
Episode #18
Sania menatap Keyla dan Sania kecil yang sedang asik bermain.
Tiba tiba, sebuah pesan masuk ke ponselnya.
( Hey, Nia, Aku dengar Beny selingkuh ya? kamu gak apa apa kan?)
Ternyata pesan itu dari sahabat Sania yang sudah lama tidak bertemu karena dia pindah ke kota Probolinggo Jawa timur, mengikuti suaminya.
( cepat sekali kabar itu sampai, Aku tidak apa apa, oh ya, lusa Aku dan Keyla akan liburan ke tempatmu, sudah lama kita tidak bertemu, aku kangen, sambut aku, ya?)
Balas Sania dengan emot tertawa.
( Beneran? kau jangan bercanda, Ni)
balas sahabat Sania tak percaya.
( Bener, Aku bersama Keyla kesana, Keyla juga kangen sama aunty nya, katanya)
balas Sania lagi.
Sahabat Sania tersenyum, dia sangat bahagia, ini akan menjadi kunjungan pertama Sania ke tempat tinggalnya.
( Keyla bilang, ingin pergi ke kolam yang ada tamannya itu, katanya bagus, Bener gak?)
tanya Sania.
( Ha ha ha! Keyla pasti melihat status WhatsApp ku, Bagus kok, ya udah, nanti aku ajak kalian berjalan jalan di sini sepuasnya)
balas sahabatnya tersebut.
Kemudian, Sania meletakkan ponselnya, saat Keyla mendekatinya, sedangkan Sania kecil juga menghampiri papanya.
" Bagaimana? Apakah Keyla capek? sebaiknya kita cari makan saja dulu, yuk?" ajak Sania.
" Lalu, bagaimana dengan Sania, mah?" Keyla melihat ke arah Sania kecil dan papanya, serta AIDA yang begitu perhatian.
__ADS_1
" Sekalian saja, kita pamit pulang, Keyla juga harus beristirahat, Keyla ingat kan apa yang dokter katakan?" ucap Sania mengingatkan putrinya yang belum sepenuhnya sehat.
Bukan tanpa alasan Sania tidak ingin dekat dengan Dirga, sebagai seorang wanita, sudah seharusnya Sania peka, jika AIDA memiliki perasaan terhadap Dirga.
" Sayang, Kita pamit ya? Lain kali kita bermain bareng lagi, oke?" ucap Sania seraya tersenyum pada Keyla.
" Baiklah ma, kalau begitu, ayo, kita pamitan Dengan Sania dan papanya!" ajak Keyla seraya menuntut tangan Sania, melangkah mendekati Dirga dan putrinya.
Terlihat jelas sekali, tatapan tidak suka AIDA pada Sania dan Keyla,.
" Mas, Aku pamit dulu, ya?" membuat Dirga dan putrinya terkejut.
" Loh, kenapa? Bukankah kita akan makan siang bersama?" tanya Dirga heran.
" Tidak apa-apa mas, hanya saja, Keyla harus beristirahat, dia tidak boleh kecapean!" Jawab Sania Jujur, seraya tersenyum pada Dirga dan sania kecil.
" Kalau begitu, biar saya antar kalian!" tawar Dirga.
" Tidak usah mas, oh ya, kalau kalian berkenan, Aku ingin mengundang mas Dirga, Sania dan AIDA, untuk makan malam di rumahku," ucap Sania seraya tersenyum pada AIDA.
Dirga tersenyum melihat wanita yang begitu dia cintai. hatinya berbunga-bunga saat Sania mengundangnya berkunjung ke rumahnya.
" AIDA, kamu ikut ya?" tanya Sania kepada AIDA.
" Baik Nona Terima kasih!" jawab AIDA singkat, tanpa senyuman, meski Sania menatapnya dengan tersenyum ramah.
