Be Strong

Be Strong
BE STRONG #03


__ADS_3

Satu minggu kemudian...,kerabat, teman dan rekan kerja satu persatu membesuk keadaan Young Bi, Alex dan Sasha bergantian. Kondisi Alex sama halnya dengan kondisi sang tunangan.


Koma dan di bantu dengan alat pernafasan yang selangnya masuk ke dalam mulut, dan juga infus yang tertusuk ke dalam tubuh.


Sasha tidak koma namun tulangnya patah dan belum bisa bicara, ataupun bertemu dengan siapapun orang yang menjenguk hanya bisa melihat di sekat kaca pembatas sama halnya dengan ruangan Young Bi dan Sasha.


Satu bulan kemudian keadaan mereka bertiga masih sama belum pulih..., dan Trevor bersama sang istri dan anak-anak nya menjenguk sang adik, dan hanya bisa melihat dari sekat kaca pembatas.


"Kenapa ini bisa terjadi pada adik Young Bi, padahal hari bahagia nya terlewat dan malah menimpa musibah "ucap sedih istri Trevor.


"Ini bukan keinginan kita Flo.., ini mungkin ujian untuk Young Bi "ucap haru Trevor mengelus bahu istrinya Flower.


"Mmah..., aunty "ujar balita yang di gendong Trevor. "Iya nak..., itu aunty Young Bi kamu doakan supaya aunty bisa sembuh "ujar Trevor pada anak laki-laki nya.

__ADS_1


"Mommy..., daddy aku kangen main bareng lagi sama aunty Young Bi "ucap sedih anak perempuan tersebut.


"Dengar nak..., kita akan menjenguk aunty Young Bi lagi. Prim harus doakan aunty agar cepat sembuh dan bisa bermain lagi "ujar Flower pada putrinya yang berusia 8 th.


"Iya mommy.."ucap sedihnya melihat kondisi sang aunty Young Bi.


Di hari berikutnya Matthias beserta istrinya Molly juga putra kembarnya dan baby M putri mereka. Mengunjungi Young Bi dan doa terus menyertai, keponakan kembar Young Bi yaitu Devan & Devin yang mengusilinya sekarang berwajah sedih.


"Young Bi kamu yang kuat ya..., dan bertahanlah doa kami tidak pernah berhenti untuk kesehatan kamu "ujar Matthias mengelus wajah sang adik meski dari bayangan sekat kaca.


"Young Bi bangunlah..., demi keponakan kembarmu siapa yang akan melindungi mereka dari kemarahan ku, aku rindu masa-masa kamu yang bermain dengan kedua putraku "ujar Molly sambil menimang-nimang putrinya yang sdg tidur.


"Itu benar...., aunty cepatlah bangun "ucap Devan. "Sekarang ini ibu kami sering marah-marah pada kami setiap hari "ucap polos Devin.

__ADS_1


"Kalian ini..., tidak benar jika ibu marah setiap hari pada kalian, jika kalian nakal saja "ucap Molly membela diri.


"Young Bi kamu dengar keponakan mu ini sekarang mengosib tentang ku "


"Ibu itu tidak benar.., "marah Devan & Devin. "Hey..., sttt sudah ini rumah sakit "ujar Matthias mengingatkan.


"Maaf.., "kompak Molly dan putra kembarnya. "Malcolm aku sangat berterima kasih karena mau menemani adikku "ujar Matthias.


"Saya tidak keberatan "ucapnya. "Kami pergi dulu "ujar Molly yang di angguki Malcolm.


Malcolm melihat sekat kaca dan melihat Young Bi yang masih terbaring lemah di brankar, Malcolm memakai baju medis dan masuk ke dalam ruangan Young Bi di rawat.


Lalu duduk di kursi sebelah kanan Young Bi. "Nona aku turut prihatin dengan keadaan mu..., aku tidak mau harus menjagamu 24 jam.., aku harus menunda pulang kampung ku untuk melamar teman kecil ku di desa.., aku bukannya tidak mau menjagamu.., tapi aku mohon agar nona segera sembuh dan aku bisa pulang ke kampung halaman melamar Petra "ujar Malcolm melihat wajah Young Bi belum berubah.

__ADS_1


__ADS_2