
Episode #9
Akhirnya Beny Sampai di depan rumahnya, satpam yang biasanya berjaga kini tidak terlihat, sehingga memudahkan Beny untuk masuk ke dalam rumah tersebut.
Baru saja dia memarkirkan motor matic nya, terlihat Keyla yang ingin keluar dari dalam rumah, namun setelah melihat kehadiran papanya, Keyla ingin kembali masuk ke dalam rumah.
" Sayang, tunggu nak, papa ingin bicara dengan Keyla!" ucap Beny seraya mengejar Keyla hingga ke ruang tamu.
" Sayang, dengarkan papa, maafkan papa nak, papa janji, akan menemani Keyla berobat, papa janji sayang, Keyla jangan marah terus sama papa ya?" ucap Beny seraya memegang bahu Keyla.
Keyla menatap papanya, dia merindukan papanya, tapi dia juga marah dan kecewa dengan papanya,
" Nak, Bicaralah dengan papa, marahlah dengan papa, tapi jangan diam Begini, papa tahu, Keyla anak yang baik, Keyla pasti memaafkan papa, iya kan nak?" ucap Beny.
" Keyla memang sayang papa, tapi Keyla tidak suka papa, papa sudah menyakiti mama, papa sudah selingkuh dengan bunda Arumi," ucap Keyla menatap tajam papanya.
" Sayang, bunda Arumi sekarang istri papa juga nak, apalagi sekarang bunda Arumi sedang mengandung calon adik Keyla, bukankah Keyla menginginkan adik?"Beny berusaha keras untuk membujuk Keyla agar dapat mempersatukan kembali dia dan Sania.
" Keyla ingin adik dari perut mama, bukan dari bunda Arumi," ucap Keyla tegas.
" Tapi, bunda Arumi sekarang sudah menjadi mamamu juga sayang, bukanlah selama ini bunda Arumi sangat peduli dengan Keyla?" bujuk Beny kepada Keyla.
" Orang yang baik tidak akan mengambil milik orang, pa! itu sama saja dengan mencuri, bunda sudah mengambil papa dari mama dan Keyla, sampai kapanpun, Keyla tidak suka dengan bunda Arumi ataupun bayi yang ada dalam kandungannya!" ucapan Keyla sangat jelas dan membuat Beny begitu frustasi.
Sania hanya tersenyum dari atas, dia tak pernah mengajarkan anaknya untuk berbicara seperti itu, jelas itu murni dari dalam hati Keyla sendiri.
__ADS_1
" Dia adikmu, sayang," ucap beny frustasi.
" Tapi dia bukan anak dari mamaku, Sekarang papa hanya tinggal memilih, aku dan mama, atau bunda Arumi, karena aku tidak mau berbagi papa dengan yang lain, adik kandung satu ibu saja bisa cemburu dengan kakaknya, apalagi Keyla dengan bayinya bunda, Keyla tidak mau berbagi papa, begitu juga dengan mama, mama tidak mau berbagi hati dengan bunda!" ucapan Keyla membuat Sania tersentuh.
Sedangkan Beny hanya bisa tertunduk lemas, ingin sekali dia memilih Keyla dan Sania, karena mereka bisa memberikan segalanya, tetapi, bagaimana dengan Arumi, watak Arumi sangat keras, dia tidak akan diam saja, jika Beny mencampakkannya.
Dengan suara yang lemah, Beny bertanya pada putrinya," Apakah, Keyla tidak dapat memaafkan papa?"
Dengan tegas, Keyla menjawab," Keyla sudah memaafkan papa, tapi untuk menerima papa dan bunda Arumi Keyla tidak bisa, karena itu akan membuat luka untuk mama Keyla!" ucap Keyla.
" Mama bilang, Keyla tidak boleh benci dengan papa, karena biar bagaimanapun juga, papa adalah papanya Keyla, sekarang, papa bangunlah" ucap Keyla seraya memegang bahu papanya yang sedang bersimpuh.
Sejenak mereka terdiam, terdengar suara langkah kaki mendekat.
