
...***Jangan sungkan untuk komentar tentang cerita novel receh author ini ya..., berikan like kalian..., vote kalian..., rate kalian..., dan tambah favorit....
...Yang mau.., yang ikhlas.., yang rido.., dll tanpa embel-embel. ...
...Sekian ...
...Happy Reading*** ...
__________________________________________
Eun Bi melambaikan tangannya kepada putrinya Young Bi, Begitu pun dengan Young Bi dan kembali diam saat mobil melaju menjauh dari rumahnya.
"Apa kak.Malcolm lihat proses pemakaman Sasha "tanya Young Bi takut.
"Ya.., aku dan nyonya melayak untuk kepulangan sahabat nona "ucap Malcolm fokus mengemudi.
"Aku merasa bersalah karena mengajak Sasha ke club dan kami kecelakaan "tutur Young Bi.
"Ini sudah takdir nona..., jalan takdir kita sudah ada yang atur "ucap Malcolm berhenti di tepian jalan.
"Kenapa berhenti "heran Young Bi. "Nona tidak mau beli bunga untuk sahabat nona sendiri "ucapnya melihat aneh Young Bi.
__ADS_1
"Hehe..., aku lupa saking fokusnya membahas Sasha "ujarnya nyengir kuda. Selepas membeli bunga mawar dan bunga tabur. Malcolm mengemudikan laju mobilnya menuju makan Sasha.
Di istirahatannya yang terakhir..."Sudah sampai "ucap Malcolm keluar dari mobil dan beralih ke pintu mobil dekat Young Bi dan membukanya.
"Kursi rodanya dulu "ucap Young Bi. "Maaf lupa "berlari ke belakang menuju bagasi. Malcolm mengambil kursi roda lalu menempatkan nya di sebelah dekat Young Bi.
Malcolm melepas seatbelt Young Bi lalu menggendong nya untuk duduk di kursi roda. "Dimana makamnya "Young Bi tidak sabar.
"Sabarlah nona "mendorong kursi roda Young Bi melewati makam-makam lain yang sudah lama, beberapa makam mereka lewati dan Malcolm berhenti di satu tempat yang masih baru di makamkan.
"Sasha.., "sedih Young Bi. Beberapa menit kemudian Young Bi dan Malcolm mendoakan kepergian almh.Sasha .., Young Bi menaburkan bunga di pusara sang sahabat.
Tiba saat akan pulang Young Bi dan Malcolm berhenti. "Sedang apa kamu kesini..., "marah parubaya tersebut.
"Oma..., itu kecelakaan aku tidak berniat untu...k "berhenti.
"Dusta..., gara-gara kamu dan Alex.., Sasha cucuku meniggal seharusnya kalian jangan bawa-bawa Sasha ke club "potong Oma. Maya.
"Hiks..."tangis Young Bi. "Ck.., tangismu tidak akan buat cucuku kembali aku senang mendapat kabar bahwa dirimu lumpuh selamanya "sarkas oma Maya .
"Nyonya "bentak Malcolm.
__ADS_1
"Wah..., berani kamu membentak orang yang lebih tua "marah Maya. "Maafkan saya.., tragedi kecelakaan yang menimpa cucu oma itu bukan di sengaja "ujar Malcolm memegang bahu istrinya.
"Itu takdir..., saya bicara seperti ini bukan untuk mengurui oma.., "
"Diam..., pergi dari sini jangan tampakkan wajah kalian di makam cucuku atau wajah saya. Pergi "marah oma Maya menunjuk ke arah jalan.
"Hiks.., hiks..., hiks "tangis Young Bi. Malcolm mendorong kursi roda istrinya dan menjauhi oma Maya..., di pertengahan jalan mereka berhenti kembali bertemu dengan ibunya Sasha.
"Tante Ophelia "ucap Young Bi. "Kamu berkunjung ke makam Sasha "ucap Ophelia menghampiri Young Bi.
"Tante senang..., Sasha putriku mempunyai sahabat seperti mu "ujar Ophelia haru. "Maafin aku tan..., hiks "tangis Young Bi.
"Kenapa menangis..., ini sudah takdir Sasha tante tidak menyalahkan mu atas kecelakaan itu.., jangan menyalahkan dirimu nak "menghapus air mata Young Bi.
"Hiks "tangis Young Bi. "Putriku..."Ophelia memeluk Young Bi dan menenangkan nya. "Hiks hiks "membalas pelukan Ophelia.
"Jangan lupa lihat photo jepretan Sasha ya "pinta Ophelia.
"Iya tante "angguk Young Bi.
__________________________________________
__ADS_1
...Hah...., awas reader typo bertebaran ...
...bye ...