
ratu berdiri di depan kamarnya, ia terlihat sedang menunggu seseorang.
"kenapa lama sekali?"
"aku sudah bilang padanya bahwa aku tak suka menunggu" gerutu nya.
dari kejauhan terlihat seorang pria tampan berjalan seorang diri mendekati kediaman ratu Greisy.
"akhirnya datang juga" ucapnya menghampiri raja Carolyn.
"kau bahkan menunggu ku di depan pintu?"
"sebenarnya apa yang mau kau lakukan padaku?" tanya raja Carolyn.
ratu Greisy tak menjawab, ia langsung menarik baju raja Carolyn untuk masuk ke dalam kamarnya.
raja Carolyn semakin yakin pada pikirannya, ia kemudian menahan langkahnya sebelum memasuki ruangan ratu Greisy.
"kenapa berhenti?" tanya nya pada raja Carolyn.
"ratu" ucap raja Carolyn lembut.
"kenapa sangat tergesa-gesa? kita lakukan nanti malam saja" ucap raja Carolyn sambil mengelus rambut Greisy.
"apa-apaan kau!" teriak ratu Greisy.
raja Carolyn sedikit terkejut karena ratu Greisy berteriak.
"apa?" tanya nya kebingungan.
"aku menyuruhmu kesini untuk ini" ucapnya sembari membuka pintu kamarnya.
raja Carolyn sangat terkejut melihat keadaan kamar ratu Greisy.
"kau menyuruhku kesini untuk melihat ini?"
__ADS_1
"bukan hanya untuk melihat, kau harus merapikan nya" ucap ratu Greisy sembari masuk ke kamarnya.
"kenapa aku? kau bisa menyuruh pelayan untuk melakukan nya" protes raja Carolyn.
"para pelayan tak menyukaiku, kau tau bukan citra ku sangat buruk sekarang? jadi sebagai suami kau bantulah aku" jelas ratu Greisy.
"kau seorang ratu, meskipun mereka tidak menyukai mu mereka masih harus menuruti mu" teriak raja Carolyn.
"Carol, kau takkan mengerti"
"tentu saja aku takkan mengerti, jika kau seperti ini"
"aish si bodoh ini! kenapa kau terus saja protes?" teriak ratu Greisy.
"kau rapikan saja semua ini, jangan banyak omong lagi atau kuhabisi nyawamu disini" ancam nya.
setelah berkata demikian ratu Greisy langsung meninggalkan raja Carolyn.
"kenapa kau menyiksa suamimu sendiri?"
"aku tak bisa melakukan nya sendiri, ini lebih susah daripada perang"
raja Carolyn lalu keluar dari kamar ratu Greisy, ia memanggil beberapa pelayan kesana.
para pelayan segera menghampiri raja Carolyn.
"salam yang mulia raja" ucap salah satu pelayan.
"ada masalah apa anda memanggil kami?" lanjutnya.
"panggilkan tuan Aaron untukku sekarang juga! suruh dia menemuiku disini!" perintah raja Carolyn.
para pelayan mengangguk mengerti mereka lalu pergi meninggalkan raja Carolyn.
...****************...
__ADS_1
di bawah pohon besar terlihat seorang wanita cantik bersama para pelayannya sedang berbincang.
tak lama kemudian, datang seorang pria tampan menghampiri wanita tersebut.
"salam yang mulia" ucap pria tersebut sambil membungkuk.
"dimana yang mulia raja?" tanya wanita tersebut.
"maaf, tapi saya tidak mengetahuinya" ucap pria tersebut masih dengan posisi membungkuk.
wanita tersebut menatap pria itu, lalu ia beralih menatap para pelayannya.
"apakah kalian pernah melihat yang mulia raja" tanya nya kepada para pelayan.
"kami tak pernah melihatnya" ucap salah satu pelayan.
tak lama setelah itu, segerombolan pelayan datang kesana.
"salam yang mulia zwetta, salam tuan Aaron" ucap para pelayan tersebut sambil membungkuk.
"kenapa kalian kemari?" tanya zwetta pada mereka.
"hamba ada perlu dengan tuan Aaron" ucap salah satu pelayan dengan sangat sopan.
"ada perlu apa kau dengan nya" tanya zwetta lagi.
"yang mulia raja menyuruh tuan Aaron menemui nya di kediaman yang mulia ratu" jawab salah satu pelayan.
"untuk apa?" tanya zwetta.
"hamba tak tahu"
"yang mulia zwetta, saya permisi dulu" ucap Aaron langsung pergi.
zwetta terlihat sangat kesal mengetahui raja Carolyn berada di kediaman ratu Greisy.
__ADS_1