Be Strong

Be Strong
BE STRONG #12


__ADS_3

...***Happy Reading reader..., keterlambatan Update karena author kurang enak badan. ...


...typo*** ...


_________________________________________


kini Young Bi dan Malcolm sedang berada di perjalanan pulang, Young Bi tidak henti-hentinya menangis dan mengambil tissu untuk menghapus air mata dan ingusnya.


"Nona..., sudahlah jangan menangis ini semua bukan salah nona "mencoba menghibur.


"Hiks..., hiks.., hiks "masih menangis.


"Nona mau ikut saya "ucap Malcolm pada Young Bi yang berhenti menangis dan melihat ke arahnya.


"Kemana "jawab Young Bi. Malcolm tersenyum dan melajukan mobilnya belok kiri tidak ke arah jalan pulang.

__ADS_1


Malcolm mengendarai mobilnya ke tanjakan untuk ke bukit, Young Bi terpesona melihat dari dalam kaca mobil kebun teh dll.


Sungguh pemandangan yang cantik, beberapa jam kemudian mereka sampai Malcolm membawa Young Bi ketepi melihat pemandangan dari atas bukit..., Malcolm duduk di kursi yang sudah di sediakan tempat wisata tersebut.


"Bagaimana.., nona apa sudah baikan "ucap Malcolm. "Terima kasih..., aku bisa tenang sementara dari masalah tadi "ungkap Young Bi.


"Aku tinggal sebentar "ujar Malcolm. "Kak.Malcolm mau kemana? "cegah Young Bi memegang tangan Malcolm.


"Aku ingin membelikan makanan ringan "ucap Malcolm yang di angguki Young Bi.


"Apa kejadian itu salahku "ucapnya lirih. "Hiks..., Alex meninggalkan ku dan Sasha pergi untuk selamanya. Sekarang aku tak berdaya duduk di kursi roda..., berdiam diri "


"Hey..., kenapa menangis "Malcolm menghapus air mata istrinya. "Hiks hiks hiks.., ini salahku seharusnya tidak ada ide untuk pesta di club untuk hari pernikahan ku nanti dengan Alex..., hiks kecelakaan itu tidak akan terjadi dan aku berakhir seperti ini dan menimpa Sasha..., sekarang aku melibatkan kak.Malcolm yang harus menikahi ku dan membatalkan lamaran kak.Malcolm dengan wanita yang di cintai kak.Malcolm "ucap panjang lebarnya.


Malcolm melihat kesedihan di mata istrinya itu, ia memegang tangan Young Bi dan menghapus air mata istrinya yang terus mengalir. "Ini takdir Young Bi.., semuanya bukan kesalahan mu. Yang sudah menimpa mu, Sasha dan Alex bukan keinginan mu "Malcolm melihat mata Young Bi.

__ADS_1


"Jangan salahkan dirimu sendiri "ucap Malcolm mengelus lembut kepala Young Bi. "Hiks.., hiks..., hiks "menangis.


"Kenapa menangis "aneh Malcolm. "Hiks..., hiks..., hiks "masih menangis. "Hah..., baiklah menangislah sekenyangmu aku akan menunggumu berhenti "Malcolm minum kopi kemasan, dan melihat wajah Young Bi datar.


Sementara itu di belahan kota lain Alex dan suster nya berada di halaman belakang rumah. Indah menemani Alex untuk berjalan tanpa tongkat.


"Tuan.., anda pasti bisa "semangat Indah. Alex dengan gaya cool-nya hanya tersenyum tipis dan berjalan perlahan ke arah suster nya Indah.


Sesampainya di hadapan Indah..., Alex punya ide mengerjai suster nya dan pura-pura terpeleset. "Akh.., tuan "Indah gerak cepat dan menangkap tubuh tuannya tersebut.


"Apa tidak apa-apa.., tidak ada yang luka kan "khawatir Indah. "Hehe..., aku tidak apa-apa "cengir Alex.


"Hah..."kesal Indah. "Tuan berbohong "melepas tangannya dari tubuh Alex. "Eh eh.., kenapa di lepas "cecar Alex.


"Tuan berbohong..., aku tidak suka "ngambek Indah. "Begitukah.., maafkan aku "ujarnya serius menatap Indah.

__ADS_1


__ADS_2