Bangkitnya Istri Yang Tersakiti

Bangkitnya Istri Yang Tersakiti
Akibat rasa cemburu


__ADS_3

Episode #22


Di lain tempat, tepatnya di depan rumah Sania.


  " Mbak, Mbak Sania, keluar mbak!" teriak Arumi, ketika berada di depan gerbang rumah Sania.


Pak satpam menghampirinya, seraya berucap ," Nona, sebaiknya nona pergi, Nona Sania sedang beristirahat.


" Aku harus bertemu dengannya pak, dia pembohong, pendusta, Aku harus bicara dengannya!" seru Arumi dengan emosi.


" Kembalilah nanti nona, jangan sampai saya berbuat kasar untuk mengusir anda dari sini!" ucap satpam itu.


  Bersamaan dengan itu, mobil Rudi melewati gerbang, tentu Rudi dapat melihat Arumi dan menghentikan mobilnya di depan gerbang dan menurunkan kaca mobilnya.


" Ada apa pak?" tanya Rudi.


  " Ini tuan, nona Arumi ingin bertemu dengan nona Sania, saya sudah bilang kalau nona Sania sedang beristirahat, tapi dia tidak mau mendengarkan saya tuan!" satpam menjelaskan.

__ADS_1


  " Ada apa lagi, nona Arumi?" tanya Rudi kepada Arumi.


  " Mbak Sania memberikan kami cek, tapi kenapa ceknya sudah tidak berfungsi, apa dia ingin menipu kami?"jawab Arumi dengan nafas yang menahan emosi.


  " Kau bisa tanyakan pada suamimu, Nona Sania tidak membohongi kalian, tapi karena ulah suamimu yang membuat kesabaran Nona Sania habis, katakan padanya, kami menunggunya di pengadilan," ucap Rudi seraya menatap tajam pada Arumi.


  " Suruh dia pergi pak, jangan sampai mengganggu istirahat Sania!" ucap Rudi seraya melajukan mobilnya kembali, keluar dari kediaman Sania.


Sedangkan Arumi hanya terdiam, mendengar kata ulah suamimu, dia hanya terdiam.


  " Apa yang di lakukan mas Beny, sehingga mbak sania membekukan cek ini!" batin Arumi.


" Saya katakan pada Nona, meskipun Nona Sania di sakiti, tapi dia masih berbaik hati, tapi orang yang di kasih hati malah meminta jantung, makanya, jangan Maruk jadi orang," ucap pak satpam dan segera memanggilkan ojek lagi, untuk Arumi yang masih tercengang.


Sementara di rumah Beny.


  Beny menyandarkan tubuhnya ke tembok, dia masih memikirkan apa yang sudah dia lakukan tadi, kenapa dia sangat mudah terbawa emosi, Sudah jelas dia tidak akan menang melawan Sania, tapi rasa cemburunya terlalu besar, sehingga tanpa berpikir panjang dia mendatangi rumah Sania dan merobek berkas yang sudah dia tanda tangani.

__ADS_1


  " Beny, tenanglah, kau pasti bisa melewatinya!" batinnya.


  Beny merasa hidupnya hancur saat ini, semua karena ulahnya, semua rasa berkecamuk dalam hatinya.


  Belum lagi dia harus menghadapi sikap Arumi setiap hari, belum lagi ibunya, yang selalu meminta uang dan uang.


" Oh, Beny, segeralah bekerja, kandungan Arumi semakin membesar, jadi butuh biaya besar untuk persalinannya nanti!" batin Beny, seraya menengadahkan wajahnya ke atas, langit yang terlihat cerah tak mampu mencerahkan hati Beny.


  Lama menunggu, akhirnya Beny tertidur di depan rumah kontrakannya.


***


" Keyla yang kuat sayang, kau adalah kekuatan mamamu sekarang,kau adalah anak yang baik, apakah kau menyalahkan mamamu atas perpisahan ini?" tanya Tantenya Sania, yang sekarang sedang bersama Keyla.


" Tidak Oma, malah Keyla kasihan sama Mama, mama begitu mencintai papa, tapi papa sudah mengkhianati mama, papa yang salah, papa sudah menyakiti hati mama dan juga Keyla!"ucap Keyla sambil menatap sosok yang dia panggil Oma.


" Keyla juga harus kuat, semangat untuk sembuh, jangan membuatku mama semakin sedih, jadilah anak kebanggaan mama!" ucap oma Keyla seraya mengelus puncuk kepala Keyla.

__ADS_1


Tantenya Sania adalah adik dari mendiang ibunya, usianya hanya selisih lima tahun dengan Sania, suaminya sudah meninggal dunia, hingga kini dia tidak ada keinginan untuk menikah lagi.


****


__ADS_2