Be Strong

Be Strong
BE STRONG #17


__ADS_3

Niatnya mau bekerja untuk apa!?....,korupsi.., uang..., keluarga...dan diri sendiri. Masih banyak lagi begitulah ucapan Stewart saat di tanya Malcolm.


Malcolm pun takjub dengan perkataan Stewart yang masih muda berkata seperti itu. Dan Malcolm menerima lamaran kerja Stewart sebagai asistenya.


2 bulan berjalan Stewart membuktikan dengan sungguh-sungguh dan..,Malcolm bangga dengan kerja keras sang asisten yang tulen menangani soal proyek-proyek yang ia jalani hingga saat ini.


Mau memasuki 3 bulan setengah perusahaannya aman-aman saja, dan banyak para perusahaan ternama ingin mengajukan jalinan kerja sama.


Malamnya Malcolm dalam perjalanan pulang dari kantor..., dalam perjalanan dirinya mengerem mendadak karena ada orang yang berdiri di tengah jalan.


Terdengar suara jeritan wanita tersebut. Malcolm buru-buru keluar dan melihat wanita tersebut terduduk menutupi kepala dan wajahnya dengan kedua tangan dan kedua lutut.


"Nona baik-baik saja "memegang bahu wanita tersebut. Sang empu menampakkan wajah nya dan mendongak melihat ke arah pria yang berdiri di sampingnya.


Keduanya saling menatap dan apa lagi Malcolm ia diam dan juga kaget. "Petra "ujar Malcolm yang masih melihat padanya.


Sementara itu..., "Kami pulang dulu ya.., kami akan berkunjung lagi "ucap Russel. "Ya.., kirain akan menginap "ucap Young Bi. "Kapan-kapan kami menginap kok..., jaga kesehatan mu ya "Morley mengusap bahu sang menantu.

__ADS_1


"Iya bu...,yah hati-hati di jalan "ucap Young Bi. "Iya.., selamat malam "Russel dan Morley masuk ke dalam mobil. Young Bi tersenyum melihat kepergian mertuanya.


Elara menutup pintu dan membereskan meja makan sedangkan Young Bi berada di ruangan tamu, menuggu kepulangan suaminya.


"Nona..., saya mau ke kamar "izin Elara. "Iya.., istirahatlah "senyum Young Bi kembali menonton televisi.


Apartemen...


"Masuklah Petra "titah Malcolm. "Wah.., bagus tempat tinggal mu "puji Petra. "Duduklah..., mau makan atau teh "rawat Malcolm.


...Wah..., sofa nya empuk harganya pasti mahal, dalam hati Petra ...


"Ini..."menaruh cangkir teh. "Oh ya..., kenapa kamu bisa sampai kesini "tanya Malcolm. "Aku mencarimu "ucapnya minum teh.


"Mencariku!?" Malcolm menaikkan satu alisnya.


"Iya.., sudah lama aku menuggu kedatangan mu untuk melamar ku dan meminta restu dari ibu dan ayahku "ceritanya.

__ADS_1


^^^Bagaimana ini.., aku sudah menikah dengan nona Young Bi. Batin Malcolm ^^^


"Malcolm..., kamu dengar "


"Ah..., aku terkendala sama masalah pekerjaan ku "elaknya menggaruk kepala yang tidak gatal.


"Begitukah "Petra kembali minum teh. "Iya..., "ucap gugubnya.


"Satu bulan waktuku untuk mencari dan membawa mu ke kampung..., untuk membuktikan kalau kamu serius mau menikahiku Malcolm "Petra memegang tangan Malcolm.


"Hah..., "kagetnya. "Mm..., hah "hanya bisa diam. Young Bi mengantuk saat menonton televisi, hingga ia melihat jam sudah pukul 22:30 malam Young Bi menghembuskan nafas nya.


Dan melihat tidak ada tanda-tanda kepulangan Malcolm. "Kak.Malcolm sebenarnya kemana? .., aku menunggu nya tapi belum pulang juga "kesal Young Bi mengarahkan tombol kursi roda untuk kembali ke kamar.


"Kamu mau kemana? .., tidak tidur di sini "Petra menalikan tali jubah lingerie nya. "Maaf Petra..., aku harus benar-benar pergi dan tidak bisa menemani mu "Malcolm keluar dari apartemen.


"Hah..., apa dia pergi karena tidak tidur kamar, karena aku yang menempatinya "sambil menerka-nerka.

__ADS_1


__ADS_2