
"Aku tahu ini atas permintaan papah untuk kak.Malcolm menikahi ku dan perusahaan ini balasannya..., aku minta maaf buat kakak tidak jadi menikahi wanita yang di cintai kakak "tangis Young Bi pecah.
Malcolm sekarang mengerti jalan pembicaraan Young Bi tersebut, hatinya terenyuh namun bibirnya kelu ia tidak bisa membalas ucapan Young Bi, dengan perlahan dirinya memeluk tubuh mungil Young Bi dan menenangkan nya.
Sementara itu hari bahagia sang pengantin baru Alex dan Indah di gelar di hotel bintang lima, senyuman terpancar di kedua bibir pengantin tersebut karena mereka sudah menggapai mimpi yang belum raih.
Singkatnya Alex dan Indah tinggal di rumah milik Alex dan menjadi ny. Indah Roberts. "Sekarang percayakan.., bahwa aku tidak main-main aku benar-benar sangat mencintai mu "Alex menggenggam tangan istrinya.
"Ya..., kamu sudah membuktikan semuanya terima kasih Alex karena memilihku jadi istri di sisimu "Indah memeluk erat Alex yang di balas pelukan erat pula.
Kembali ke Young Bi dan Malcolm..., Malcolm menghapus air mata istrinya yang sudah berhenti menangis, walau menyisakan sesegukkan. "Ini bukan salah mu nona..., ini sudah takdir dimana aku melamar Petra dan gagal mungkin kami tidak berjodoh, jangan pikirkan lagi Alex yang meninggalkan nona dan tragedi kecelakaan itu..., nona kuat.., nona bisa menjalani hidup tanpa laki-laki itu "semangat Malcolm.
__ADS_1
"Kita teman "ucap Young Bi.
...Teman?!...jelas-jelas dia istriku dan aku suaminya, dalam hati Malcolm...
"Ya..., kita sekarang teman "senyum terpaksa Malcolm. Reflek Young Bi kembali Malcolm dengan erat dan di balas sang empu. Kembali ke apartemen dan Malcolm tidak banyak bicara dan kembali ke rutinitas masing-masing.
Saat malam tiba Malcolm menggendong istrinya untuk berbaring di atas tempat tidur dan menaikkan selimut. "Apa sudah nyaman "ucap Malcolm.
"Aku ingin bicarakan sesuatu "ucap Young Bi. "Apa.., "jawab singkat Malcolm.
"Aku ingin sembuh dan berjalan seperti semula "pinta Young Bi sungguh-sungguh.
__ADS_1
"Aku tidak mau merepotkan kak.Malcolm yang harus menggendong ku kesana dan kesini.., supaya aku bisa melayani kakak sendiri.., dan sebagai istri seperti pasangan lain "dengan isak tangisnya.
Malcolm yang mendengarkan permintaan Young Bi ia menjadi kelu..., entah apa yang harus ia katakan atau lakukan ucapan semangat.., kata-kata puisi..., kata-kata motivasi itu sudah biasa.
Dirinya tidak janji atau akan!?..., ia akan berusaha semampunya untuk membantu pengobatan istrinya untuk bisa berjalan mesjid entah kapan itu.
"Jangan lemah nona..., untuk saat ini mungkin tuhan belum mau sembuh dulu "menengok ke arah Young Bi.
"Kenapa? "tanya-nya melihat Malcolm. "Aku juga tidak tahu "jujurnya. "His..., "sedikit kesal.
"Nona harus membuktikan bahwa nona kuat dan tidak mungkin menyerah..., putus asa.., dan tuhan melihat ke gigihan umatnya termasuk nona..., ke-ikthiar-an nona untuk sembuh, dan tuhan tahu nona kuat dalam ujiannya "ucap Malcolm melihat langit-langit kamar.
__ADS_1
Entah dari mana kata-kata tersebut namun Malcolm mengucapkan nya begitu saja tanpa rangkaian kata terlebih dahulu.., tiga bulan sudah pernikahan Young Bi dan Malcolm.., kini mereka tidak saling diam saat suasana suara jangkrik menguasai.