" Anakmu sudah besar mas, dia sudah tahu, mana yang menurutnya baik, mas sudah mendengar sendiri, apa yang Keyla katakan, Berbahagialah dengan Arumi mas, kami juga akan berbahagia di sini!"ucap Sania seraya menarik nafas pelan, sebelum dia melanjutkan, " Dan juga, segera tanda tangani surat itu, kau bisa menikahi Arumi dengan sempurna," ucap Sania seraya melirik ke arah Beny.
" Apakah kita tidak bisa memperbaikinya, setidaknya, kau turunkan sedikit ego mu dek?"ucapan Beny yang sebelumnya membuat Sania bersabar kini mulai membuat kesal, emosinya tak mungkin dia tumpahkan di depan anaknya.
" Yang egois itu papa, kenapa papa yang menyuruh mama menurunkan ego, Keyla sangat kecewa dengan papa, Semoga suatu saat nanti Keyla tidak mendapatkan suami seperti papa!" ucap Keyla kesal, seraya beranjak dari tempatnya meninggalkan sang papa.
Sania menatap langkah putrinya, hingga dia memastikan jika putrinya sudah masuk kedalam kamarnya.
" Mas Beny,..Mas Beny,.. bodoh boleh, tapi jangan tolol juga mas, siapa yang berbuat siapa yang di suruh menurunkan ego, kau lihat mas, Keyla saja yang masih kecil paham, di sini siapa yang egois, ckckck! Ternyata benar, kau ini memang tak punya otak,
Awalnya aku kira kau datang karena benar benar merindukan Keyla, aku ingin menawarkan mu makan bersama, tapi melihat sikapmu, aku rasa bukan Keyla tujuanmu!"ucap sania yang sudah dapat menebak tujuan Beny datang ke rumahnya.
__ADS_1
" Sekarang, pergilah mas, jangan mempersulit hidup kami lagi, kami sudah ikhlas hidup tanpa dirimu, Aku harap, jangan ganggu kami lagi dengan hal hal seperti ini, kau tak bisa meninggalkan Arumi, dan aku juga tak mau di poligami, jadi, berhentilah mencari kebenaran tentang perselingkuhan mu!" ucap Sania berharap Beny tak mengganggu dia dan putrinya lagi.
Sania sudah malas untuk berdebat dengan Beny, Diapun meninggalkan beny di ruang tamu sendirian, tak berapa lama Sania kembali dengan membawa sebuah amplop berwarna coklat, di tangannya.
" Ini, Kau bawalah mas, siapa tahu kau sangat membutuhkannya, tapi jika memang kau tak membutuhkannya, kau bisa memberinya kepada anak anak yatim!" Sania berucap seraya menyerahkan amplop tersebut kepada Beny.
Mana mungkin Beny akan memberikannya pada orang lain, dia juga sangat membutuhkan duit itu.
Dengan penuh kepercayaan diri, Beny menerima amplop tersebut dan berucap," Terima kasih Nia, aku yakin kau masih mencintaiku, maafkan aku Nia, maafkan aku!" Sania Hanya menghela nafasnya panjang.
Beny pun berdiri, dan meninggalkan Sania, sosok seorang wanita yang sudah sepuluh tahun hidup bersamanya, ingin sekali dia memeluk Sania, tapi tidak mungkin, pasti Sania akan menolaknya.
" Aku ingin kau kembali mas, tapi itu semua sudah tidak mungkin, karena Arumi sedang mengandung anakmu saat ini, kau memang sangat bajingan mas,!" batin Sania yang sedang bergejolak menahan emosinya.
Sepuluh tahun, bukanlah waktu yang sebentar, namun sekarang itu semuanya hancur, hanya dalam waktu beberapa menit saja.
****
Thanks ya,..buat yang sudah membaca.
maaf belum bisa membalas komentar kalian.
thanks juga karena sudah membaca novel Author yang lain yang berjudul " Pembalasan istri gendut yang di sia siakan, atau Asyifa Prameswari.
thanks you so much 😍
__ADS_1
Salam dari author
👉 M@ri@ 👈