
"Petra "suara pelannya. Namun masih di dengar oleh Young Bi yang bengong. Petra melihat Malcolm dan Young Bi bergantian.
^^^Apa mereka kekasih.., tebak dalam hati Petra ^^^
"Permisi..., "berlalu pergi.
^^^Apa Petra marah..., dalam hati Malcolm ^^^
^^^Aku pernah mendengar nama itu.., atau tidak ya, dalam hati Young Bi ^^^
Malcolm menjalankan kursi roda tersebut dengan pelan menuju parkiran mobil, di perjalanan pulang keduanya masih diam.
Tanpa ada yang mau memulai pembicaraan sampai rumah pun keduanya tetap diam, Malcolm menggendong Young Bi untuk rebahan di kasur dan menyelimuti-nya.
"Istirahatlah..., aku harus kembali bekerja "mencium kening Young Bi dan pergi. Young Bi meremas selimutnya dan melihat kepergian suaminya.
__ADS_1
Entah percaya atau tidak suaminya kerja atau menemui wanita yang namanya Petra. "Ada yang di sembunyikan dari kak.Malcolm "lirih Young Bi.
Petra enggan bersitatap dengan Malcolm.., apa yang tadi ia lihat di rumah sehat sore tadi. "Petra..., aku bisa jelaskan "Malcolm memegang tangan Petra.
"Sudahlah..., "melepas tangan Malcolm. "Siapa gadis itu.., bukankah dia anak majikanmu tapi sepertinya bukan. Karena aku lihat kalian memakai cincin kawin? "Kesal Petra.
"Young Bi memang istri ku "jujur Malcolm. "Hah..., "geram Petra. "Ceritanya panjang Petra..., satu tahun lalu Young Bi koma karena kecelakaan itu sebabnya aku tidak pulang dan menemui mu (ucap Malcolm.
"Kepulangan ku harus di undur "mengatur nafas. "Aku ingin kamu menempati janji "melihat Malcolm.
"Nikahi aku Malcolm "paksa Petra. "Apa.., bagaimana bisa.., kamu mau aku menikahi kamu setelah itu ayah mertuaku menggorok leher ku "kaget Malcolm.
"Apa katamu..., dengar ya istriku memang belum bisa berjalan tapi ingat Petra kamu tidak berhak untuk menghina kekurangan dari istri ku "marah Malcolm.
"Kenapa kamu marah..., gara-gara gadis itu kan kita tidak jadi menikah aku jauh-jauh kesini cuma untuk meminta kepastian darimu Malcolm "teriak Petra.
__ADS_1
"Pergi..., jangan menemui aku lagi "usir Malcolm. "Baik..., kamu lebih memilih gadis lumpuh itu daripada aku mendengar janji-janji manismu itu ternyata sebuah kebohongan "kesal Petra.
Malcolm duduk di sofa dan memegang kepala yang sakit dan mengatur nafasnya. Setelah kepergian Petra.., Malcolm binggung harus apa ia sekarang, pulang takut Young Bi bicara apa-apa.
Tidak pulang Young Bi mengira ia bersama Petra, Malcolm serba salah.., ia memutuskan untuk menginap di apartemen Stewart saja.
"Begitukah..., baiklah "menutup telpon. "Kak.Malcolm menginap di apartemen Stewart "ucap Young Bi.
Paginya..., Young Bi mengerjapkan matanya dan kaget melihat Malcolm ada di sampingnya. "Kak..., kak.Malcolm "
"Kenapa bangun..., tidur lagi "titah Malcolm memeluk tubuh mungil istrinya. Deg.., Young Bi merona menerima dengan perhatian Malcolm atau suaminya itu, Young Bi berpikiran aneh lagi tentang suaminya dengan wanita yang bernama "Petra " itu.
Young Bi kembali menutup mata dan memeluk tangan suaminya. Malcolm membuka matanya dan tersenyum melihat istri mudanya.
^^^Sekarang aku tahu..., apa aku lanjutkan dan mana yang harus aku hentikan, dalam hati Malcolm ^^^
__ADS_1
"Duduklah dulu.., nyonya dan tuan saya panggilkan dulu tn.Malcolm dan nn. Young Bi "Elara berlalu pergi.
"Wah.., Malcolm membelikan rumah yang sangat bagus untuk putri kita "ujar Eun Bi. "Ya "memegang tangan Eun Bi.