Kekesalan AIDA bertambah, ketika dia melihat Sania di sosial media, Sania di juluki sebagai Rich woman. Namun dari kabar yang ada di sosmed sangat jauh berbeda dengan penampilannya yang sederhana dan mudah tersenyum.
" Sania, Aku tunggu di rumah, ya, jangan lupa datang?" ucap Keyla kepada Sania kecil.
" Baiklah kak Keyla!" jawab Sania kecil seraya melambaikan tangannya kepada Sania dengan senyum yang mengembang.
Mereka menatap kepergian Sania dan Keyla hingga tak terlihat lagi.
" Baiklah, sebaiknya kita makan siang sekarang!" ajak Dirga seraya menengok ke kanan dan kiri, mencari restoran yang dekat dari tempat dia berada saat ini.
Ternyata, Sania dan Keyla belum pergi dari sana, mereka mampir ke supermarket terdekat, dan tanpa sengaja, dia berpapasan dengan mantan sahabatnya, Karina.
__ADS_1
" Sania, Kau,.." ucapnya terkejut, seraya membulatkan matanya.
" Kau belum membayar hutangmu, Karina, dan lagi, kenapa kau tidak mau menjadi saksi atas perselingkuhan itu?" tanya Sania dengan santai, sedangkan Keyla sedang tertidur di dalam mobil.
" Sania, kau jangan berpikir yang tidak-tidak tentangku, biar bagaimanapun kita, aku dan Lia, sudah lama bersahabat, kau pasti kenal Aku, Aku juga baru tahu jika suami dari pasienku yang bernama Arumi itu adalah Beny, aku pikir nama beny itu banyak, bukan hanya satu orang saja, Aku juga baru tahu di bulan kemarin, Aku juga sama kagetnya, tapi Aku tidak ingin kau sakit hati, karena itulah aku merahasiakannya darimu, Aku Hanya tak ingin menyakitimu, Nia!" ucap Karina dengan wajah berpura-pura serius.
" Beri aku waktu, Nia! Aku akan membayar semua hutang hutangku padamu!" mohon Karina.
Sania, yang sudah ingin mulai melupakan semuanya hanya bisa menarik nafas dengan pelan, dia tak menghiraukan apa yang Karina katakan, Diapun pergi dari sana dan meninggalkan Karina yang sedang kebingungan.
" Ah, Aku harus bagaimana ini!" batin Karina.
Sania terus berjalan menuju mobilnya, pada saat dia ingin membuka pintu mobil, suara dering telepon Terdengar dari ponselnya.
"Kriiing!" Kriiing!
Tanpa menunggu lama Sania segera mengangkatnya.
" Halo, ada apa bi?" tanyanya yang ternyata telpon tersebut dari ART nya.
" Nona, Tuan,.. Tuan datang dan merobek berkas Nona!" terdengar kepanikan dari seberang telepon.
" Berkas apa, bi?" tanya Sania bingung.
" Berkas yang tadi pagi tuan berikan, Nona!" jawab ART dengan panik.
" Deg!" Jawaban dari ART nya membuat Sania lemas tak bertenaga.
" Saya akan segera pulang, bi, Dimana sekarang Beny?" tanyanya seraya masuk kedalam mobil dan segera menyalakan mesinnya.
" Dia masih ada di kamar, Nona!" lapor sang bibi.
Sementara Sania sudah menahan emosinya yang meledak ledak, dia segera melajukan mobilnya tapi sebelum dia kembali ke rumah, dia menitipkan Keyla ke rumah tantenya yang kebetulan satu arah ke rumahnya, Dia tidak ingin Keyla melihat apa yang akan terjadi nanti di rumahnya.
" Bajingan kau mas, Aku sudah berbaik hati melakukan perceraian seperti ini, agar kau dan selingkuhanmu tidak terpublikasikan, tapi apa yang kau lakukan sekarang, Baiklah, Jika kau tidak menghargai niat baikku, Aku akan membuatmu menyesal, mas!" ucap Sania kesal, seraya melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
****
__ADS_1