
Beberapa menit kemudian....
"Kak. Malcolm jangan sentuh bagian itu "teriak Young Bi. "Diamlah.., jangan teriak bisa-bisa telinga ku tulis karena kamu teriak "geram Malcolm.
"Iya maaf.., tapi jangan menyentuh pahaku "cecar Young Bi. "Mana aku tahu ini pahamu.., tahu sendiri mataku di tutup "decak Malcolm.
Selesai melepas gaun yang Young Bi kenakan, Young Bi menarik selimut menurut tubuhnya. Sedangkan Malcolm berjalan menuju lemari dan mengambil baju Young Bi.
"Ini pakailah.., dan ya selama satu minggu kita disini.., esoknya kita pindah "Malcolm minum air putih. "Apa.., kenapa aku tidak mau "tolak Young Bi.
"Dengar nona muda.., kamu sudah jadi istriku dan kemana aku pergi kamu harus ikut aku pergi juga. Karena sekarang nona tanggung jawab ku "ujar Malcolm masuk kamar mandi.
Brakks..., Malcolm menutup pintu dengan keras buat Young Bi kaget dan sebal tentunya. Malcolm mencuci wajahnya dengan sabun wajah khusus pria...., mengambil handuk dan mengelap wajahnya lalu melihat ke arah cermin.
"Maafkan aku Petra "ucap Malcolm.
__ADS_1
Ceklek.., pintu kamar mandi terbuka Malcolm melihat nona Young Bi sudah tidur dengan nyenyak. Malcolm menyelimuti sang nona atau istrinya, dirinya sendiri mengambil bantal dan berjalan ke lemari untuk mengampar kasur lipat..., dan tidur di kasur tersebut.
06:30..., Young Bi membuka mata dan melihat Malcolm tidur di kasur lipat. Tok Tok Tok... "Sebentar..., kak. Malcolm bangun "bisiknya.
Bukannya bangun Malcolm malah menyembunyikan badannya di dalam selimut. Young Bi mengambil pena yang ada di nakas dekat lampu tidur..,lalu dirinya melemparkan nya tepat di pantat Malcolm.
"Aaa..."keluar dari selimut dan melihat tajam ke arah istri mudanya tersebut. "Mau mati hah "kesal Malcolm mengelus pantatnya yang sakit karena ujung pena.
"Lebay..., ada yang datang "ujarnya. Malcolm lebih dulu membereskan tempat tidur dan berjalan menuju pintu.
"Siapa..., "tanya Malcolm. "Maaf tuan jika menganggu tapi kami di perintahkan oleh ny. Eun Bi membantu nona Young Bi bersih-bersih "ucap Maid.
"Tuan.., "pangil maid tersebut. "Aku tahu "berjalan dan menggendong tubuh mungil istrinya ke kursi roda. "Cepatlah aku juga ingin pakai kamar mandinya..., aku ada rapat sekarang "datar Malcolm.
"Baik tuan.., kami tidak akan lama "
__ADS_1
...Kenapa dengan wajahnya..., datar banget sama orang. Batin Young Bi ...
Beberapa menit kemudian...., Saat ini Young Bi sedang di rias dan Malcolm mandi kemudian saat keduanya selesai mereka menuju meja makan. "Tumben kalian rapi.., ada apa "tanya Young Bi.
"Kami mau pulang.., pekerjaan kami menumpuk "ujar Trevor. "Kami akan berkunjung "ucap Molly.
"Maaf buat kalian repot "ucap Young Bi tidak enak. "Jangan bilang begitulah..., kami semua keluarga mu "ucap Matthias.
"Aunty..., jangan lupa telp kami "titah Primrose. "Kami pun.."serentak Devan & Devin.
"Iya.., "ucapnya mengangguk. Setelah mengantar kedua kakak dan iparnya pulang di teras rumah, semua kembali kesibukan masing-masing.
Saat ini Young Bi, Eun Bi dan Malcolm berada di halaman belakang. "Bagaimana sekarang keadaan mu "ucap Eun Bi mengemgam tangan putrinya.
"Tidak ada yang berubah..., aku ingin melayak ke makam Sasha "pintanya.
__ADS_1
"Tentu saja..., Malcolm bisa kamu antar Young Bi "pinta Eun Bi. "Tentu nyonya "angguk Malcolm.
"Jangan nyonya.., tapi ibu ya "ucap Eun Bi tersenyum ke arah Malcolm menantunya. "I.., iya "angguk Malcolm.