
"Aku maafkan "masih sebal. "Sudah maafkan tapi wajahmu kesal begitu "Alex berdiri di depan Indah.
"Ceritakan tentang nona Young Bi "melihat mata Alex. "Dengar tuan..., kami sesama wanita jika di tinggalkan laki-laki yang di cintai..., tapi pergi dengan alasan yang.., "melihat Alex menatap tajam padanya.
"Abaikan sajalah.., "pasrah Indah. "Saya antar ke dalam "berbalik badan.
Alex menggenggam tangan Indah dan hingga menghadap padanya (Alex) lagi. "Young Bi mencintaiku memang benar..., tapi aku tidak ada rasa untuk membalas cintanya "menatap mata Indah intens.
"Dengar.., aku meninggalkan nya dengan alasan itu benar..., karena aku memang tidak mau menikah dengan Young Bi. Karena dia terlalu baik.., terlalu memaafkan.., itu yang tidak suka dan satu lagi dia tidak cemburu aku dekat dengan wanita manapun. Young Bi tidak menunjukkan Kecemburuan itu di depan ku.., aku yakin Young Bi tidak benar-benar mencintai ku "ucap panjang lebarnya masih menatap mata Indah.
"Aku menyukai mu Indah "berjalan mendekat dan memeluk tubuh suster nya.
Satu minggu sudah Malcolm dan Young Bi tinggal di rumah megah Taylor Kennedy, kini mereka berada di perjalanan menuju apartemen Malcolm yang lumayan memakan waktu 30 menit..., dari rumah Taylor Kennedy Young Bi diam melihat pemandangan dari dalam kaca. Malcolm fokus mengemudi hingga berhenti di sebuah minimarket.
"Kak.Malcolm kenapa berhenti "melihat Malcolm sudah diluar mobil.
__ADS_1
Young Bi melihat Malcolm masuk minimarket dan meninggalkan nya sendiri, setelah beberapa menit Malcolm masuk dengan kantong plastik di tangan.
"Ini untukmu.., siapa tahu kamu bosan dan ingin ngemil "ujar Malcolm mengemudikan lagi mobilnya.
Young Bi tersenyum sedikit dan membuka snak yang di belikan Malcolm, krek..., krek..., krek..., begitulah bunyi makanan ringan yang di kunyah Young Bi. Malcolm memarkirkan mobilnya dan singkatnya..., Malcolm mendorong kursi roda Young Bi ke apartemen.
"Monokrom sekali "ucap pelan Young Bi. "Apa.., "tanya Malcolm.
"Tidak..., aku tidak bilang apa-apa "mati kutu. "Tunggu di sini aku siapkan tempat tidur "berlalu masuk ke dalam kamar.
Sama saja tidak ada yang menarik perhatian nya..., karena warna cat hitam, putih dan abu-abu yang ia tidak suka warna tersebut.
"Hah..., lama-lama aku akan bosan "jenuh Young Bi. "Nona sudah siap..., saya bantu "ucap Malcolm.
"Tidak.., aku bisa sendiri "menyalakan tombol untuk maju. "Sesampainya di kamar ia kembali melihat warna abu, putih dan hitam lagi.
__ADS_1
^^^Membosankan sekali.., dalam hati Young Bi ^^^
"Nona tidur di kasur "Malcolm berdiri di samping Young Bi. "Kak.Malcolm di mana..., kan kamarnya cuma satu "Young Bi melihat ke arah Malcolm.
"Kan ada kasur lipat..., jadi "
"Kita tidur satu kasur saja jangan repot-repot..., kita suami istri bukan "potong Young Bi sedikit marah.
"•_•"diam. Malcolm hanya diam dan membuang nafas, malamnya Malcolm tidak bisa tidur.., terus saja bolak-balik kan badannya dan melihat wajah Young Bi.
Yang tidur dengan damai..., Malcolm mengangkat tangan nya berniat untuk menyentuh pipi istrinya. Tapi ia urungkan dan bangun dari tempat tidur dan berjalan keluar kamar.
Malcolm membuat cokelat panas.., untuk hari ini ia ingin menonton di temani cokelat panas. Malcolm menghindar dari rasa canggung yang ia rasakan pada Young Bi.
"Ada apa dengan ku "bicara diri sendiri.
__ADS_1