.
Dirga mengelus rambut Sania kecil dengan lembut, dia begitu prihatin dengan putrinya ini, yang tak pernah merasakan kasih sayang seorang mama, selama ini hanya kasih sayang dari AIDA saja yang dia rasakan.
" Baiklah, papa akan berusaha sebaik mungkin," ucap Dirga seraya tersenyum pada putrinya.
" Ye, Aku akan punya mama, Sania akan punya mama!" ucapnya dengan bahagia.
" Tuan, ini kopinya!" AIDA datang dengan membawa secangkir kopi dan meletakkannya di meja.
__ADS_1
" Terima kasih, AIDA!" ucap Dirga.
" Biar saya yang bawa ke ruang kerja, tuan!" tawar AIDA.
" Tidak usah, saya bisa sendiri!" ucap Dirga seraya bangun dari duduknya.
" AIDA, ayo kita belajar, lalu bobok!" ajak Sania seraya menarik lengan AIDA yang masih fokus menatap punggung Dirga.
" Nona, pelan pelan, nanti jatuh!" ucap AIDA yang tangannya di tarik oleh Sania kecil, sambil berlari.
" Tidak akan jatuh, kak, ayo cepetan," jawab Sania, yang berlari menaiki tangga menuju kamarnya, hingga akhirnya AIDA masuk ke kamar dengan Sania.
" Oh ya, Nona, siapa Sania yang selalu Nona bicarakan dengan papa Nona itu?" AIDA bertanya karena dia begitu penasaran dengan sosok Sania yang selalu di bicarakan oleh majikannya tersebut.
" Apakah tuan menyukai Tante Sania?" tanya AIDA penasaran.
" Aku juga menyukai Tante Sania, kak AIDA juga pasti akan menyukai Tante Sania jika bertemu dengannya, orangnya, cantik, baik, ramah, Mirip dengan Sania!" celoteh Sania kecil dengan wajah berseri-seri.
AIDA terdiam, dia begitu penasaran dengan sosok Sania tersebut, kenapa juga namanya sama, apa ini hanya sekedar kebetulan saja? pikirnya.
***
Di kediaman Sania.
__ADS_1
Ketika Sania sedang sendiri tiba tiba ada sebuah pesan masuk ke ponselnya.
( Apakah kamu belum tidur) ternyata pesan tersebut dari Dirga.
(Belum) jawab singkat Sania.
( Aku hanya ingin minta maaf, atas masa lalu yang tak bisa Aku ucapkan dulu, tapi Aku tak ingin mengingat masa itu) Dirga mencoba untuk meminta maaf atas kesalahan-kesalahan di masa lalu.
( Itu, sudah masa lalu! dan Sekarang kita sudah punya kehidupan masing masing, jadi, lupakanlah itu akan jauh lebih baik) balas Sania.
( istirahatlah, ini sudah malam) balaa Dirga lagi.
( Kau juga, sampaikan salam ku pada Sania) balas Sania.
Setelah itu Sania menonaktifkan ponselnya, karena dia ingin beristirahat tanpa ada gangguan dari manapun, tubuhnya tak selelah pikirannya.
" Semoga hari esok akan lebih baik dari hari ini!" pikirnya, sebelum dia memejamkan matanya.
Sementara di sisi lain, Dirga sedang merasa berbunga-bunga, karena setelah sekian lama memendam rasa penyesalan.
senyumnya mengembang, setelah itu dia pun memejamkan matanya.
Hingga malam pun terlewati dengan Begitu indah.
__ADS_1
****