
Kini Alex mengajak istrinya untuk berada di atas kapal.., sebelum itu Alex sempat ke restoran untuk mengisi perut yang kosong. "Kak.., aku lapar "
"Lapar ya..., kita cari restoran di bawah ayo "ajak Malcolm. Malcolm menggendong kursi roda Young Bi dan berjalan melihat-lihat restoran yang menarik perhatian perut.
Hingga perhatian Young Bi berhenti di salah satu restoran yaitu seefood. "Kak..., aku mau makan seefood "pinta Young Bi.
"Boleh "masuk ke dalam restoran tersebut. Malcolm menggendong Young Bi untuk duduk di sofa dan melihat kursi roda tersebut agar tidak menghalangi jalan saat sudah memesan makanan Young Bi tidak sengaja. Melihat Alex bersama perempuan.
^^^Alex liburan sama suster nya, dalam hati Young Bi ^^^
"Young Bi ada apa "tanya Malcolm. "Tidak ada kak "elak Young Bi memegang tangan Malcolm. "Ada apa dengan mu "aneh Malcolm tersenyum.
"Apa tidak boleh.., begini sama suamiku sendiri "ceplos Young Bi.
Deg..., Malcolm mulai tertipu malu di gombali istri mudanya begitu Young Bi sadari dirinya pun ikut malu dan tertipu malu dengan ucapan nya sendiri.
Setibanya di unit Malcolm lagi-lagi harus rapat online karena ini sangat penting dan meniggal kan Young Bi di kamar. Dalam kamar Young Bi menatap dalam jendela luar dengan bayang-bayang an Alex bersama suster nya.
"Demi kebaikan.., "mengulangi ucapan Alex. "Bukan berarti buat kebaikan untuk ku lex.., Sasha meniggal dan aku tetap di kursi roda. Sedangkan dirimu bahagia dengan suster mu menjalani, hidup normal., tapi tidak dengan ku "mengepalkan tangan hingga kukunya putih.
Young Bi melihat meja pajangan dengan perlahan ia menurunkan kakinya satu persatu, hingga telapak kakinya menyentuh lantai.
Tangannya bertumpu di pinggiran meja dengan sekuat tenaga Young Bi berdiri dan kedua tangan jadi penahan badan, Sekuat tenaga dirinya melangkah dengan kedua kaki yang gemetaran.
^^^Lihat..., suatu saat aku akan jalan kembali dan kamu menyesal Alex, dalam hati Young Bi ^^^
Malcolm masih fokus pada pekerjaannya dan menerangkan kontrak tersebut, Young Bi setengah meja dirinya mencoba berjalan namun tenaga kedua tangannya..., tidak kuat hingga kakinya gemetar hebat karena berlatih berjalan sendiri.
Ceklek.., "Young Bi "kaget Malcolm. "Ah.., "lemas.
Malcolm berlari dan memeluk Young Bi akan jatuh, Young Bi hanya tersenyum dan mencengkeram kuat kerah kemeja suaminya.
"Apa yang kamu lakukan, hari ini liburan mu jangan berlatih sendirian.., mengerti "khawatir Malcolm bahkan sangat memeluk dengan erat.
"☺.., haha apa aku hebat "mendongak melihat wajah suaminya. "Aku tadi berjalan kak "senyum Young Bi hambar.
"Ya..., sangat hebat "puji Malcolm mengelus pipi istrinya. "Kak.Malcolm "melihat mata suaminya.
"Ya "gugub. Young Bi tersenyum tersenyum itu jadi masalah buat Malcolm sekarang jantungnya berdegub kencang tidak karuan. Dengan pelan Malcolm memajukan wajahnya dan menjangkau bibir mungil istrinya yang di balas pulang.., Young Bi dan memeluk punggung suaminya erat.
Kini keduanya berada saliva dengan posisi yang belum berubah, Malcolm memangku Young Bi dan memperdalam ciuman mereka dan memeluknya erat.
__ADS_1
Beberapa hari sudah liburan mereka di kapal pesiar, Young Bi berada di toilet dan Malcolm membereskan baju-baju mereka ke dalam koper.
Tiba saat keluar dari lorong kamar mereka Young Bi lagi-lagi harus melihat betapa romantis nya Alex dengan sang suster. Yang kagetnya ia melihat suster tersebut tengah hamil.
Secara bersamaan tatapan Young Bi dan Indah menjadi satu arah, namun Young Bi langsung memegang wajah nya dan Malcolm mendorong kursi rodanya untuk keluar dari kapal.
Indah gugub dan memeluk perutnya erat. Alex melihat itu aneh dan mencoba melihat dimana Indah juga gugub.., nanum tidak ada yang aneh semua berjalan seperti biasa.
Banyak orang yang berlalu lalang. "Kamu tidak apa-apa "tanya Alex. "Ti.., tidak "gugubnya.
"Ya sudah ayo "menggendong istrinya. Kini mereka sedang di perjalanan..., dan keduanya diam tidak ada yang memulai percakapan. Sedangkan Young Bi menutup mata nanum tidak tidur, ia masih memikirkan suster Indah yang sedang hamil.
^^^Indah..., dia suster yang sempurna buat Alex. Bahkan kalian menikah dan akan punya anak.., hidupmu sungguh bahagia Alex, dalam hati Young Bi ^^^
Malcolm mengemudi sesekali melihat Young Bi yang tidur...
^^^Apa yang ia pikirkan, dalam hati Malcolm ^^^
Tak terasa sudah sampai rumah saja, Malcolm turun dari mobil dan melihat ada sepatu dan sendal orang tuanya. "Apa ada ibu dan ayah?! "menerka-nerka.
Ceklek... "Selamat dat.., "berhenti berucap. "Young Bi lagi tidur "ucap pelannya berjalan ke lantai dua.
"Ya..., kita pulang saja tanya soal cucu nanti saja ayo "ajak Russel. "Iya "angguk Morley.
Malcolm membaringkan tubuh istrinya dan menyelimuti-nya, lalu mencium kening Young Bi dengan lembut. Tiba di ruang tamu Malcolm tidak melihat adanya ibu dan ayahnya lagi.
Esoknya Young Bi di taman rumah sehat terapi di mulai sambil menikmati sate ayam buatan sang mama, ia terhenti karena seorang wanita hamil berjalan ke arahnya.
"Nona Young Bi "ucap Indah. Young Bi acuh tak acuh ia hanya tidak melihat wajah Indah dan langsung kembali makan sate. "Aku minta maaf "Young Bi berhenti makan dan menatap tajam ke arah Indah.
"Seharusnya kamu tidak datang buat selera makanku hilang tahu "menghabiskan sate ayam. "Anu..., aku dan Alex "ucap gugubnya.
"Pergi..., aku tidak mau melihat mu atau pun Alex aku muak "jujur Young Bi. "Aku mohon maafkan Alex dan aku..., aku menikah dengan Alex dan..., merasa bersalah padamu tolong agar hidupku tenang "pinta Indah.
"Apa kesalahan mu padaku hingga bicara seperti itu "mengernyitkan kening dan alis. "Alex meninggalkan mu dengan alasan dan aku tidak menghentikan nya "ucap Indah.
"Hah.., 😐kamu sudah benar-benar moodku berubah. pergi aku tidak mau melihat mu atau pun dia..., pergi "teriak Young Bi.
"Nona aku mohon katakan kalau nona sudah memaafkan kami "pinta Indah. "Pergi "histeris.
"Nona Young Bi "suster mendekat. "Saya tidak mau melihatnya suster "memegang tangan suster.
__ADS_1
"Apa nona tamu disini "tanya suster pada Indah. Sang empu diam dan melihat ke arah Young Bi.., dengan cepat Indah pergi dari halaman rumah sehat tersebut.
"Apa.., mau apa suster Indah bicara pada Young Bi " melihat wajah Stewart. "Rinciannya saya tidak tahu pasti tuan.., tapi kelihatannya sangat kesal "ujar Stewart.
Malamnya...."Wanita yang menemuimu bicarakan apa saja "ucap Malcolm. "Aku tidak mau membahasnya "menutup mata.
"Baiklah..., tidurlah "memeluk pinggang Young Bi. "Tapi aku ingin mengatakan sesuatu "ujar Malcolm buat Young Bi membuka matanya lagi.
"Apa..."
"☺..., kita akan pindah ke penang,Malaysia "
"Benarkah "senang Young Bi.
10:30
"Kalian hati-hati ya..., jika sudah sampai jangan lupa kabari kami "ucap Eun Bi.
"Iya bu..., ibu juga harus jaga kesehatan ya "ucap Young Bi memeluk sang ibu.
"Iya nak kamu hati-hati ya Malcolm jaga Young Bi ya "pinta Young Bi.
"Iya bu "angguk Malcolm.
Malcolm.., Young Bi dan Stewart berjalan meninggalkan keluarga Kennedy ke bandara. Sedangkan Elara pulang kampung karena suaminya akan pulang ke kampung halaman dan bertemu istri dan anak-anak mereka.
Di luar negeri tinggal dan juga pengobatan Young Bi kadang mereka akan singgah ke rumah sehat di negara negara lainnya, Young Bi cepat sembuh itu tujuan Malcolm.
"Jadi nona Young Bi benar-benar pergi "ucap pelan Indah.
"Kenapa kamu ingin tahu sekali tentang Young Bi "ucap Alex.
"Waktu itu aku bertemu dengan nona Young Bi "ucap pelan Indah.
"Untuk apa "geram Alex. "Meminta maaf "semakin pelan. "Hah..., Indah "jengah.
...Tamat ...
...*Sekian untuk hari ini biarlah Young Bi dan Malcolm jalan-jalan dulu ya......
...kita istirahat biar gak penat bye happy reading*. ...
__ADS_1